Search

Waduh! Bencana Sumatra Bikin 20 Ribu Calon Jemaah Haji 2026 Terancam Mundur Jadwal

Jumat, 26 Desember 2025

Jamaah Haji Indonesia (ist)

Kabar sedih datang buat para calon tamu Allah di wilayah Sumatra. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, baru saja men-spill kondisi darurat yang melanda tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Akibat bencana banjir dan longsor yang parah, sekitar 20 ribu calon jemaah haji di wilayah tersebut berpotensi besar gagal berangkat pada tahun 2026 mendatang.

Kondisi infrastruktur yang porak-poranda dan banyaknya warga yang masih fokus pada pemulihan pascabencana menjadi alasan utama.

Gus Irfan mengungkapkan bahwa proses pemenuhan jadwal keberangkatan di lokasi terdampak menjadi sangat sulit dilakukan.

Fokus pemerintah saat ini terbagi antara mengurus administrasi haji dan membantu ratusan ribu pengungsi yang kehilangan tempat tinggal akibat amukan alam di penghujung tahun 2025 ini.

Opsi Pengalihan Kuota dan Tambahan Waktu Pelunasan Biaya

Menyikapi situasi pelik ini, Kementerian Haji (Kemenhaj) bersama Komisi VIII DPR RI sudah menyiapkan skenario cadangan.

Gus Irfan membuka peluang untuk melakukan akumulasi kuota haji dari tiga provinsi tersebut untuk dialihkan ke provinsi lain agar kuota nasional tetap terserap maksimal.

DPR sendiri sudah memberikan lampu hijau dan payung hukum bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan diskresi selama masa darurat ini berlangsung.

Selain itu, Kemenhaj juga memberikan sedikit napas lega dengan memberikan tambahan waktu bagi jemaah di Aceh, Sumbar, dan Sumut untuk melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH).

Namun, jika sampai batas waktu yang ditentukan kuota tetap tidak terpenuhi, maka keberangkatan 20 ribu jemaah tersebut terpaksa diundur ke tahun 2027.

Langkah pahit ini harus diambil demi memastikan keselamatan dan kesiapan fisik para jemaah di tengah masa pemulihan bencana.

Update Miris Korban Bencana di Aceh hingga Sumatera Barat

Bencana banjir dan longsor kali ini memang nggak main-main efeknya. Data terbaru dari BNPB per 23 Desember 2025 menunjukkan angka yang bikin nyesek: lebih dari 1.100 orang dinyatakan tewas dan hilang di tiga provinsi tersebut.

Di Aceh sendiri, tercatat 483 orang meninggal dunia, sementara di Sumatera Utara dan Sumatera Barat ratusan nyawa juga melayang akibat terjangan air dan tanah longsor yang masif.

Nggak cuma korban jiwa, sektor tempat tinggal juga hancur lebur dengan total 158.096 rumah rusak. Saat ini, lebih dari 300 ribu orang masih harus bertahan di pengungsian dengan fasilitas seadanya.

Kondisi inilah yang membuat progres pelunasan haji di daerah terdampak jalan di tempat. Di Aceh misalnya, progresnya baru menyentuh angka 50% sekian, jauh di bawah target yang seharusnya sudah mendekati finalisasi.

Kerja Keras Pemerintah Pulihkan Fasilitas Publik di Sumatera

Saat ini, pemerintah pusat dan daerah terus berjibaku memulihkan jalan-jalan utama dan fasilitas publik yang terputus.

Akses transportasi yang rusak menjadi kendala besar bagi calon jemaah untuk mengurus dokumen maupun melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai syarat keberangkatan.

Meskipun Kemenhaj tetap berupaya agar jemaah bisa berangkat sesuai jadwal, realitas di lapangan memaksa semua pihak untuk lebih realistis dan mengutamakan keselamatan jiwa.

Gus Irfan berterima kasih kepada Komisi VIII DPR RI yang sudah memberikan keleluasaan bagi pemerintah untuk mengatur ulang jadwal keberangkatan di kondisi force majeure ini.

Baginya, pemenuhan rukun Islam kelima memang penting, namun memberikan empati dan perlindungan bagi warga yang sedang tertimpa musibah adalah prioritas yang tidak bisa diabaikan.

Mari kita doakan agar proses pemulihan di Sumatera berjalan lancar dan para calon jemaah tetap diberikan ketabahan.

Statement:

Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah

“Bahwa ada beberapa daerah yang kemungkinan akan tertunda atau bahkan mungkin tidak bisa terpenuhi pemenuhan jadwal-jadwalnya karena bencana ini. Kita berterima kasih Komisi VIII sudah memberikan peluang payung hukumnya untuk bisa kita melakukan kebijakan yang berbeda lagi nanti. Mungkin sekitar 20 ribuan jemaah terancam mundur ke 2027.”

3 Poin Penting:

  1. Sebanyak 20 ribu calon jemaah haji asal Aceh, Sumut, dan Sumbar terancam batal berangkat tahun 2026 dan diundur ke 2027 akibat bencana banjir dan longsor.

  2. Pemerintah memberikan tambahan waktu pelunasan biaya haji serta membuka opsi pengalihan kuota ke provinsi lain agar kuota haji nasional tidak mubazir.

  3. Dampak bencana sangat masif dengan korban tewas mencapai lebih dari 1.100 jiwa dan ratusan ribu rumah rusak, yang menghambat proses administrasi haji.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan