Waduh! iPhone Belum Bisa Akses QRIS Tap: BI Kasih Penjelasan

Jumat, 7 November 2025

QRIS Tap (Dok. Humas BRI)

Di tengah gemuruh revolusi pembayaran digital, Bank Indonesia (BI) telah meluncurkan inovasi yang menjanjikan: layanan pembayaran digital berbasis QRIS Tap.

Fitur ini memungkinkan transaksi menjadi lebih cepat dan mulus, cukup dengan mendekatkan ponsel ke terminal.

Namun, di balik keberhasilan implementasi ini, tersisa sebuah tantangan yang bersifat global: hingga kini, hanya pengguna Android yang dapat menikmati kemudahan ini.

Ribuan pengguna perangkat Apple di Indonesia masih menantikan giliran mereka untuk merasakan efisiensi QRIS Tap.

Kesenjangan akses ini segera menjadi perhatian utama BI. Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Himawan Kusprianto, mengungkapkan langkah selanjutnya: BI berencana untuk mencoba menjalin komunikasi dengan raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Apple.

Upaya pendekatan ini menunjukkan komitmen BI untuk memastikan bahwa inovasi keuangan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang merek perangkat, demi inklusivitas sistem pembayaran nasional.

Apa Bedanya QRIS Biasa dengan QRIS Tap?

Berbeda dengan QRIS biasa yang masih membutuhkan pemindaian kode QR, QRIS Tap memungkinkan transaksi hanya dengan sentuhan perangkat ke terminal pembayaran contactless.

Inovasi ini secara humanis dirancang untuk mempermudah transaksi harian di berbagai sektor krusial, mulai dari transportasi umum, rumah sakit, kantung parkir, hingga merchant retail dan UMKM, menjadikannya solusi pembayaran yang lebih efisien dan modern bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Kebijakan Global dan Kunci Akses NFC: Dialog yang Penuh Tantangan

Perangkat Apple pada dasarnya telah dilengkapi dengan fitur Near Field Communication (NFC) yang dibutuhkan untuk mendukung QRIS Tap.

Namun, hambatan utama terletak pada kebijakan global Apple yang sejauh ini belum sepenuhnya membuka akses NFC bagi aplikasi lokal di Indonesia.

Himawan menjelaskan bahwa NFC di ponsel Apple sebenarnya berfungsi, dibuktikan dengan kemampuan beberapa aplikasi pembayaran tertentu, seperti OVO, untuk menggunakannya.

Dialog dengan Apple ini diprediksi akan menjadi tantangan tersendiri, mengingat Apple terkenal dengan kebijakan keamanan ekosistem yang ketat.

Namun, Himawan percaya bahwa upaya ini penting untuk memastikan bahwa warga negara Indonesia, yang juga banyak menggunakan perangkat Apple, tidak tertinggal dalam inovasi pembayaran digital.

Inklusivitas dan Insentif: Menghindari Perpindahan Massal ke Android

BI menyadari betul pentingnya menghadirkan QRIS Tap versi iOS. Jumlah pengguna Apple yang signifikan di Indonesia membuat fitur ini menjadi vital untuk menjaga inklusivitas sistem pembayaran nasional. Lebih dari sekadar fungsi, ini adalah soal keadilan akses bagi seluruh warga negara.

Himawan mengungkapkan sebuah harapan strategis. Keberhasilan implementasi QRIS Tap pada ekosistem Android dapat menjadi insentif yang kuat bagi Apple untuk melonggarkan kebijakan mereka.

Ini adalah dorongan yang menunjukkan bahwa pasar Indonesia yang masif memiliki daya tawar yang patut diperhitungkan.

Komitmen BI untuk Semua: Menjembatani Teknologi dan Kebutuhan Rakyat

Langkah BI untuk mendekati Apple, meski baru tahap awal, menunjukkan komitmen nyata BI sebagai regulator untuk menjembatani teknologi global dengan kebutuhan praktis masyarakat Indonesia.

Misi ini bukan hanya tentang inovasi teknis, tetapi tentang memastikan bahwa kemajuan dapat dinikmati oleh semua.

Perjalanan untuk membuka akses QRIS Tap bagi pengguna Apple mungkin akan panjang dan penuh diplomasi. Namun, upaya ini merupakan bagian dari visi besar BI untuk menciptakan sistem pembayaran yang efisien, aman, dan inklusif.

Ribuan pengguna Apple di Tanah Air kini menanti hasil dialog ini, berharap pintu akses pembayaran digital yang lebih mudah segera terbuka bagi mereka.

Statement

Himawan Kusprianto, Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia

“Apple kita belum bicara sama sekali sebenarnya, jadi kita baru mau mencoba juga, sama seperti [rencana kerja sama dengan] Arab Saudi, baru mau mencoba. Kita tahu, banyak masyarakat kita yang juga pengguna Apple. Kalau QRIS Tap ini sukses, sebagaimana halnya QRIS secara umum juga semakin masif, keberhasilan ini mungkin bisa menjadi insentif yang kuat buat Apple untuk mempertimbangkan membuka akses NFC bagi aplikasi lokal di Indonesia.”

“Inklusivitas adalah kunci; kita tidak ingin ada kelompok masyarakat yang tertinggal dari manfaat kemajuan sistem pembayaran nasional hanya karena kebijakan perangkat keras global.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir