Waduh, gawat! Para pegawai Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) kayaknya harus siap-siap deg-degan dan mulai benerin kinerja.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini ngasih ultimatum yang enggak main-main: DJBC bisa dibekukan dan 16 ribu pegawainya bisa dirumahkan! Ini bukan prank akhir tahun, lho!
Menkeu Purbaya dengan gaya sat-set bilang udah minta izin ke Presiden Prabowo Subianto buat benah-benah Bea Cukai selama setahun ke depan. Demikian kata Purbaya usai Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (27/11/2025).
Ancaman yang super serius buat para pegawai yang gajinya dibayar pajak.
Nostalgia Soeharto: SGS Siap Comeback Gantikan Pegawai Lokal?
Ancaman Purbaya ini ternyata punya referensi sejarah yang bikin miris. Menkeu enggak segan-segan buat mengadopsi cara Presiden Soeharto di tahun 1985 yang dulu merekrut perusahaan Swiss, Suisse Generale Surveillance (SGS3), buat ngurusin bea cukai karena korupsi udah gila-gilaan.
Gimana coba rasanya, instansi negara digantiin perusahaan asing? Ancaman ini seolah jadi alarm nyaring yang bilang: 16 ribu pegawai pintar yang kerjanya di menara gading bisa dirumahkan dan digantiin teknologi atau bule Swiss.
AI Jadi Mata-Mata Khusus Buat Underinvoicing
Di satu sisi, Purbaya sok optimis. Katanya, pegawai Bea Cukai udah mulai semangat memperbaiki kinerja. Di sisi lain, dia tetap enggak percaya 100% dan menerapkan kecerdasan buatan (AI) di beberapa titik buat menekan praktik nakal seperti underinvoicing (melaporkan nilai barang lebih rendah dari harga asli).
Wah, AI sekarang jadi satpam anti-korupsi!
Namun, di kalimat penutup dia ngasih lagi reminder yang bikin mules dengan bilang kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16 ribu orang pegawai Bea Cukai dirumahkan. Semoga aja AI-nya enggak ikutan error dan ikut-ikutan underinvoicing ya.
Warga Berharap, Pegawai Berbenah dalam Setahun
Ancaman ini tentu disambut baik oleh masyarakat yang udah lama kesal dengan berbagai kasus di Bea Cukai. Kisah pembekuan di era Soeharto, di mana seluruh pegawai dirumahkan selama empat tahun demi memberantas korupsi, seolah jadi blueprint bagi pemerintah sekarang.
Sekarang, bola ada di tangan 16 ribu pegawai DJBC. Mereka punya waktu setahun buat membuktikan bahwa mereka benar-benar “pintar” dan “siap untuk mengubah keadaan,” seperti kata Menkeu.
Mari kita tunggu, apakah kinerja mereka bakal upgrade atau malah auto liburan panjang!
Statement:
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan
“Ancamannya serius, kalau Bea Cukai gak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih gak puas, Bea Cukai bisa dibekukan… Kalau kita gagal memperbaiki, nanti $16$ ribu orang pegawai Bea Cukai dirumahkan.”
3 Poin Penting
-
Ancaman Pembekuan Total: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan membekukan Ditjen Bea Cukai dan merumahkan 16 ribu pegawainya jika kinerja tidak memuaskan masyarakat dalam setahun ke depan.
-
Mengadopsi Era Soeharto: Ancaman tersebut mencakup kemungkinan mengganti fungsi bea cukai dengan perusahaan Swiss, Suisse Generale Surveillance (SGS3), seperti yang pernah dilakukan Presiden Soeharto pada tahun 1985.
-
Solusi AI dan Ultimatum: Untuk menekan praktik nakal seperti underinvoicing, Kemenkeu menerapkan teknologi AI. Namun, Menkeu memberikan ultimatum tegas bahwa keberhasilan perbaikan ada di tangan para pegawai DJBC sendiri.
![ilustrasi 1000 hunian sppg [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/69dc764898304-300x200.jpg)
![Dadan Hindayana-Kepala Badan Gizi Nasional [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/896447_1200-300x169.jpg)
![Kasus Lab Vape Narkoba [dok. ist]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/mnM45FVCzU.jpeg-300x169.webp)
![Gubernur Jateng Ahmad Luthfi [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Rembug-Media-scaled-1-300x200.jpeg)