Search

Wuling Air-EV Bekas Dua Tahun Dijual Setengah Harga, Apa Kabar Pasar Mobil Listrik?

Senin, 13 Oktober 2025

Wuling Air EV (Wuling)

Wuling Air ev telah menjadi pemandangan akrab di jalanan perkotaan, dikenal sebagai salah satu mobil listrik dengan harga paling terjangkau di Tanah Air.

Dengan banderol baru yang kini dimulai dari Rp184 juta untuk varian Lite Standard Range dan mencapai Rp250 juta untuk Pro Long Range, mobil mungil ini sukses menarik minat masyarakat yang ingin beralih ke era elektrifikasi.

Namun, di balik daya tarik harga barunya, muncul sebuah fenomena yang membuat calon pembeli dan pemilik lama terperangah: depresiasi harga jual kembali yang sangat dalam.

Kondisi pasar mobil listrik bekas yang masih pramatur ini memunculkan pertanyaan kritis. Berapa harga jual kembali Wuling Air ev yang baru berusia dua tahun?

Data dari laman jual beli mobil bekas online memberikan gambaran yang mengejutkan. Mobil lansiran tahun 2023, yang saat itu dijual mulai dari Rp240 juta (Standard Range) hingga Rp299 juta (Long Range), kini ditawarkan di kisaran harga Rp110 juta hingga Rp125 juta.

Artinya, dalam waktu dua tahun, nilai mobil ini terjun bebas hampir mencapai separuh dari harga belinya.

Nasib Harga Bekas: Air ev Standard Range Dijual Rp110 Juta

Angka depresiasi ini terasa sangat nyata jika melihat contoh-contoh spesifik. Wuling Air ev Standard Range tahun 2023 dengan jarak tempuh di atas 49.000 km, misalnya, ditawarkan hanya dengan harga Rp110 juta.

Versi yang jarak tempuhnya lebih rendah, sekitar 18.000 km, sedikit lebih tinggi di harga Rp115 juta.

Kondisi serupa juga menimpa varian Long Range yang lebih mahal. Model dengan jarak tempuh 19.000 km dipatok mulai dari Rp123 juta, sementara unit dengan jarak tempuh yang sangat rendah, sekitar 9.000 km, dibuka pada harga Rp125 juta.

Depresiasi yang signifikan ini menunjukkan kerentanan harga mobil listrik bekas, sebuah tantangan humanis bagi pemilik yang berharap nilai investasinya tidak anjlok sedalam ini.

Mengintip Spesifikasi: Kualitas Baterai yang Teruji

Fenomena penurunan harga ini tentu tidak disebabkan oleh buruknya spesifikasi. Wuling Air ev dibekali teknologi yang mumpuni, terutama pada bagian baterai.

Varian Standard Range menggunakan baterai LFP (Lithium Ferro-Phophate) 17,3 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 200 kilometer.

Sementara itu, varian Long Range memiliki kapasitas baterai lebih besar, yakni 26,7 kWh, yang siap membawa pengguna menempuh hingga 300 kilometer dalam sekali pengisian. Baterai ini juga telah mendapatkan rating IP67 waterproof, menjamin keamanan dari korsleting.

Untuk varian Long Range, fitur tambahannya sangat lengkap, termasuk Integrated Floating Widescreen 10,25 inci dan Smart Start System, menegaskan bahwa penurunan harga terjadi bukan karena masalah kualitas, melainkan faktor pasar dan teknologi yang cepat berubah.

Di Tengah Kecanggihan Fitur dan Keselamatan

Dari segi keselamatan dan kenyamanan, Wuling Air ev juga tidak pelit. Mobil ini dilengkapi dengan dua airbags, sistem pengereman double cakram dengan ABS dan EBD, serta TPMS (Tire Pressure Monitoring System).

Khusus untuk keselamatan pejalan kaki, terdapat Sound Module for Pedestrian Warning. Namun, semua kecanggihan fitur keselamatan ini ternyata belum mampu menahan laju depresiasi harga jual kembali.

Hal ini mengisyaratkan adanya ketidakpastian pasar yang lebih besar terkait umur panjang baterai dan perkembangan teknologi EV yang sangat cepat, yang secara humanis membuat calon pembeli mobil bekas cenderung menunda keputusan.

Statement:

Analis pasar otomotif

“Depresiasi yang sangat dalam ini adalah refleksi dari perubahan teknologi yang terlalu cepat di segmen mobil listrik. Pembeli mobil bekas masih ragu terhadap nilai residu baterai dan upgrade model baru. Ini adalah tantangan yang harus dihadapi, di mana nilai mobil bekas cenderung menjadi korban kemajuan teknologi.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan