Yunani Juara Umum: Daftar Negara Terbaik untuk Ditinggali Tahun 2026

Rabu, 17 Desember 2025

Yunani (ist)

Kabar menarik buat kalian yang punya rencana buat self-healing jangka panjang atau bahkan berniat pindah ke luar negeri.

Laporan terbaru dari International Living baru saja mengungkap daftar 10 negara terbaik untuk ditinggali pada tahun 2026.

Penilaian ini bukan cuma berdasarkan data statistik yang membosankan, melainkan gabungan pengalaman nyata para ekspatriat di lapangan.

Indikatornya lengkap banget, mulai dari biaya hidup, layanan kesehatan, kondisi iklim, infrastruktur, sampai seberapa ramah sistem visa buat pendatang baru.

Tahun ini, Yunani secara mengejutkan berhasil menempati posisi puncak sebagai negara terbaik untuk ditinggali.

Ini adalah sejarah baru karena Yunani sukses menggeser Portugal dan Spanyol yang selama bertahun-tahun mendominasi peringkat teratas.

Negara para dewa ini dinilai berada pada titik ideal karena kondisi ekonominya yang terus membaik. Ditambah lagi, kualitas layanan kesehatan di sana jempolan tapi tetap dengan biaya yang terjangkau, serta sistem visa yang semakin memudahkan para pelancong global.

Tetangga RI Masuk Daftar: Infrastruktur Modern dan Biaya Hidup Malaysia Jadi Magnet

Gak perlu jauh-jauh ke Eropa, ternyata negara tetangga kita, Malaysia, juga berhasil nangkring di peringkat ke-10 dalam daftar bergengsi ini.

Malaysia dinilai punya daya tarik yang kuat berkat perpaduan infrastruktur modern dan biaya hidup yang sangat terjangkau, terutama untuk urusan perumahan dan makanan.

Penggunaan bahasa Inggris yang luas di berbagai daerah juga menjadi alasan utama mengapa para pendatang, khususnya dari Amerika Serikat, merasa sangat mudah beradaptasi di sana.

Selain fasilitas publik yang oke, Malaysia juga menawarkan pilihan visa jangka panjang yang semakin fleksibel.

Bagi para ekspatriat, keseimbangan antara fasilitas modern dan biaya pengeluaran harian yang masuk akal adalah kunci utama kenyamanan.

International Living mencatat bahwa Malaysia tetap konsisten menjaga posisinya sebagai destinasi favorit di Asia Tenggara bagi mereka yang mencari stabilitas hidup tanpa harus menguras kantong dalam-dalam.

Keseimbangan Hidup di Penang: Cerita Keith Hockton Setelah 12 Tahun

Salah satu sorotan dalam laporan International Living tahun ini adalah testimoni dari Keith Hockton, seorang koresponden yang sudah menetap di Malaysia selama 12 tahun.

Keith menetap di Penang dan merasa bahwa kota tersebut menawarkan cara hidup yang sangat stabil.

Menurutnya, Penang bukan tipe kota yang berisik atau mencolok, melainkan sebuah tempat yang memberikan kemurahan hati dalam hal kenyamanan harian bagi setiap penduduknya yang tinggal di sana.

Keith mengungkapkan bahwa jawaban mengapa ia betah tinggal di sana selalu sama, yaitu adanya keseimbangan yang jarang ditemukan di tempat lain.

Di dunia yang saat ini menuntut terlalu banyak energi dari manusia, Penang justru memberikan ketenangan.

Baginya, apa yang didapatkan selama tinggal di sana jauh lebih besar dibandingkan apa yang dikorbankan, dan nilai tersebut sangat berharga bagi siapa pun yang mendambakan kualitas hidup lebih baik.

Proses Penilaian Ketat: Menggabungkan Data Statistik dengan Laporan Lapangan

International Living menekankan bahwa metode pemeringkatan ini sangat valid karena melibatkan laporan langsung dari para koresponden yang benar-benar tinggal di negara-negara tersebut.

Data statistik seperti biaya sewa dan kualitas medis divalidasi dengan pengeluaran riil harian para ekspatriat.

Jadi, hasilnya benar-benar mencerminkan realitas yang bakal dihadapi oleh siapa pun yang ingin memulai lembaran baru di negara orang.

Faktor kemudahan beradaptasi dengan budaya lokal juga menjadi poin tambahan yang sangat krusial dalam survei ini.

Negara-negara yang masuk dalam daftar 10 besar dianggap memiliki lingkungan sosial yang inklusif bagi pendatang.

Dengan rilisnya daftar tahun 2026 ini, diharapkan para pelancong atau pekerja digital (digital nomad) bisa mendapatkan referensi yang akurat untuk menentukan destinasi tempat tinggal mereka selanjutnya.

Statement:

Keith Hockton, Koresponden International Living Malaysia

“Penang tidak berisik atau mencolok. Kota ini tidak mencoba menjual mimpi kepada Anda. Kota ini hanya menawarkan cara hidup yang terasa stabil dan murah hati. Ada banyak hal yang saya dapatkan dibanding yang saya korbankan di sini. Di dunia yang menuntut terlalu banyak, keseimbangan seperti itu jarang terjadi, dan hal itu sangat berharga.”

3 Poin Penting:

  1. Yunani Menjadi Pemuncak: Untuk pertama kalinya, Yunani dinobatkan sebagai negara terbaik untuk ditinggali pada 2026, mengungguli negara populer lainnya seperti Portugal dan Spanyol.

  2. Keunggulan Malaysia: Malaysia berhasil masuk peringkat ke-10 berkat biaya hidup yang rendah, infrastruktur yang modern, serta kemudahan komunikasi menggunakan bahasa Inggris.

  3. Metode Penilaian Realistis: Peringkat ini didasarkan pada pengalaman langsung koresponden lapangan mengenai biaya sewa, layanan kesehatan, iklim, dan kemudahan proses administrasi visa.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir