Sering gak nyadar, ternyata jalan tol atau jalur kereta api yang kita banggain bisa jadi musuh gede bagi hutan kita. Selain itu, gaya hidup kita yang makin doyan makan daging juga ikut nyumbang lho ke deforestasi!
Ya, menurut riset dari WWF, perluasan pertanian, yang dipicu oleh peningkatan permintaan dan pergeseran pola makan (khususnya ke konsumsi daging yang lebih besar), adalah biang kerok utama dari sebagian besar deforestasi global.
Gak cuma kebutuhan pangan buat ternak (kedelai dan sawit), infrastruktur juga ikut ambil peran.
Ketika perencanaan dan pembangunannya asal-asalan atau buruk, jalan, rel, jalur listrik, dan bendungan justru mendorong deforestasi lebih jauh ke dalam hutan.
Lihat aja kasus di Amazon Brasil: 95 persen deforestasi terjadi dalam jarak sekitar 3,5 mil dari jalan. Jelas kan, kalau pembangunan gak rapi, hutan ikut kena imbasnya.
Kerusakan Diam-diam: Penebangan dan Penggembalaan Ternak Liar
Selain deforestasi permanen, ada juga musuh lain yang bekerja secara diam-diam, yaitu kerusakan hutan (forest degradation).
Kerusakan ini gak bikin hutan ilang total, tapi nurunin kualitasnya secara drastis.
Penyebab utamanya? Penebangan liar (logging), penggembalaan ternak yang gak terkontrol, dan pembangunan jalan-jalan ilegal di dalam hutan.
Kecepatan hilangnya tutupan hutan emang udah bikin geleng-geleng. Dengan laju 18 lapangan sepak bola per menit di tahun 2024, udah jelas banget kalau kita lagi berpacu dengan waktu.
Kerusakan ini gak cuma ngubah struktur hutan, tapi juga mengancam keanekaragaman hayati dan ngancurin ekosistem lokal yang udah established.
Karbon Nembak Balik: Ketika Hutan Gak Mau Lagi Jadi Penyerap
Salah satu dampak paling horor dari deforestasi adalah perubahan fungsi hutan. Hutan tuh sebenarnya superhero kita yang nyerap karbon (carbon sink).
Hutan tropis aja nyimpan ratusan gigaton karbon. Tapi, gimana kalau superhero itu dihabisi?
Ketika hutan ditebang atau dibakar (seringkali buat pembukaan lahan), karbon yang udah tersimpan di dalamnya malah dipancarkan kembali ke atmosfer.
Boom! Hutan yang seharusnya jadi solusi perubahan iklim malah jadi sumber emisi baru, nyumbang sekitar 7 persen emisi global di 2022.
Gak cuma itu, tanpa pohon, tanah subur jadi gampang terkikis (erosi), kebawa ke sungai, dan kemampuan hutan buat nyiptain curah hujan lokal juga ikut turun. Jadi, kerusakan ini meluas ke mana-mana.
Krisis Gak Adil: Masyarakat Adat Paling Kena Imbasnya
Dampak lingkungan yang gede ini ujung-ujungnya malah kena ke orang-orang yang gak bersalah dan udah njaga hutan sejak lama: masyarakat adat dan komunitas lokal.
Mereka adalah pihak yang mata pencahariannya terganggu secara parah akibat deforestasi. Padahal, mereka yang secara tradisional udah ngelola jutaan mil persegi kawasan hutan.
Jadi, krisis hutan ini bukan cuma soal pemanasan global, tapi juga soal keadilan sosial. Gak adil kan kalau kepentingan ekspansi pertanian global atau pembangunan infrastruktur yang gak rapi malah ngorbanin ekosistem vital dan kehidupan masyarakat lokal.
Mitigasi gak bisa cuma ngandelin teknologi, tapi harus dimulai dari kebijakan pangan dan perencanaan infrastruktur yang jauh lebih berkelanjutan.
Statement:
WWF
“Infrastruktur—khususnya jalan, rel kereta api, jalur listrik, dan bendungan—juga merupakan pendorong utama deforestasi, terutama bila perencanaan dan pembangunannya buruk.”
3 Poin Penting:
-
Penyebab utama deforestasi adalah perpaduan antara perluasan pertanian (didukung permintaan daging dan komoditas seperti sawit/kedelai) dan perencanaan infrastruktur yang buruk (jalan/rel) yang membuka akses ke hutan.
-
Kerusakan hutan (forest degradation) terutama disebabkan oleh penebangan liar dan penggembalaan ternak, yang nurunin kualitas hutan meskipun tutupan hutan tidak hilang total.
-
Hilangnya hutan mengubahnya dari penyerap karbon menjadi sumber emisi gas rumah kaca (menyumbang 7% emisi global) dan secara langsung menghancurkan mata pencaharian masyarakat adat.
![banjir kampung cogreg [dok. tribun]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/BANJIR-TANGERANG-6H8.jpg-300x169.webp)
![Banjir di U-turn Samsat Jakarta Barat [dok. X/@TMCPoldaMetro]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/full_1772943230180953_806b21a990_berita_pusat-pemberitaan-300x168.webp)
![bantargebang tim sar [Metrotvnews.com/Antonio]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/a_69ad6b9a64b72-300x225.jpg)
![sungai dengkeng [dok. antara]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/KALI-DENGKENG-MELUAP-1-300x200.webp)