Search

Harta Karun Bawah Laut: Ladang Hidrotermal Unik Penuh Emas di Papua Nugini

Selasa, 16 Desember 2025

Penemuan ladang hidrotermal (ROV Kiel 6000/GEOMAR)

Gokil! Para ilmuwan dari tim ekspedisi Jerman udah bikin geger dengan penemuan ladang hidrotermal yang gak kaleng-kaleng di lepas pantai Papua Nugini (PNG).

Ladang ini dipenuhi ekosistem yang super kaya, gak cuma hewan-hewan unik, tapi juga bebatuan dengan jejak emas dan perak!

Fix, ini bener-bener kayak harta karun bawah laut!

Studi yang terbit di Scientific Reports (19 September 2025) ini ngungkap ladang baru yang belum pernah dikenal sebelumnya.

Lokasinya tersembunyi sekitar 1.300 meter di lereng Gunung Laut Kerucut, Samudra Pasifik bagian barat, deket pulau Lihir.

Ahli geologi kelautan Dr. Philipp Brandl dari GEOMAR ngejelasin kalau ladang ini unik banget karena punya lubang ventilasi panas yang nge-gelembung tepat di sebelah rembesan gas dingin.

Padahal, biasanya dua hal ini letaknya terpisah lho!

Fenomena Langka Karambusel: Air Panas dan Gas Dingin Kopdar

Kombinasi unik antara lubang panas dan rembesan gas dingin ini adalah “kombinasi yang belum pernah dijelaskan sebelumnya,” kata Dr. Brandl, yang juga jadi kepala ilmuwan ekspedisi SONNE SO299 DYNAMET.

Tim udah mensurvei gugusan pulau Tabar-Lihir-Feni buat nyelidikin gunung berapi bawah laut di sana.

Pake bantuan robot ROV Kiel 6000, para ilmuwan ngeliat kalau fluida panas dari bawah dan gas dingin yang ngandung metana dari sedimen naik ke atas melalui jalur yang sama.

Akibatnya, air panas dan gas dingin keluar dari dasar laut cuma terpisah beberapa sentimeter! Fenomena langka ini bikin ekosistem dasar laut jadi super spesial.

Ekosistem Nyeleneh: Kerang Bathymodiolus dan Teripang Ungu

Gara-gara aktivitas bawah laut yang gak biasa itu, muncul deh ekosistem unik yang dihuni berbagai organisme langka.

Penghuninya antara lain kerang Bathymodiolus (yang dominan banget sampe situsnya dikasih nama ‘Karambusel’, yang artinya kerang dalam bahasa Tok Pisin), cacing tabung, udang, amphipoda, dan teripang ungu cerah!

Warna-warni banget kan?

Dr. Brandl optimis banget, “Kami yakin bahwa beberapa spesies di sana belum dideskripsikan.” Ini artinya masih banyak banget keanekaragaman hayati yang belum terungkap di situs Karambusel.

Makanya, perlu ada ekspedisi khusus lagi buat belajar habitat unik ini secara menyeluruh.

Ancaman Bahaya: Tambang Emas Ngintip di Pulau Lihir

Sayangnya, harta karun alam dan pengetahuan ini lagi terancam lho sama aktivitas manusia. Gak jauh dari lokasi itu, udah ada aktivitas tambang emas Ladolam di Lihir yang limbahnya dibuang ke laut.

Parahnya lagi, udah ada izin eksplorasi tambahan buat mineral dasar laut dan hidrokarbon di sana.

Dr. Brandl ngasih peringatan keras kalau kondisi ini bisa mengancam ekosistem yang rapuh ini. Intinya, jangan sampai cuma gara-gara ngejar emas, ekosistem langka ini jadi korban!

Statement:

Dr. Philipp Brandl, Ahli geologi kelautan

“(Kombinasi lubang ventilasi panas dan rembesan gas dingin) kombinasi yang belum pernah dijelaskan sebelumnya… Kami telah menemukan harta karun keanekaragaman hayati yang tak terduga di ladang Karambusel yang perlu dilindungi.”

3 Poin Penting:

  1. Ilmuwan Jerman menemukan ladang hidrotermal baru di lepas pantai Papua Nugini (PNG) yang unik karena lubang ventilasi panas dan rembesan gas dingin muncul melalui jalur yang sama, fenomena yang belum pernah terjelaskan sebelumnya.

  2. Situs yang dinamai ‘Karambusel’ ini kaya akan ekosistem langka (kerang Bathymodiolus, teripang ungu) dan bebatuan yang mengandung jejak logam mulia seperti emas dan perak.

  3. Dr. Brandl memperingatkan bahwa ekosistem rapuh ini terancam oleh aktivitas tambang emas Ladolam dan izin eksplorasi mineral/hidrokarbon tambahan di dasar laut.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan