Siapa bilang kerja itu harus selalu duduk manis di balik kubikel kantor atau bengong di kamar rumah? Sekarang, kerja nggak harus kaku lagi, Sobat!
Bahkan, kamu bisa tetap produktif sambil cuci mata di mal. Konsep Work From Anywhere(WFA) kini naik kelas menjadi Work From Mall.
Bukan cuma sekadar gaya-gayaan buat konten media sosial, tapi ini adalah strategi keren buat menjaga keseimbangan antara cari cuan dan menikmati liburan akhir tahun.
Pernyataan ini bukan kaleng-kaleng karena datang langsung dari Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat meninjau Pondok Indah Mall baru-baru ini.
Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, pemerintah memang lagi gencar mendorong kita buat tetap aktif bergerak tanpa mematikan produktivitas.
Jadi, mal sekarang bukan cuma tempat buat jajan atau nonton bioskop aja, tapi sudah bertransformasi menjadi ruang aktivitas ekonomi dan produktivitas yang adaptif.
Dorong Ekonomi Nasional Lewat Gaya Kerja Fleksibel
Pemerintah punya target besar nih, yaitu menjaga perputaran belanja masyarakat mencapai angka fantastis sekitar Rp110 triliun selama periode akhir tahun.
Dengan kita bekerja dari mal, otomatis peluang transaksi bakal meningkat. Sambil buka laptop, kita mungkin bakal beli kopi, makan siang, atau sekadar belanja kebutuhan diskon Nataru.
Langkah ini sejalan dengan kampanye “Belanja di Indonesia Aja” yang bertujuan buat menguatkan ekonomi domestik kita.
Apalagi sekarang banyak mal yang sudah sadar kamera dan sadar kebutuhan pekerja. Fasilitas internet yang kencang, area kerja terbuka yang estetik, hingga coworking space sudah banyak tersedia.
Mal dinilai sangat siap menampung kebutuhan kerja fleksibel generasi masa kini. Jadi, sambil ngejar deadline, kamu juga secara nggak langsung ikut berkontribusi menopang pertumbuhan ekonomi nasional lewat konsumsi yang terjaga.
Efek Ganda: Pekerja Senang, Pelaku Usaha Cuan
Konsep work from mall ini sebenarnya membawa efek domino yang positif banget. Bagi kita sebagai pekerja, fleksibilitas adalah kunci.
Kita bisa tetap produktif sambil menikmati suasana yang berbeda, biar nggak gampang burnout. Kalau bosan, tinggal geser sedikit buat cari inspirasi di rak buku atau sekadar jalan-jalan santai.
Produktivitas tetap terjaga, kesehatan mental pun ikut terjamin karena nggak merasa terkurung di satu tempat.
Di sisi lain, bagi para pelaku usaha ritel, peningkatan kunjungan pekerja WFA ini adalah peluang emas. Pekerja yang nongkrong berjam-jam biasanya bakal melakukan transaksi lebih dari satu kali.
Ini adalah simbiosis mutualisme yang cantik banget antara dunia kerja dan dunia hiburan.
Mal bukan lagi sekadar ekosistem konsumsi, tapi sudah menjadi ruang aktivitas produktif yang mampu menggerakkan roda ekonomi secara lebih dinamis dan relevan di era digital.
Tips Tetap Profesional Meski Kerja di Ruang Publik
Meskipun suasananya santai, tetap ada etikanya ya, Sobat. Kalau kamu memutuskan buat work from mall, pastikan kamu tetap menjaga etika kerja dan yang paling penting adalah keamanan data.
Hindari menggunakan Wi-Fi publik buat akses data perusahaan yang bersifat rahasia. Jangan lupa juga buat tetap belanja secara bijak; jangan sampai niatnya cari cuan, malah boncos gara-gara khilaf liat papan diskon yang bertebaran di mana-mana.
Kebijakan WFA yang didorong pemerintah ini menunjukkan kalau dunia kerja kita makin adaptif dan modern.
Kita diajak untuk lebih fleksibel dalam berkarya sekaligus mendukung produk-produk lokal. Jadi, yuk manfaatkan fasilitas yang ada dengan maksimal.
Tetap produktif, belanja dengan pintar, dan mari kita dukung ekonomi nasional dengan cara yang paling seru dan relevan dengan gaya hidup kita sekarang!
Statement:
Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian
“Kerja nggak harus dari kantor. Bahkan… bisa dari mal. Mal kini tidak hanya menjadi tempat belanja, tetapi juga ruang aktivitas ekonomi dan produktivitas. Intinya sederhana: bekerja bisa dilakukan di mana saja.” —
3 Poin Penting:
-
Transformasi Mal: Pusat perbelanjaan kini difungsikan sebagai ruang kerja alternatif (WFA) untuk menjaga produktivitas masyarakat di masa libur panjang.
-
Target Ekonomi: Strategi ini bertujuan mendorong perputaran belanja domestik hingga Rp110 triliun melalui program diskon ritel dan kampanye belanja nasional.
-
Efek Ganda: Konsep work from mall memberikan fleksibilitas bagi pekerja sekaligus meningkatkan peluang transaksi bagi pelaku usaha ritel.
![Chongqing East Station [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/23bf6294-a6f3-4626-a834-db1fc3e908de_2048x1152-300x169.jpg)
![rupiah naik [dok. antara]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Rupiah-Terdepresiasi-Dolar-AS-161213-YM-2-ab.jpg-300x174.webp)

![AirPods Max 2 [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/apple-resmi-luncurkan-airpods-max-2-ini-fitur-canggihnya-16032026-215638-300x204.jpg)