Search

Nama Indonesia Disebut Bos Apple, Jadi ‘Anak Emas’ Baru di Pasar Global

Rabu, 6 Mei 2026

AirPods Max 2 [dok. web]
AirPods Max 2 [dok. web]

Di tengah gempuran brand smartphone global yang makin crowded dan kompetitif, raksasa teknologi Apple ternyata lagi kegirangan dapat “angin segar” dari negara-negara berkembang (emerging markets).

Nah, yang bikin bangga, nama Indonesia ikut kesenggol dan disebut langsung dalam laporan kinerja keuangan terbaru Apple! Gak main-main, Indonesia masuk dalam jajaran pasar yang mencatat pertumbuhan dua digit yang super moncer.

Sinyal positif ini seolah menegaskan kalau pesona iPhone dan kawan-kawan di tanah air makin gak ada lawan, guys.

Pernyataan ini meluncur langsung dari mulut para bos besar Apple dalam sesi paparan kinerja keuangan. Chief Financial Officer Apple, Kevan Parekh, secara eksplisit menyebutkan kalau mereka tumbuh baik di berbagai pasar, baik yang sudah maju (developed) maupun yang sedang berkembang (emerging).

CEO Apple, Tim Cook, juga mengamini hal serupa dan khusus menyoroti potensi pasar seperti India dan Indonesia yang didorong oleh meningkatnya kelas menengah dan banyaknya pengguna baru.

Performa Apple Lagi ‘Wangi-wanginya’ Secara Global

Penyebutan nama Indonesia ini muncul di saat performa Apple memang lagi berada di fase terkuatnya secara global.

Dalam laporan keuangan teranyar untuk kuartal Maret 2026, Apple berhasil mencatat pendapatan fantastis sebesar 111,2 miliar dollar AS (sekitar Rp1.881 triliun).

Angka gila ini naik 17% secara tahunan dan mencetak rekor baru untuk periode tersebut. Dari total pendapatan itu, penjualan produk fisik menyumbang 80,2 miliar dollar AS (sekitar Rp1.357 triliun).

Gak cuma dari jualan HP dan laptop, lini layanan (services) Apple juga makin cuan. Lini ini, yang mencakup App Store, Apple Music, hingga iCloud, berhasil menghasilkan pendapatan sebesar 31 miliar dollar AS (sekitar Rp524 triliun), naik 16%.

Laba bersih Apple pun ikut melonjak drastis mencapai 29,6 miliar dollar AS (sekitar Rp500 triliun), naik 22% dibanding tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, basis pengguna aktif perangkat Apple kini tembus lebih dari 2,5 miliar unit di seluruh dunia, angka tertinggi sepanjang sejarah perusahaan asal Cupertino ini.

iPhone 17 Jadi ‘Gendongan’ Utama Pertumbuhan

Kalau ngomongin produk, iPhone jelas masih jadi “mesin uang” utama buat Apple. Pendapatan dari sektor iPhone tercatat mencapai 57 miliar dollar AS (sekitar Rp964 triliun), naik 22% secara tahunan.

Pertumbuhan signifikan ini didorong penuh oleh performa gila seri iPhone 17 terbaru yang sukses memikat hati banyak pengguna.

Kerennya lagi, tingkat kepuasan pengguna iPhone 17 di AS bahkan menyentuh angka 99%, menurut survei terbaru. Selain iPhone, lini komputer Mac juga mencatat pendapatan 8,4 miliar dollar AS (sekitar Rp142 triliun), naik 6% secara tahunan berkat peluncuran MacBook Neo.

iPad pun gak mau ketinggalan dengan pendapatan 6,9 miliar dollar AS (sekitar Rp 116 triliun), naik 8% berkat model terbaru berbasis chip A16 dan M5.

Data-data ini menunjukkan kalau Apple berhasil melakukan penetrasi kuat, terutama di kalangan pengguna baru di pasar berkembang.

Apple Gak Cuma Jualan, Tapi Juga ‘Gaskeun’ Bangun Ekosistem di Indonesia

Di Indonesia sendiri, langkah Apple ternyata gak cuma sebatas jualan produk doang, lho. Perusahaan ini juga makin serius memperluas investasinya demi membangun ekosistem jangka panjang.

Mulai dari rencana investasi gila senilai 1 miliar dollar AS (sekitar Rp16,9 triliun) hingga pengembangan talenta developer lokal. Apple diketahui telah menghadirkan berbagai program keren seperti Apple Developer Academy dan Apple Developer Institute di tanah air.

Program-program ini fokus banget pada pengembangan talenta di bidang teknologi masa depan, seperti kecerdasan buatan (AI), pengembangan aplikasi, hingga kewirausahaan digital.

Pada April lalu, Apple baru aja meresmikan lima Apple Developer Institute di sejumlah kota strategis, tersebar di Surabaya, Tangerang, Batam, dan Jakarta.

Program pembelajarannya terbuka buat pelajar, calon developer, hingga profesional. Langkah ini membuktikan kalau Apple gak cuma melihat Indonesia sebagai pasar penjualan, tapi juga sebagai bagian dari strategi jangka panjangnya.

Statement:

Kevan Parekh, Chief Financial Officer Apple

“Kami tumbuh baik di pasar developed maupun emerging, dengan pertumbuhan dua digit di banyak negara berkembang, termasuk India dan Indonesia.”

3 Poin Penting:

  1. Indonesia Jadi Pasar Kunci: Nama Indonesia disebut langsung oleh bos besar Apple dalam laporan kinerja terbaru sebagai salah satu pasar berkembang (emerging market) yang mencatat pertumbuhan dua digit.

  2. Performa Keuangan Rekor: Apple secara global mencatat rekor pendapatan baru sebesar 111,2 miliar dollar AS pada kuartal Maret 2026, dengan basis pengguna aktif perangkat tembus 2,5 miliar unit.

  3. Investasi Jangka Panjang: Apple memperluas investasinya di Indonesia gak cuma lewat penjualan, tapi juga dengan membangun ekosistem talenta teknologi melalui Apple Developer Academy dan Apple Developer Institute.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan