Ada kejadian yang bikin dahi berkerut sekaligus menutup hidung nih, Sobat! Kantor Kelurahan Kebalen di Kecamatan Babelan, Bekasi, mendadak berubah wajah menjadi tempat pembuangan sampah dadakan pada Senin (29/12/2025) siang.
Bukannya melayani warga dengan rapi, halaman kantor pemerintahan ini justru dipenuhi puluhan gerobak sampah rumah tangga yang isinya ditumpahkan begitu saja hingga menggunung dan menimbulkan bau menyengat yang luar biasa.
Aksi “nyeleneh” ini ternyata bukan tanpa alasan, gaes. Puluhan penarik gerobak sampah ini sengaja melakukan aksi protes terbuka karena merasa dipojokkan oleh keadaan.
Sampah-sampah dari permukiman warga terus menumpuk setiap hari, namun mereka tidBukannya melayani warga dengan rapi, halaman kantor pemerintahan ini justru dipenuhi puluhan gerobak sampah rumah tangga yang isinya ditumpahkan begitu saja hingga menggunungak lagi punya tempat untuk membuangnya.
Alhasil, kantor kelurahan yang menjadi simbol pelayanan publik pun menjadi sasaran tumpahan kekecewaan mereka yang sudah di ujung tanduk.
Protes Keras Penutupan TPS Liar Tanpa Solusi Alternatif
Usut punya usut, gerakan ini dipicu oleh penutupan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) ilegal oleh Plt Bupati Bekasi bersama aparat setempat pada hari yang sama.
Masalahnya, penutupan tersebut dianggap tidak dibarengi dengan kejelasan lokasi pembuangan pengganti.
Para penarik sampah merasa berada di posisi serba salah; jika tidak diangkut warga komplain, namun jika diangkut mereka tidak tahu harus membuang sampah tersebut ke mana karena akses ke TPS biasa sudah disegel.
Penutupan TPS liar yang berada di dekat bantaran sungai itu memang dilakukan demi lingkungan, apalagi lokasinya sempat viral karena diduga memicu banjir dan pencemaran.
Namun bagi para penarik sampah, kebijakan ini terasa seperti “mencekik” mata pencaharian mereka tanpa ada jalan keluar yang nyata.
Mereka menuntut pemerintah daerah tidak hanya tegas dalam menutup, tetapi juga gercep dalam menyediakan fasilitas pembuangan yang legal dan berkelanjutan.
Dinas Lingkungan Hidup Turun Tangan Atasi Sampah Darurat
Menanggapi aksi kiriman sampah tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi akhirnya menurunkan satu unit mobil bak sampah sebagai langkah tanggap darurat.
Petugas mulai mengangkut tumpukan sampah yang berserakan di halaman kantor kelurahan agar pelayanan publik bisa kembali berjalan normal.
Meski begitu, langkah ini dinilai masyarakat hanya sebagai solusi jangka pendek atau “pemadam kebakaran” saja tanpa menyentuh akar permasalahan yang sebenarnya.
Pihak DLH menegaskan bahwa penutupan TPS liar adalah harga mati karena operasionalnya melanggar aturan lingkungan dan tidak memiliki izin resmi.
Pemerintah daerah mengeklaim sudah menyiapkan skema pengangkutan, namun di lapangan, para penarik sampah merasa mekanisme tersebut belum berjalan efektif.
Kebuntuan komunikasi inilah yang akhirnya meledak menjadi aksi unjuk rasa dengan media sampah di depan kantor kelurahan.
Ancaman Aksi Lanjutan Jika Solusi Permanen Belum Ada
Hingga Selasa siang, sisa-sisa tumpukan sampah kabarnya masih terlihat di area kelurahan.
Para penarik gerobak memberikan sinyal kuat bahwa mereka tidak ragu untuk kembali melakukan aksi serupa jika pemerintah tidak segera menghadirkan solusi permanen.
Mereka butuh skema pengangkutan yang jelas, mulai dari penyiagaan bak sampah resmi (armada) hingga jadwal pengangkutan rutin yang tidak bikin sampah menumpuk di rumah warga.
Kejadian di Kebalen ini menjadi pengingat keras bagi pemerintah daerah bahwa penegakan aturan lingkungan harus berjalan beriringan dengan penyediaan infrastruktur.
Tanpa adanya TPS resmi yang memadai, masalah sampah ilegal bakal terus berulang layaknya lingkaran setan.
Anak muda Bekasi pun kini ikut memantau, berharap agar Babelan bisa kembali bersih tanpa harus ada drama buang sampah di kantor pemerintahan lagi ke depannya.
Statement:
Syarifudin, Ketua Kelompok Masyarakat Pemilah Sampah (KMPS) Kelurahan Kebalen
“TPS sudah ditutup, kami dilarang buang ke sana. Sampah dari rumah warga terus ada. Kalau tidak dibuang, menumpuk di rumah warga. Kami datang ke kelurahan ini minta solusi. Kemarin TPS ditutup oleh Plt Bupati, camat, dan lurah. Anak-anak mau buang sampah lagi, saya larang karena sudah ditutup. Saya bilang, datang saja ke kelurahan, minta solusinya.”
3 Poin Penting:
-
Aksi Protes Massa: Penarik sampah membuang puluhan gerobak sampah di halaman Kantor Kelurahan Kebalen sebagai bentuk protes atas penutupan TPS liar tanpa solusi alternatif.
-
Akar Permasalahan: Kebijakan penutupan TPS ilegal di bantaran sungai oleh Pemkab Bekasi tidak disertai dengan penyediaan lokasi pembuangan sampah resmi bagi warga.
-
Solusi Sementara: Dinas Lingkungan Hidup mulai mengangkut sampah di lokasi aksi, namun warga menuntut solusi permanen berupa sistem pengangkutan sampah yang terjadwal dan legal.


![polusi udara [dok. freepik]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/68ee2666746a1-300x200.jpg)
