Search

Mbappe Pecahkan Rekor Gol CR7 di Tengah Tragedi Kekalahan Memalukan Real Madrid

Sabtu, 31 Januari 2026

Kylian Mbappe (Getty images)

Kylian Mbappe baru saja mengukir tinta emas dalam sejarah sepak bola Eropa meski suasana di ruang ganti Real Madrid sedang mendung gelap. Striker andalan Prancis ini sukses mencetak gol ke-12 dan ke-13 miliknya di Liga Champions musim ini saat laga melawan Benfica, Kamis (29/1/2026).

Pencapaian ini membuat Mbappe resmi melewati rekor legendaris CR7 yang sudah bertahan hampir satu dekade sejak musim 2015/16.

Namun, rekor individu yang mentereng ini terasa hambar karena Real Madrid harus menelan pil pahit setelah dihajar 2-4 oleh wakil Portugal tersebut.

Kekalahan ini bukan sekadar soal skor, tapi juga soal harga diri El Real yang harus rela terlempar dari posisi delapan besar klasemen.

Alih-alih melenggang santai ke babak knockout, sang raja Eropa kini harus berjuang lewat jalur yang lebih terjal agar tidak benar-benar angkat koper lebih awal dari turnamen kasta tertinggi ini.

Debat Format Baru dan Bayang-bayang Rekor Cristiano Ronaldo

Keberhasilan Mbappe melampaui koleksi 11 gol Ronaldo dalam satu fase grup/klasifikasi memicu perdebatan panas di kalangan penggemar sepak bola. Sebagian pihak menilai pencapaian Mbappe “terbantu” oleh perubahan format Liga Champions yang berlaku sejak musim 2024/25.

Jika dulu Ronaldo hanya punya enam pertandingan untuk mencetak rekor, kini Mbappe memiliki jatah delapan pertandingan di babak klasifikasi, yang secara matematis memberinya peluang lebih besar untuk menambah pundi-pundi gol.

Terlepas dari perdebatan soal jumlah pertandingan, konsistensi Mbappe di depan gawang memang sulit dibantah. Saat ini, ia memimpin daftar pencetak gol terbanyak dengan total 13 gol, unggul jauh dari Harry Kane yang menguntit di posisi kedua dengan selisih lima gol.

Mbappe membuktikan bahwa ia adalah mesin gol paling mematikan di benua biru, meskipun performa kolektif timnya sedang berada di titik nadir yang mengkhawatirkan.

Pernyataan Keras Mbappe Soal Aib Real Madrid di Lisbon

Pasca laga, raut wajah Mbappe sama sekali tidak menunjukkan kegembiraan meski baru saja membuat sejarah baru. Ia justru meluapkan kekecewaannya terhadap performa lini pertahanan Real Madrid yang tampil ceroboh di markas Benfica.

Baginya, mencetak gol tidak ada artinya jika tim harus kebobolan empat kali dalam satu pertandingan krusial. Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi skuad asuhan Carlo Ancelotti yang biasanya tampil dominan di kompetisi ini.

Pemain kelahiran 1998 ini secara terbuka menyebut performa timnya sebagai sebuah “aib” yang tidak pantas dialami oleh klub sebesar Real Madrid. Finis di luar delapan besar dianggap sebagai konsekuensi logis dari buruknya permainan mereka di lapangan.

Kini, beban berat ada di pundak seluruh skuad untuk melakukan perubahan besar-besaran sebelum babak selanjutnya dimulai, agar sejarah individu Mbappe tidak terkubur oleh kegagalan kolektif tim.

Jalan Terjal Menuju Babak Gugur Tanpa Jalur Prioritas

Real Madrid kini menghadapi realitas pahit karena gagal mengamankan tiket langsung ke babak 16 besar.

Akibat terlempar dari posisi delapan besar, mereka harus melewati babak play-off tambahan yang tentu saja menguras fisik dan mental para pemain di tengah jadwal yang padat.

Ini adalah situasi yang sangat tidak biasa bagi klub yang telah memenangkan 15 trofi Liga Champions sepanjang sejarah mereka.

Kegagalan ini menjadi bahan evaluasi besar bagi manajemen klub untuk melihat sejauh mana ketergantungan mereka pada sosok Mbappe. Meskipun sang megabintang terus mencetak gol, keseimbangan tim tetap menjadi kunci utama jika ingin kembali merajai Eropa.

Tantangan berikutnya bagi Madrid adalah membuktikan bahwa mereka masih memiliki mental juara untuk bangkit dari keterpurukan dan tidak membiarkan musim 2026 berakhir tanpa gelar bergengsi.

Statement:

Kylian Mbappe

“Apa yang terjadi hari ini tidak biasa. Gol keempat yang kami terima adalah aib bagi kami. Real Madrid harus berubah. Finis di luar delapan besar adalah konsekuensi yang harus kami terima.”

3 Poin Penting:

  • Kylian Mbappe memecahkan rekor Cristiano Ronaldo dengan mencetak 13 gol di babak klasifikasi Liga Champions dalam satu musim.

  • Real Madrid gagal masuk delapan besar klasemen Liga Champions setelah kalah memalukan 2-4 dari Benfica.

  • Kritik muncul terkait format baru Liga Champions yang memberikan lebih banyak pertandingan (8 laga) dibandingkan format lama (6 laga) bagi pemain untuk memecahkan rekor.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan