Masih ingat dengan Suderajat alias Jajat, penjual es gabus asal Bojonggede yang sempat viral karena diduga dianiaya aparat? Belakangan, publik dibuat heboh karena keterangannya yang berubah-ubah saat diinterogasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Namun, teka-teki di balik sikap “bohong” Jajat akhirnya terjawab. Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani, mengungkapkan fakta medis yang cukup mengejutkan mengenai kondisi psikologis sang pedagang es tersebut.
Berdasarkan hasil asesmen lintas instansi, Suderajat dan istrinya terindikasi memiliki disabilitas mental. Kondisi ini diduga kuat merupakan gangguan mental pascatrauma yang membuat kemampuan komunikasi verbal mereka menurun drastis.
Itulah alasan mengapa saat ditanya oleh KDM dalam video YouTube, jawaban Jajat sering tidak konsisten dan terkesan mengarang cerita, yang sebenarnya adalah dampak dari keterbatasan kognitif dan tekanan mental yang ia alami.
Polemik Status Rumah dan Drama Kontrakan Rp800 Ribu
Salah satu momen yang bikin KDM geram adalah pengakuan Jajat soal biaya kontrakan. Jajat mengaku harus membayar Rp800 ribu per bulan dan menunggak cukup lama.
Padahal, Ketua RW setempat membongkar fakta bahwa Jajat sudah tinggal selama 19 tahun di rumah sendiri pemberian almarhum orang tuanya. KDM bahkan sempat menegur Jajat karena dianggap “berdosa” tidak mengakui warisan rumah dari orang tuanya sendiri.
Camat Tenny kemudian meluruskan informasi yang simpang siur tersebut. Ternyata, Jajat memang benar sedang tinggal di kontrakan, tapi itu bersifat sementara.
Rumah pribadinya sedang diperbaiki melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) karena sempat roboh akibat cuaca ekstrem.
Jadi, Jajat tidak berbohong soal tinggal di kontrakan, hanya saja ia kesulitan menjelaskan alasan di balik keberadaannya di sana secara runtut dan lengkap.
Tekanan Mental dan Trauma Akibat Viralitas yang Masif
Kondisi psikologis Jajat disebut-sebut semakin parah setelah kejadian dugaan penganiayaan dan ramainya orang yang mendatangi rumahnya.
Sebagai orang dengan indikasi disabilitas mental, Jajat tidak terbiasa menghadapi sorotan publik dan kerumunan orang banyak.
Hal ini memicu trauma mendalam yang membuat proses komunikasinya semakin sulit, sehingga informasi yang ia sampaikan kepada para donatur sering kali tidak akurat.
Selain soal rumah, Jajat juga sempat dituding berbohong soal biaya sekolah anaknya yang disebut nunggak Rp1,5 juta di sekolah negeri. Kenyataannya, sang anak bersekolah di swasta dengan biaya Rp200 ribu per bulan.
Ketidakmampuan Jajat dalam mengelola data dan angka inilah yang sering disalahartikan sebagai niat buruk untuk menipu, padahal ia memang membutuhkan perhatian khusus dan pendampingan psikologis yang intens.
Banjir Bantuan Hingga Rp110 Juta dan Hadiah Umrah
Meski penuh drama, keberuntungan tetap berpihak pada keluarga Suderajat. Hingga akhir Januari 2026, total bantuan yang masuk mencapai angka Rp110 juta lebih.
Donasi ini datang dari berbagai pihak, mulai dari Kapolres Metro Depok, para influencer TikTok, hingga staf Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Jajat bahkan mendapatkan hadiah umrah gratis untuk dirinya dan sang istri dari Aisar Khaled.
Dedi Mulyadi sendiri memberikan bantuan total Rp35 juta untuk modal usaha dan biaya renovasi rumah. Mengingat kondisi mental Jajat, KDM berpesan agar bantuan besar ini dikelola dengan jujur dan bijak.
Fakta mengenai disabilitas mental ini diharapkan bisa meredam sentimen negatif publik dan mengubah perspektif masyarakat agar lebih berempati terhadap kondisi kesehatan mental para penerima bantuan di masa depan.
Statement:
Tenny Ramdhani, Camat Bojonggede
“Hasil dari asesmen kami, itu terdapat indikasi disabilitas, baik pada Pak Suderajat maupun istrinya. Kondisi itu diperparah oleh trauma setelah peristiwa dugaan penganiayaan dan banyaknya orang yang datang ke rumahnya. Jadi Pak Suderajat itu memerlukan perhatian khusus memang.”
3 Poin Penting:
-
Suderajat dan istrinya terindikasi mengalami disabilitas mental pascatrauma, yang menyebabkan komunikasi mereka tidak konsisten dan sering dianggap berbohong.
-
Status rumah Suderajat adalah milik sendiri (warisan), namun ia sedang mengungsi di kontrakan karena rumah pribadinya tengah direnovasi lewat program Rutilahu.
-
Total bantuan yang diterima Suderajat mencapai lebih dari Rp110 juta, termasuk satu unit motor, modal usaha, dan paket umrah gratis dari berbagai donatur.

![mahasiswa itb viral [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/lagu-berjudul-erika-yang-dibawakan-mahasiswa-tersebut-mengandung-lirik-eksplisit-dan-dianggap-melecehkan-perempuan-memicu-perdebatan-soal-budaya-internal-himpunan-kampus-bergengsi-at-ipoopbased-UCrKF-300x169.webp)
![orang makan kripik singkong [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/hamil-makan-kripik-121023c-300x169.jpg)
![pelaku pelecehan mahasiswa ui [dok. tiktok]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/16-mahasiswa-fh-ui-yang-diduga-jadi-pelaku-pelecehan-seksual-saat-disidang-terbuka-di-hadapan-mahasiswa-fh-ui-300x169.webp)