Search

Selamat Tinggal Mal dan Kantor: Investor Properti Kini Lirik Sektor Ekonomi Baru

Rabu, 11 Februari 2026

Ilustrasi properti (Ciputra grup)

Dunia properti global lagi mengalami pergeseran besar yang bikin strategi lama jadi ketinggalan zaman. Kalau dulu investasi properti selalu identik dengan pembangunan mal mewah atau gedung perkantoran pencakar langit, sekarang trennya sudah jauh berubah.

Perubahan teknologi yang cepat dan digitalisasi yang masif memaksa para pemodal untuk memutar otak dan mencari celah baru di sektor yang lebih segar dan relevan dengan gaya hidup masa kini.

Fenomena ini dikenal dengan istilah New Economy dalam sektor properti. Para pakar melihat bahwa jenis aset yang dulunya dianggap remeh atau hanya sekadar pelengkap, kini justru naik kelas menjadi primadona di mata investor global.

Tren ini membuktikan bahwa properti bukan lagi soal membangun fisik bangunan yang megah saja, melainkan tentang bagaimana bangunan tersebut bisa menjawab kebutuhan ekosistem digital dan perubahan struktur sosial masyarakat dunia.

Mengenal Perbedaan Old Economy dan Primadona Baru di Pasar Properti

Head of Research & Consultancy CBRE, Anton Sitorus, menjelaskan bahwa kita sedang meninggalkan era Old Economy.

Sektor-sektor seperti perumahan konvensional, apartemen, hotel, hingga pusat perbelanjaan mulai dianggap sebagai pemain lama yang pertumbuhannya cenderung stabil namun tidak lagi eksklusif.

Sebaliknya, ekonomi baru membawa kebutuhan akan infrastruktur pendukung yang jauh lebih canggih dan spesifik mengikuti perkembangan zaman yang serba cepat.

Beberapa aset yang kini menjadi bintang baru di antaranya adalah data center, fasilitas healthcare, hingga pergudangan logistik modern yang mendukung aktivitas belanja daring.

Selain itu, muncul pula ketertarikan besar pada living sectoryang lebih personal. Perubahan ini dipicu oleh kebutuhan ruang yang mampu menunjang produktivitas digital sekaligus menyediakan fasilitas kesehatan yang terintegrasi secara mumpuni dalam satu kawasan.

Fenomena Senior Living dan Asia Sebagai Destinasi Masa Tua Favorit

Salah satu subsektor yang pertumbuhannya sangat menjanjikan adalah hunian untuk lansia atau yang populer disebut senior living.

Seiring dengan meningkatnya populasi lansia di dunia (aging population), banyak orang tua di negara-negara Barat yang kini lebih memilih untuk hidup mandiri di lingkungan khusus ketimbang tinggal bersama anak cucu.

Hal ini memicu permintaan tinggi terhadap konsep retirement village yang menawarkan fasilitas lengkap bagi para pensiunan.

Menariknya, kawasan Asia kini menjadi magnet utama bagi para pensiunan dari Eropa, Amerika, hingga Australia.

Faktor iklim yang hangat sepanjang tahun, biaya hidup yang lebih kompetitif, serta kualitas layanan kesehatan yang terus meningkat membuat negara-negara di Asia dianggap sebagai tempat ideal untuk menikmati masa tua.

Tren ini membuka peluang investasi besar bagi pengembang properti di Asia untuk membangun kawasan hunian khusus lansia dengan standar internasional.

Adaptasi Investor Menghadapi Perubahan Gaya Hidup Global

Pergeseran minat ini menunjukkan bahwa investor kini jauh lebih selektif dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.

Mereka tidak lagi hanya mengejar prestise, melainkan melihat data nyata tentang bagaimana orang-orang ingin menghabiskan waktu dan uang mereka di masa depan.

Adaptasi terhadap model New Economy menjadi harga mati bagi para pemain properti jika tidak ingin tergilas oleh perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin dinamis.

Munculnya kelas aset baru ini juga memberikan warna baru bagi ekonomi kawasan yang mampu menangkap peluang tersebut. Dengan semakin banyaknya pensiunan mancanegara yang masuk ke Asia, sektor pariwisata dan jasa kesehatan pun ikut terdongkrak.

Properti kini benar-benar bertransformasi menjadi sebuah layanan terintegrasi yang tidak hanya menyediakan tempat bernaung, tetapi juga solusi atas tantangan demografi dan kemajuan teknologi dunia yang tak terbendung.

Statement:

Anton Sitorus, Head of Research & Consultancy CBRE

“New Economy in property sector itu adalah sektor-sektor yang berkembang sesuai dengan kondisi zaman dan ekonomi yang berkembang sekarang ini. Old Economy itu seperti perumahan, gedung kantor, pusat perbelanjaan, apartemen, hotel. Seiring dunia makin tua, aging population, berkembang tuh yang namanya senior living. Orang-orang Barat itu mencari tempat di negara-negara Asia yang lebih hangat untuk masa tua mereka.”

3 Poin Penting;

  • Investasi properti mulai bergeser dari model Old Economy (mal dan kantor) menuju New Economy yang lebih adaptif terhadap digitalisasi.

  • Sektor data center, logistik modern, dan healthcare menjadi aset baru yang paling diincar oleh investor global.

  • Tren senior living dan retirement village di Asia meningkat tajam seiring banyaknya pensiunan Barat yang mencari hunian mandiri dengan iklim hangat.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan