Ramadan Vibes di Dubai: Jam Sekolah Dipangkas Biar Puasa Tetap Chill

Jumat, 13 Februari 2026

Siswa di EUA (ist)

Bulan suci Ramadan sebentar lagi tiba, dan buat para pelajar di Uni Emirat Arab (UEA), ada kabar yang pastinya bikin suasana puasa makin adem.

Pemerintah setempat baru saja menginstruksikan seluruh sekolah swasta untuk mengubah jam pelajaran normal mereka.

Nggak ada lagi drama sekolah sampai sore yang bikin lemas, karena durasi jam sekolah selama bulan Ramadan tahun ini dibatasi maksimal cuma lima jam saja setiap harinya.

Kebijakan ini diambil bukan tanpa alasan, lho. Otoritas pendidikan di sana pengen memastikan kesejahteraan fisik dan mental para siswa serta staf pengajar tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa.

Dengan jam belajar yang lebih singkat, para siswa punya waktu lebih banyak buat beristirahat sekaligus fokus menjalankan ibadah bareng keluarga di rumah tanpa harus merasa kelelahan karena jadwal akademik yang padat.

Bebas Kelas Olahraga Demi Kesehatan dan Keselamatan Siswa

Selain pemangkasan jam belajar, Otoritas Pengetahuan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (KHDA) juga memberikan arahan khusus soal kegiatan fisik.

Para siswa yang sedang berpuasa bakal dibebaskan dari kelas olahraga atau pendidikan jasmani demi alasan kesehatan dan keselamatan.

Sebagai gantinya, pihak sekolah diminta menyediakan kegiatan pembelajaran alternatif yang lebih santai tapi tetap edukatif jika memang diperlukan.

Khusus untuk hari Jumat, aturannya makin fleksibel lagi demi mendukung ketaatan beribadah. Seluruh kegiatan di sekolah swasta wajib berakhir paling lambat pukul 11.30 siang.

Kebijakan ini diberlakukan supaya baik siswa maupun staf pengajar punya waktu yang cukup untuk bersiap-siap dan melaksanakan salat Jumat tepat waktu tanpa perlu terburu-buru meninggalkan lingkungan sekolah.

Komitmen Lingkungan Belajar Seimbang di Bulan Suci

Pihak otoritas menekankan bahwa langkah ini adalah bentuk komitmen mereka dalam menciptakan lingkungan belajar yang seimbang.

Mereka ingin pengalaman pendidikan di Dubai tetap berkualitas, tapi tetap selaras dengan semangat Ramadan yang penuh kedamaian dan refleksi diri.

Pedoman kehadiran ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup para civitas akademika selama bulan suci berlangsung tanpa mengurangi esensi dari pembelajaran itu sendiri.

Mengenai kapan tepatnya awal puasa dimulai, masyarakat masih menunggu hasil pemantauan hilal. Pusat Astronomi Internasional menyebutkan bahwa hilal kemungkinan besar sulit terlihat pada Selasa, 17 Februari 2026.

Jika hilal memang tidak nampak pada hari ke-29 bulan Syaban tersebut, maka bulan Syaban akan digenapkan menjadi 30 hari, yang artinya Ramadan diprediksi baru akan dimulai pada hari Kamis, 19 Februari 2026.

Menanti Hilal Ramadan dan Variasi Kalender Hijriah

Perlu dipahami bahwa dalam kalender Hijriah, awal bulan baru sangat bergantung pada penampakan bulan sabit pertama atau hilal.

Hal inilah yang terkadang menyebabkan adanya sedikit perbedaan awal puasa di berbagai wilayah karena perbedaan posisi geografis saat pengamatan.

Namun, prediksi astronomi ini sangat membantu masyarakat dan instansi pendidikan di UEA untuk mulai melakukan persiapan matang sejak dini.

Perubahan jam sekolah di Uni Emirat Arab ini bisa jadi inspirasi buat kita semua tentang betapa pentingnya keseimbangan antara kewajiban duniawi dan spiritual.

Dengan aturan yang ramah bagi orang berpuasa, semangat belajar diharapkan nggak akan luntur, justru makin produktif karena tubuh nggak dipaksa kerja rodi.

Jadi, buat kalian yang juga lagi nunggu Ramadan, sudah siap menyambut bulan penuh berkah ini dengan energi positif belum?

3 Poin Penting:

  • Sekolah swasta di UEA wajib membatasi jam pelajaran maksimal 5 jam per hari selama bulan Ramadan 2026.

  • Siswa yang berpuasa dibebaskan dari kelas olahraga, dan sekolah di hari Jumat wajib berakhir pukul 11.30 siang.

  • Awal Ramadan 2026 di wilayah tersebut diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari, menunggu hasil final pengamatan hilal.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir