Kawasan Tanah Abang kembali menjadi pusat perhatian publik, namun sayangnya bukan karena tren fesyen terbaru. Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh aksi nekat sejumlah oknum juru parkir (jukir) liar yang mematok tarif tidak masuk akal hingga menyentuh angka 100 ribu rupiah untuk satu unit mobil.
Fenomena “getok harga” ini jelas membuat para pengunjung yang ingin berbelanja kebutuhan menjelang Ramadan merasa resah dan tidak nyaman saat berkunjung ke pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Merespons kegaduhan tersebut, Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, langsung memberikan pernyataan tegas di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Pria yang akrab disapa Bang Rano ini memastikan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam melihat praktik pungutan liar yang mencederai citra pariwisata dan perdagangan Jakarta.
Koordinasi lintas instansi telah dilakukan untuk menyapu bersih para preman berkedok jukir yang mencoba mengambil keuntungan pribadi di tengah keramaian musim belanja tahunan ini.
Sinergi Aparat Gabungan untuk Penertiban Skala Besar
Langkah konkret mulai terlihat dengan turunnya personel gabungan yang terdiri dari Satpol PP, kepolisian, hingga unsur TNI ke titik-titik rawan di Tanah Abang.
Tidak hanya aparat keamanan standar, Satpol PP khusus pariwisata juga dikerahkan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Bang Rano optimis bahwa dalam waktu dekat, situasi di lapangan akan kembali kondusif dan tertib sehingga warga bisa berbelanja dengan tenang tanpa dihantui tarif parkir siluman.
Meski memahami bahwa kepadatan di Tanah Abang merupakan fenomena rutin setiap menjelang Idul Fitri, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan tidak ada ruang toleransi bagi pelanggaran hukum.
Penindakan tegas berupa penangkapan hingga pembinaan dilakukan sebagai efek jera bagi para pelaku. Upaya ini diharapkan dapat mengurai kesemrawutan yang sering kali dipicu oleh parkir liar yang memakan badan jalan dan memperparah kemacetan di jantung Jakarta Pusat.
Delapan Oknum Jukir Liar Diamankan Pihak Kepolisian
Aksi cepat tanggap kepolisian membuahkan hasil dengan diringkusnya delapan pria yang terindikasi melakukan pungli massal di kawasan tersebut.
Para oknum ini diketahui mematok tarif fantastis, yakni 100 ribu rupiah untuk mobil dan 60 ribu rupiah untuk sepeda motor.
Meski beberapa sempat mencoba melarikan diri saat digerebek, petugas berhasil mengamankan mereka untuk dimintai keterangan lebih lanjut di Polsek Tanah Abang guna memutus rantai premanisme di wilayah tersebut.
Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, menjelaskan bahwa tindakan ini diambil sebagai langkah preventif agar isu viral tersebut tidak meluas dan menciptakan opini negatif di masyarakat.
Saat ini, pihak kepolisian tengah mendalami apakah perbuatan para pelaku memenuhi unsur pidana untuk diproses secara hukum atau cukup diberikan pembinaan intensif.
Fokus utama petugas saat ini adalah menciptakan situasi kondusif di tengah lonjakan volume pengunjung yang mulai memadati Pasar Tanah Abang.
Komitmen Pemprov Jakarta Menjaga Kenyamanan Publik
Pemerintah menyadari bahwa keunikan Jakarta sering kali dibarengi dengan dinamika sosial yang kompleks seperti masalah parkir liar. Namun, keunikan tersebut tidak boleh dijadikan alasan bagi para oknum untuk melegalkan praktik pungli yang merugikan warga.
Pengawasan ketat akan terus dilakukan secara konsisten, terutama di lokasi-lokasi strategis yang memiliki potensi kerawanan tinggi selama libur panjang dan masa persiapan hari raya.
Melalui penertiban yang terukur, Bang Rano berharap ekosistem ekonomi di Tanah Abang dapat tumbuh sehat tanpa gangguan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Masyarakat juga diimbau untuk selalu waspada dan tidak ragu melaporkan segala bentuk pemerasan di ruang publik kepada pihak berwajib.
Dengan kolaborasi antara warga dan pemerintah, Jakarta diharapkan bisa menjadi kota yang lebih tertib, transparan, dan ramah bagi semua kalangan penggunanya.
Statement:
Rano Karno, Wakil Gubernur Jakarta
“Pasti Satpol PP, Polisi juga sudah turun, teman-teman dari TNI juga sudah turun. Kemudian kita juga ada pamong-pamong Satpol PP khusus pariwisata juga sudah turun. Ya mudah-mudahan nanti, saya yakin dalam 2-3 hari akan jauh lebih tertib.”
3 Poin Penting:
-
Wagub Jakarta Rano Karno memerintahkan penertiban jukir liar di Tanah Abang yang mematok tarif mobil hingga Rp 100.000.
-
Personel gabungan (Satpol PP, Polri, TNI) telah dikerahkan untuk mengamankan lokasi dan mengurai kemacetan akibat parkir liar.
-
Polsek Tanah Abang telah menangkap 8 pria yang diduga melakukan pungli untuk menjalani pemeriksaan dan pembinaan.



