Industri pertambangan Indonesia kembali bikin bangga di kancah global.
Baru-baru ini, Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) mengungkapkan bahwa PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi menjadi salah satu perusahaan di tanah air yang memiliki sertifikasi Copper Mark.
Sertifikat ini bukan sekadar pajangan, melainkan simbol bahwa praktik tambang yang dilakukan sudah memenuhi standar internasional yang sangat ketat dan bertanggung jawab.
Copper Mark sendiri adalah kerangka sertifikasi dunia yang fokus pada produksi logam secara bertanggung jawab dari sisi lingkungan, sosial, dan tata kelola atau yang sering kita sebut ESG.
Untuk mendapatkan label bergengsi ini, sebuah perusahaan harus lulus penilaian independen terhadap 33 kriteria yang super detail.
Langkah PTFI ini membuktikan bahwa perusahaan tambang lokal bisa banget bersaing dan diakui secara global dalam hal kualitas dan integritas.
Standar Ketat ESG dan Komitmen Pertambangan yang Bertanggung Jawab
Ketua Umum Perhapi, Sudirman Widhy Hartono, menilai kalau sertifikasi ini adalah elemen krusial buat penerapan tata kelola pertambangan yang baik.
Perusahaan diwajibkan memenuhi syarat berat, mulai dari upaya mengurangi dampak lingkungan, menghormati hak asasi manusia, hingga meningkatkan transparansi.
Jadi, bukan cuma soal ambil hasil bumi, tapi juga gimana cara menjaga bumi dan manusia di sekitarnya tetap aman dan sejahtera.
Sertifikasi ini juga punya peran besar buat ningkatin kepercayaan para pemangku kepentingan, mulai dari konsumen, investor, hingga masyarakat luas.
Dengan adanya Copper Mark, reputasi perusahaan bakal makin meroket dan risiko operasional bisa ditekan seminimal mungkin.
Di tengah tren sustainability yang lagi digandrungi anak muda sekarang, aksi nyata PTFI ini tentu jadi poin plus buat mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Daya Saing Global dan Pemulihan Produksi Tambang Papua
Selain soal etika, Copper Mark sangat penting buat urusan daya saing di pasar internasional.
Produk tembaga yang punya sertifikasi ini bakal lebih gampang diterima oleh pasar global karena dianggap lebih “bersih” dan transparan.
Widhy menekankan bahwa aspek transparansi dan sustainability ini adalah kunci utama agar industri pertambangan kita nggak cuma jago kandang, tapi juga bisa mendominasi rantai pasok dunia.
PT Freeport Indonesia sendiri memang dikenal sebagai salah satu raksasa produsen tembaga dan emas dunia yang beroperasi di Papua Tengah.
Meski sempat mengalami kendala teknis akibat longsor pada September 2025 yang menurunkan kapasitas produksi, PTFI kini sedang dalam fase pemulihan.
Produksi bijih tembaga mereka diproyeksikan bakal kembali pulih secara bertahap pada kuartal I-2026 ini, seiring dengan optimalisasi tambang bawah tanah mereka.
Raksasa Smelter di Gresik dan Target Produksi Katoda Tembaga
Gak cuma fokus di hulu, PTFI juga makin gahar di hilir dengan memiliki smelter single line terbesar di dunia yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur.
Fasilitas keren ini punya kapasitas pengolahan hingga 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun.
Jika digabungkan dengan unit pemurnian lainnya, PTFI diprediksi mampu menghasilkan hingga 1 juta ton katoda tembaga, 50 ton emas, dan 200 ton perak setiap tahunnya.
Kehadiran smelter ini merupakan bagian dari upaya hilirisasi nasional agar Indonesia nggak cuma ekspor bahan mentah.
Dengan sertifikasi Copper Mark yang sudah dikantongi, produk katoda tembaga dari Gresik ini bakal punya nilai jual yang lebih tinggi dan kredibilitas yang diakui dunia.
Ini adalah bukti nyata bahwa industri tambang kita sudah naik kelas dan siap menghadapi tantangan ekonomi hijau di masa depan.
Statement:
Sudirman Widhy Hartono ( Ketua Umum Perhapi )
“Di Indonesia tidak banyak perusahaan pertambangan tembaga, setahu kami yang telah memiliki sertifikasi Copper Mark antara lain adalah PT Freeport Indonesia. Sertifikasi Copper Mark sangat penting terutama dalam beberapa aspek, yaitu keberlanjutan atau sustainability, transparansi, dan penerimaan pasar global dengan meningkatkan daya saing.”
3 Poin Penting:
-
Sertifikasi Internasional: PT Freeport Indonesia resmi memiliki sertifikasi Copper Mark yang menjamin praktik tambang berbasis ESG dan standar internasional.
-
Reputasi & Daya Saing: Sertifikasi ini meningkatkan kepercayaan investor dan mempermudah penetrasi produk tembaga Indonesia ke pasar global yang lebih ketat soal isu lingkungan.
-
Hilirisasi Maksimal: Melalui smelter di Gresik, PTFI mampu memurnikan 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun untuk menghasilkan katoda tembaga, emas, dan perak berkualitas tinggi.
[gas/man]



