Search

Studi: Kesehatan Mental Ayah Pengaruhi Perkembangan Anak

Kamis, 7 Agustus 2025

ayah dan anak.

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan di JAMA Pediatrics mengungkap adanya kaitan antara kondisi kesehatan mental ayah dan perkembangan anak, termasuk aspek fisik, kognitif, bahasa, hingga sosial-emosional.

Temuan ini menunjukkan bahwa tekanan mental yang dialami ayah, seperti depresi, kecemasan, atau stres, meskipun ringan, dapat berdampak pada tumbuh kembang anak dari masa bayi hingga remaja.

Penelitian ini menganalisis 84 studi sebelumnya yang memantau ribuan pasangan ayah-anak sejak masa kehamilan hingga dua tahun pascakelahiran.

Para peneliti mengecualikan partisipan dengan kondisi medis serius atau penggunaan zat adiktif, guna fokus pada dampak psikologis murni. Hasilnya, ditemukan adanya hubungan kecil namun signifikan antara tekanan mental ayah dan perkembangan anak.

Penulis utama studi, Dr. Delyse Hutchinson dari Deakin University, menegaskan bahwa tekanan mental dapat memengaruhi sensitivitas dan keterlibatan ayah dalam interaksi dengan anak.

Hal ini berdampak pada ikatan emosional dan rasa aman anak dalam lingkungan keluarga. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan bagi para ayah selama fase transisi menjadi orang tua.

Pakar lain, seperti Dr. Craig Garfield dan Dr. Arwa Nasir, turut mendukung temuan ini dengan menekankan bahwa peran ayah sangat krusial dalam membentuk kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Mereka mendorong agar kesehatan mental ayah juga diperhatikan dalam kunjungan medis perinatal, sama seperti ibu.

Penelitian ini membuka mata akan pentingnya menilai dan menjaga kesejahteraan kedua orang tua dalam fase awal kehidupan anak.

Menurut Hutchinson, tidak ada kata terlambat bagi para ayah untuk memprioritaskan kesehatan mental mereka, karena setiap tahap perkembangan anak memiliki pengaruh yang besar terhadap masa depan mereka.

Statement:

  • Peneliti

“Pria berisiko mengalami tekanan mental yang lebih tinggi selama masa transisi menjadi ayah, dengan tingkat prevalensi di antara pria selama masa perinatal setinggi 8% untuk depresi klinis, 11% untuk kecemasan, dan 6% hingga 9% untuk stres yang meningkat,”

  • Penulis senior dan profesor madya di SEED Lifespan Research Centre di Deakin University, Australia, Dr Delyse Hutchinson

“Hal ini menyoroti pentingnya mendukung para ayah jika kita ingin melihat hasil yang lebih baik bagi keluarga,”

“Tekanan mental seorang ayah dapat memengaruhi sensitivitas dan responsnya dalam berinteraksi dengan anaknya dan mengganggu keamanan keterikatan,”

“Penting bagi para ayah untuk menyadari bahwa menjadi orang tua bisa menjadi masa yang penuh tantangan dan banyak ayah yang mengalami pasang surut selama masa ini,”

“Meskipun anak-anak Anda sudah lebih besar, tidak ada kata terlambat untuk memprioritaskan kesehatan Anda (demi perkembangan anak yang lebih baik). (Karena) setiap usia dan tahap perkembangan anak itu penting, bukan hanya satu periode waktu saja,”

  • Profesor pediatri di University of Nebraska Medical Center di Omaha, Nebraska, Dr Arwa Nasir

“Penelitian tentang peran ayah dalam kehidupan anak-anak mereka sangatlah penting,”

“Saya berharap penelitian di masa mendatang juga akan memperjelas semua cara penting dan luar biasa yang dapat dilakukan ayah untuk memperkaya dan mendukung kesehatan serta perkembangan anak-anak mereka,”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan