Search

Ilmuwan Temukan Nagatitan, Dinosaurus Raksasa Terbesar di Asia Tenggara

Selasa, 26 Mei 2026

Nagatitan chaiyaphumensis (Patchanop Boonsai)

Skena paleontologi global baru saja diguncang oleh penemuan fosil purba yang sukses mencuri perhatian anak muda pencinta sejarah bumi.

Tim ilmuwan lintas negara berhasil mengidentifikasi jenis dinosaurus herbivora berleher panjang baru yang diklaim sebagai yang terbesar yang pernah ditemukan di kawasan Asia Tenggara.

Makhluk raksasa ini teridentifikasi dari sisa-sisa tulang belulang yang terkubur di tepi sebuah kolam di timur laut Thailand, setelah melalui proses analisis mendalam yang memakan waktu hingga sepuluh tahun.

Riset kolaboratif super keren ini digawangi oleh para peneliti andal dari University College London (UCL), Universitas Mahasarakham, Universitas Teknologi Suranaree, dan Museum Sirindhorn.

Para ahli dibikin takjub saat menganalisis bagian tulang belakang, tulang rusuk, panggul, hingga kaki depan spesimen ini yang panjangnya mencapai 1,78 meter alias seukuran tinggi manusia dewasa.

Penemuan epik ini menjadi bukti nyata bahwa wilayah Asia Tenggara pada jutaan tahun lalu merupakan rumah bagi monster darat yang sangat masif.

Bobot Setara Sembilan Gajah Asia dan Bergelar Titan Terakhir dari Thailand

Dinosaurus raksasa yang baru diresmikan ini diberi nama ilmiah Nagatitan chaiyaphumensis.

Nama “Naga” diambil dari ular air mitologis dalam cerita rakyat Thailand dan Asia Tenggara, sementara “Titan” merujuk pada sosok raksasa kuat dalam mitologi Yunani, dan “chaiyaphumensis” menandakan lokasi penemuannya di Provinsi Chaiyaphum.

Berdasarkan perhitungan matematis para ilmuwan, Nagatitan memiliki panjang tubuh mencapai 27 meter dengan estimasi berat mencapai 27 ton metrik, atau setara dengan bobot sembilan gajah Asia dewasa.

Nagatitan termasuk dalam silsilah keluarga sauropoda, kelompok dinosaurus pemakan tumbuhan berleher dan berekor panjang yang hidup pada periode Kapur Awal sekitar 120 juta tahun lalu.

Karakteristik tubuhnya yang super bongsor ini bahkan berhasil mengalahkan ukuran maskot Diplodocus yang terkenal di Eropa.

Para peneliti menjulukinya sebagai “titan terakhir” karena fosil ini ditemukan di formasi batuan pembawa dinosaurus termuda di Thailand sebelum wilayah tersebut berubah total menjadi lautan dangkal di akhir masa purba.

Bertahan di Lingkungan Semi Kering dan Hidup Berdampingan dengan Pemakan Daging

Kondisi lingkungan tempat hidup Nagatitan pada periode Kapur Awal cenderung kering hingga semi-kering, sebuah ekosistem yang sangat ideal bagi perkembangan kawanan sauropoda.

Hewan raksasa ini memanfaatkan luas permukaan leher dan ekor panjang mereka sebagai sistem alami untuk melepaskan panas dan mengatur suhu tubuh mereka agar tidak kepanasan.

Berdasarkan sisa sedimentasi purba, area tempat spesimen ini ditemukan dulunya merupakan sistem sungai berkelok yang dihuni oleh ikan besar, hiu air tawar, hingga buaya purba.

Kehidupan Nagatitan di masa lalu dipastikan sangat dinamis karena ia harus berbagi wilayah dengan berbagai spesies dinosaurus lainnya jaman sekarang.

Di sekelilingnya, terdapat kawanan herbivora yang lebih kecil seperti iguanodontian dan ceratopsian awal yang merupakan sepupu dekat Triceratops.

Namun, mereka juga harus tetap waspada karena wilayah sungai tersebut menjadi tempat berburu bagi predator pemakan daging raksasa dari kelompok carcharodontosauria dan spinosauria, serta reptil terbang pterosaurus.

Janji Masa Kecil yang Terwujud Lewat Teknologi Canggih Pemindaian Tiga Dimensi

Riset internasional ini tidak hanya sukses menetapkan spesies baru, tetapi juga mewujudkan impian masa kecil sang penulis utama, Thitiwoot Sethapanichsakul, untuk memberi nama dinosaurus.

Dalam proses studinya, tim UCL dan kolega dari Thailand memanfaatkan teknologi modern berupa pemindaian dan pencetakan 3D (3D printing).

Inovasi teknologi canggih ini memungkinkan para ilmuwan untuk mengumpulkan data dan mempelajari struktur spesimen secara akurat dari jarak jauh sekaligus berkontribusi mengurangi jejak karbon akibat perjalanan udara.

Bagi kamu yang penasaran ingin melihat langsung kemegahan sang titan purba ini, rekonstruksi Nagatitan seukuran aslinya kini sudah resmi dipajang di Museum Thainosaur di Asiatique, Bangkok.

Thailand sendiri kini menjelma sebagai negara dengan keanekaragaman fosil dinosaurus kasta tertinggi ketiga di Asia berkat lonjakan paleontolog generasi muda yang aktif melakukan riset.

Penemuan Nagatitan diproyeksikan membuka jalan bagi formalisasi ratusan koleksi fosil sauropoda lainnya yang saat ini masih tersimpan rapi di laboratorium redaksi.

Statement:

Thitiwoot (Perth) Sethapanichsakul, penulis sekaligus mahasiswa doktoral di UCL Earth Sciences

“Dinosaurus kami besar menurut standar kebanyakan orang, kemungkinan beratnya setidaknya 10 ton metrik lebih besar daripada Dippy si Diplodocus. Kami menyebut Nagatitan sebagai ‘titan terakhir’ Thailand karena ia ditemukan di formasi batuan pembawa dinosaurus termuda di sana. Batuan yang lebih muda kemungkinan besar tidak mengandung sisa-sisa dinosaurus karena wilayah tersebut pada saat itu telah menjadi laut dangkal. Studi ini tidak hanya menetapkan spesies baru, tetapi juga memenuhi janji masa kecil saya untuk memberi nama dinosaurus. Impian saya adalah untuk terus mendorong agar dinosaurus Asia Tenggara diakui secara internasional.”

3 Poin Penting:

  • Spesies dinosaurus herbivora raksasa baru bernama Nagatitan chaiyaphumensis resmi ditemukan di Thailand dan menjadi dinosaurus terbesar di kawasan Asia Tenggara.

  • Memiliki panjang 27 meter dan berat 27 ton metrik (setara 9 gajah Asia), sauropoda ini hidup pada periode Kapur Awal sekitar 120 juta tahun yang lalu di lingkungan semi-kering.

  • Proses analisis fosil memanfaatkan teknologi canggih pemindaian dan pencetakan 3D untuk meminimalkan jejak karbon dalam kolaborasi riset internasional antara UCL dan ilmuwan Thailand.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan