Search

Bahlil Pastikan BBM Subsidi dan LPG Aman, Prabowo Bidik Indonesia Mandiri Energi dalam 3 Tahun

Jumat, 12 Juni 2026

BBM Pertamina [dok. web]
BBM Pertamina [dok. web]

Kabar yang ditunggu masyarakat akhirnya datang. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan LPG tidak akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat.

Kepastian tersebut disampaikan di tengah sorotan publik terhadap lonjakan harga BBM nonsubsidi yang terjadi pada Juni 2026.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil dalam Konferensi Nasional (Munas) ke-18 Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, pemerintah tetap berkomitmen menjaga daya beli masyarakat melalui stabilitas harga energi yang menyentuh kebutuhan sehari-hari.

Perintah Langsung Presiden Prabowo

Bahlil menegaskan bahwa keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi dan LPG merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Langkah tersebut diambil untuk memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika harga energi global.

Pemerintah menilai subsidi energi masih menjadi instrumen penting dalam melindungi kelompok masyarakat rentan.

Karena itu, kebijakan terkait BBM subsidi dan LPG akan tetap diarahkan agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

Target Swasembada Energi Semakin Dekat

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme besar terhadap masa depan sektor energi Indonesia.

Menurutnya, pemerintah saat ini tengah bekerja keras untuk mempercepat tercapainya kemandirian energi nasional melalui berbagai program strategis di sektor hulu maupun hilir.

Prabowo bahkan memperkirakan Indonesia akan memiliki posisi yang jauh lebih kuat di sektor energi dalam tiga tahun mendatang.

Target tersebut mencakup peningkatan produksi energi domestik, penguatan infrastruktur, hingga pengurangan ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri.

Harga Pertamax Naik, BBM Subsidi Tetap Bertahan

Di tengah jaminan tidak naiknya harga BBM subsidi, masyarakat juga dihadapkan pada penyesuaian harga BBM nonsubsidi.

PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026 setelah melakukan evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah.

Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 meningkat dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kenaikan tersebut hanya berlaku untuk produk nonsubsidi dan tidak memengaruhi harga Pertalite, Solar subsidi, maupun LPG bersubsidi yang digunakan masyarakat luas.

Statement:

Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM 

“Tidak akan ada peningkatan bahan bakar bersubsidi dan LPG. Itu perintah Presiden.”

Presiden Prabowo Subianto

“Kami bergerak menuju kemandirian energi. Kami sedang bekerja keras. Perhitungan kami menunjukkan bahwa dalam tiga tahun kami akan sangat kuat di sektor energi.”

Roberth MV Dumatubun, Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga

“Penyesuaian harga untuk Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah proses evaluasi sesuai dengan formula penetapan harga yang ditetapkan oleh pemerintah.”

3 Poin Penting:

  • Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi dan LPG tidak akan naik karena merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
  • Presiden Prabowo menargetkan Indonesia mencapai kemandirian energi dan memperkuat sektor energi nasional dalam tiga tahun ke depan.
  • Pertamina resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi Pertamax dan Pertamax Green, namun kebijakan tersebut tidak berlaku untuk BBM subsidi dan LPG.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan