Dinamika kepemimpinan di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi perbincangan hangat publik setelah adanya perombakan struktur pejabat secara mendadak.
Isu hangat berhembus mengenai nasib Nanik Sudaryati Deyang yang dikabarkan bakal mengisi posisi strategis sebagai Dewan Pengawas BGN usai secara resmi mengundurkan diri dari jabatan Kepala BGN pada Rabu (22/7/2026).
Spekulasi ini langsung memancing perhatian banyak pihak mengingat posisinya baru sebulan dilantik.
Menanggapi kabar yang beredar kian masif tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi akhirnya memberikan klarifikasi resmi kepada media.
Pihaknya tidak menampik wacana penempatan Nanik di jajaran pengawas lembaga penanganan gizi nasional tersebut.
Prasetyo menegaskan bahwa wacana pemanfaatan tenaga Nanik di jajaran pengawas merupakan arahan serta permintaan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Arahan Presiden Prabowo dan Penyesuaian Nomenklatur Perpres BGN
Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pertimbangan utama Presiden Prabowo meminta Nanik tetap berada di lingkar BGN didasari oleh rekam jejak serta pengalamannya.
Pemerintah menilai keahlian dan pengalaman yang dimiliki Nanik masih sangat dibutuhkan untuk mengawal keberlanjutan program-program strategis yang digarap oleh Badan Gizi Nasional.
Pengalaman lapangannya dinilai mampu memberikan masukan konstruktif bagi jajaran operasional BGN ke depan.
Kendati demikian, Pras membeberkan adanya aturan teknis birokrasi yang perlu disesuaikan terkait penamaan posisi tersebut.
Merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2024 tentang BGN, struktur organisasi lembaga tersebut sebenarnya tidak mengenal nomenklatur “Dewan Pengawas”, melainkan “Dewan Pengarah”.
Jika Nanik nantinya kembali memperkuat BGN, posisi resminya bakal disesuaikan dengan nomenklatur Dewan Pengarah yang telah diatur dalam perpres.
Pergantian Kepemimpinan BGN dan Penunjukan Sudaryono
Pengunduran diri Nanik S Deyang dari kursi puncak Badan Gizi Nasional sendiri terbilang cukup mengejutkan publik karena terhitung sangat singkat.
Nanik sejatinya baru dilantik oleh Presiden Prabowo pada 8 Juni 2026 lalu untuk menggantikan Dadan Hindayana.
Posisi kepala BGN yang ditinggalkan Nanik kini telah diisi secara resmi oleh Sudaryono, politisi yang sebelumnya dipercaya mengemban amanat sebagai Wakil Menteri Pertanian.
Pergantian estafet kepemimpinan di tubuh BGN ini merupakan langkah cepat pemerintah untuk memastikan stabilitas dan kinerja lembaga penanganan gizi tetap berjalan optimal.
Sosok Sudaryono diharapkan mampu membawa penyegaran serta ketegasan baru dalam memimpin pelaksanaan program-program pemenuhan gizi nasional.
Pengalaman manajerial yang dimilikinya menjadi modal penting untuk memimpin BGN dalam periode krusial ini.
Penegakan Integritas Program MBG dan Pengawasan Lembaga
Perombakan beruntun di internal BGN ini tidak terlepas dari komitmen pemerintah dalam menjaga transparansi dan integritas lembaga.
Mantan Kepala BGN sebelumnya, Dadan Hindayana, diketahui telah dicopot dari jabatannya setelah tersangkut kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kini berstatus sebagai tersangka.
Kejadian ini membuat pemerintah memperketat pengawasan agar tidak ada celah penyalahgunaan wewenang.
Di bawah kepemimpinan anyar Sudaryono serta rencana penguatan dari jajaran Dewan Pengarah, BGN diharapkan mampu menjalankan tugas utamanya secara bersih dan profesional.
Publik berharap program-program prioritas penanganan gizi anak bangsa dapat terealisasi dengan tepat sasaran tanpa adanya intervensi kepentingan tertentu.
Penataan struktur penasihat dan operasional kini menjadi fokus utama demi mewujudkan tata kelola BGN yang akuntabel.
Statement:
Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara
“Ya itu kan permintaan ya atau permohonan dari Bapak Presiden ya. Karena pengalaman beliau dirasa masih bisa untuk membantu BGN. Kalau memang kemudian berdasarkan perpres itu sudah ada nomenklaturnya di situ SOTK-nya Dewan Pengarah dan kalau memang tugasnya itu kemudian sesuai juga dengan yang kita kehendaki, juga enggak ada masalah juga.”
Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional Baru
“Kami berkomitmen menjalankan mandat BGN dengan penuh transparansi dan integritas tinggi, memastikan program gizi nasional terbebas dari segala bentuk penyalahgunaan atau titip-menitip proyek.”
3 Poin Penting:
-
Rencana Pengangkatan Nanik S Deyang: Presiden Prabowo Subianto meminta Nanik Sudaryati Deyang tetap membantu BGN sebagai Dewan Pengarah (sesuai Perpres 83/2024) usai mundur dari posisi Kepala BGN.
-
Sertijab ke Sudaryono: Kursi Kepala BGN resmi ditempati oleh Sudaryono (mantan Wamentan) menggantikan Nanik yang baru sebulan menjabat sejak dilantik pada 8 Juni 2026.
-
Komitmen Integritas BGN: Perombakan kepemimpinan di BGN bertujuan menjaga keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan memperketat pengawasan lembaga dari potensi korupsi.


![Prabowo Subianto [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/hsXU1IwbJskKDgPz20260311081027-300x200.jpg)
