Polemik Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Jawa Barat kembali menjadi sorotan publik setelah aksi protes sejumlah orangtua murid viral di media sosial.
Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara terbuka mengakui bahwa persoalan siswa yang terancam tidak mendapatkan kursi di SMA dan SMK negeri merupakan tanggung jawab pemerintah sebagai penyelenggara pendidikan.
Pernyataan itu disampaikan Dedi setelah muncul kemarahan orangtua siswa di kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat.
Menurutnya, keresahan masyarakat tidak boleh dipandang sebagai kesalahan warga, melainkan sebagai cerminan belum optimalnya layanan pendidikan yang disediakan pemerintah.
Ia menegaskan bahwa pemerintah harus berani menerima kritik dan evaluasi demi memperbaiki sistem yang ada.
Daya Tampung Sekolah Negeri Masih Jadi Persoalan
Dedi mengungkapkan bahwa akar masalah utama dalam proses SPMB adalah keterbatasan daya tampung sekolah negeri yang belum mampu mengakomodasi seluruh lulusan tingkat sebelumnya.
Kondisi tersebut membuat persaingan masuk sekolah negeri semakin ketat dari tahun ke tahun, terutama di wilayah dengan jumlah pendaftar yang tinggi.
Selain itu, sistem pemetaan dan perpindahan pilihan sekolah oleh para pendaftar turut memengaruhi posisi calon siswa dalam proses seleksi.
Banyak siswa yang awalnya berada di posisi aman akhirnya turun peringkat karena bertambahnya jumlah peserta yang mendaftar ke sekolah yang sama. Situasi inilah yang memicu kepanikan dan protes dari sebagian orangtua murid.
Sekolah Swasta Jadi Alternatif yang Disiapkan
Sebagai langkah solusi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan bahwa siswa dari keluarga kurang mampu yang tidak tertampung di sekolah negeri tetap memiliki akses pendidikan.
Dedi menegaskan bahwa pemerintah akan menanggung biaya pendidikan mereka apabila melanjutkan sekolah di lembaga pendidikan swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah.
Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi beban ekonomi keluarga sekaligus memastikan tidak ada anak yang putus sekolah hanya karena keterbatasan kursi di sekolah negeri.
Menurut Dedi, keberadaan sekolah swasta harus menjadi bagian dari solusi untuk memperluas akses pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat.
Dedi Ingin Sistem Penerimaan Lebih Sederhana
Menanggapi berbagai masukan dari masyarakat, Dedi juga mengaku memahami keinginan sebagian orangtua yang mengusulkan agar sistem penerimaan siswa dibuat lebih sederhana dan mudah dipahami.
Ia bahkan menyebut dirinya memiliki pandangan yang sejalan terkait penyederhanaan mekanisme seleksi masuk sekolah.
Namun demikian, Dedi menjelaskan bahwa aturan terkait sistem penerimaan murid saat ini merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pemerintah daerah hanya menjalankan dan menyesuaikan kebijakan yang telah ditetapkan. Meski begitu, ia berkomitmen untuk terus menyampaikan aspirasi masyarakat agar sistem pendidikan dapat semakin baik di masa mendatang.
Statement:
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat
“Hari ini apabila banyak orang tua marah karena anak-anaknya tidak terpetakan di sekolah negeri, bukan kesalahan orang tua, tetapi kesalahan kami sebagai penyelenggara negara.”
“Bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjamin biaya pendidikan gratis untuk anak-anak miskin di sekolah-sekolah swasta.”
3 Poin Penting:
- Dedi Mulyadi mengakui keterbatasan daya tampung sekolah negeri merupakan tanggung jawab pemerintah, bukan kesalahan orangtua murid.
- Persaingan SPMB semakin ketat akibat banyaknya pendaftar dan dinamika sistem pemetaan sekolah.
- Pemprov Jawa Barat menjamin sekolah swasta gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang tidak tertampung di sekolah negeri.



