Search

Kabar Gembira Kaum Urban! KRL Jabodetabek Siap Diperpanjang Sampai Cikampek Biar Bebas Macet

Senin, 29 Juni 2026

KRL bakal tembus ke sukabumi [dok. web]
KRL bakal tembus ke sukabumi [dok. web]

Mobilitas kaum komuter di wilayah penyangga ibu kota bakal makin terasa mulus dalam waktu dekat.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dikabarkan tengah gerak cepat mempercepat proyek perpanjangan layanan kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek dari Stasiun Cikarang hingga menembus Cikampek.

Langkah strategis ini diambil sebagai solusi konkret untuk mendongkrak kapasitas angkutan massal sekaligus memangkas waktu tempuh para pekerja urban yang berdomisili di kawasan timur Jabodetabek.

Selama ini, rute perjalanan KRL Commuter Line koridor timur memang masih tertahan dan berakhir di Stasiun Cikarang.

Akibatnya, para pelancong atau pekerja dari arah Karawang dan Cikampek harus estafet menggunakan moda transportasi lain karena jalur tersebut belum dilengkapi infrastruktur kelistrikan yang memadai.

Dengan adanya proyek akselerasi ini, masyarakat di sekitaran wilayah industri tersebut nantinya bisa langsung duduk manis di dalam KRL menuju pusat kota Jakarta tanpa drama macet.

Kolaborasi Lintas Instansi dan Solusi Kepadatan Penumpang Jam Sibuk

Guna merealisasikan megaproyek ini dengan kilat, pemerintah tidak berjalan sendirian dalam mengeksekusi rencana di lapangan.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar koordinasi intensif bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Tidak hanya itu, sinergi ini juga melibatkan PT PLN untuk urusan pasokan daya listrik, serta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara) guna menyusun skema pendanaan yang solid.

Di sisi lain, Kemenhub juga menaruh perhatian ekstra pada penanganan kepadatan penumpang yang kerap terjadi di jalur komuter lainnya.

Bersamaan dengan ekspansi ke arah timur, pemerintah mulai meningkatkan sistem elektrifikasi pada rute Green Line yang menghubungkan Tanah Abang hingga Rangkasbitung.

Langkah ini dinilai sangat mendesak mengingat tingkat keterisian atau okupansi gerbong KRL pada jam sibuk di jalur tersebut dilaporkan sempat menyentuh angka ekstrem hingga 161 persen.

Peningkatan Sistem Traksi Listrik dan Kebutuhan Jalur Double-Double Track

Upaya pembenahan pada lintasan Rangkasbitung ini difokuskan pada peningkatan sistem traksi listrik di sepanjang jalur rel.

Pembaruan teknologi kelistrikan tersebut akan memungkinkan pihak operator untuk menjalankan rangkaian kereta yang lebih panjang dengan frekuensi perjalanan yang lebih padat.

Hal ini diharapkan menjadi jawaban instan untuk mengurai penumpukan massa di peron stasiun sekaligus meningkatkan kenyamanan penumpang saat berangkat maupun pulang kerja.

Selain urusan kabel udara penyuplai daya, fokus pembangunan infrastruktur makro juga diarahkan pada penyelesaian jalur double-double track (DDT).

Keberadaan empat jalur rel kereta terpisah ini sangat krusial untuk memisahkan jalur kereta api jarak jauh (KAJJ) dengan jalur lokal KRL.

Dengan begitu, manajemen perjalanan kereta di lintas Cikarang-Cikampek bisa berjalan lebih lancar, aman, serta tepat waktu tanpa ada drama kereta komuter yang harus mengalah mengantre saat kereta antarkota melintas.

Statement:

Allan Tandiono, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub

“Mengenai perpanjangan KRL Jabodetabek Cikarang menuju Cikampek, elektrifikasi ini kami sudah diskusi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan kita akan percepat segala sesuatu. Kita akan dorong karena memang banyak masyarakat sekitar yang meminta pelayanan ini, karena diharapkan dengan adanya elektrifikasi dengan kereta rel listrik waktu tempuh dari rumah di sekitaran sana menuju tengah Kota Jakarta akan lebih cepat.”

3 Poin Penting:

  • Ekspansi Relfleksibel ke Cikampek: Kemenhub mempercepat proyek elektrifikasi jalur kereta dari Cikarang menuju Cikampek agar layanan KRL Jabodetabek bisa langsung diakses oleh warga Karawang dan sekitarnya.

  • Urai Kepadatan Jalur Rangkasbitung: Sistem traksi listrik di koridor Green Line Tanah Abang-Rangkasbitung ditingkatkan untuk mengatasi lonjakan kapasitas penumpang jam sibuk yang sempat mencapai 161 persen.

  • Pembangunan Infrastruktur DDT: Pembangunan jalur double-double track (DDT) terus dikebut guna memisahkan pergerakan kereta jarak jauh dengan KRL demi menjamin keselamatan dan ketepatan waktu operasional.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan