Search

Armada Jet Tempur Siluman J-20 China Tembus 500 Unit, Libas Rekor Pengadaan AS

Senin, 6 Juli 2026

Jet Tempur Siluman J-20 (ist)

Peta kekuatan udara global bener-bener lagi bergeser secara masif. Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF) dilaporkan sukses melipatgandakan armada jet tempur siluman generasi kelima andalan mereka, Chengdu J-20.

Berdasarkan laporan intelijen militer terbaru, jumlah pesawat tempur canggih yang berhasil diproduksi kini diestimasi telah melampaui angka fantastis, yaitu 500 unit di seluruh negeri.

Akselerasi pengiriman jet siluman ini terkonfirmasi setelah sejumlah brigade udara baru kedatangan burung besi pemangsa ini secara berturut-turut.

Saat ini, tercatat ada sekitar 18 brigade udara yang resmi mengoperasikan J-20, di mana masing-masing brigade rata-rata mengawal 28 unit jet tempur.

Jika ditotal secara matematis, PLAAF kini memiliki minimal 504 jet aktif, belum termasuk puluhan unit tambahan yang dialokasikan khusus untuk operasional pelatihan pilot muda.

Ungguli Total Pengadaan Amerika Serikat dalam Perang Dingin Baru

Untuk memberikan gambaran betapa gilanya skala produksi ini, mari kita bandingkan dengan rival utamanya, Amerika Serikat. Sejak memulai pengiriman pada tahun 2011 silam, Angkatan Udara AS baru menerima sekitar 430 hingga 450 unit jet tempur F-35A.

Sementara itu, tingkat produksi J-20 justru meroket tajam hingga menyentuh angka 100 sampai 120 unit per tahun, berbanding terbalik dengan pasokan F-35A yang justru melambat secara drastis.

Fakta menarik lainnya, seluruh hasil produksi jet J-20 ini langsung disalurkan secara utuh untuk memperkuat satu komando, yaitu PLAAF.

Kondisi ini berbeda jauh dengan proyek F-35 milik AS yang harus membagi output produksinya ke dalam tiga varian berbeda serta mendistribusikannya ke lebih dari 20 negara mitra global.

Dominasi jet tempur berbadan bongsor dengan daya jelajah jauh ini secara otomatis mengukuhkan posisi Negeri Tirai Bambu sebagai pemimpin baru dalam supremasi udara modern.

Garang Berkat Jantung Pacu Baru WS-15 dan Varian J-20S

Salah satu pemicu utama di balik keputusan pemerintah China untuk menggenjot produksi massal ini adalah hadirnya program modernisasi ke standar J-20A.

Pembaruan paling krusial terletak pada integrasi sepasang mesin jet domestik terbaru berkode WS-15.

Rekaman video uji coba pada akhir tahun lalu hingga awal tahun ini mengonfirmasi bahwa mesin anyar tersebut berhasil meningkatkan daya dorong, meminimalkan perawatan, serta mendongkrak performa terbang secara signifikan.

Selain performanya yang semakin buas, keunggulan lain dari J-20 adalah biaya operasionalnya yang tergolong ramah di kantong jika disandingkan dengan jet generasi kelima milik Barat.

Tidak hanya itu, pabrikan juga mengembangkan varian dua kursi (twin seat) berkode J-20S yang memiliki peran ganda yang sangat canggih.

Varian mutakhir ini dirancang khusus untuk berfungsi sebagai pos komando udara sekaligus pengendali kawanan pesawat nirawak (drone controller) di medan pertempuran masa depan.

Target 1.000 Unit Menuju Era Generasi Keenam

Melihat laju produksi yang semakin tidak terbendung, para pengamat militer memprediksi dominasi jet siluman ini akan bertahan sangat lama.

Berdasarkan laporan analisis yang dirilis oleh lembaga pemikir pertahanan Royal United Services Institute (RUSI), kekuatan armada J-20 milik PLAAF diestimasi bakal menyentuh angka 1.000 unit pada tahun 2030 mendatang.

Angka raksasa ini diperkirakan baru akan melandai ketika China mulai memperkenalkan jet tempur generasi keenam mereka pada dekade berikutnya.

3 Poin Penting:

  • Armada Lampaui 500 Unit: Jet tempur siluman generasi kelima J-20 milik China kini diperkirakan telah melebihi 500 unit, menjadikannya jenis jet tempur yang paling banyak diproduksi oleh satu layanan militer pasca-Perang Dingin.

  • Ungguli Kecepatan Produksi AS: Skala produksi tahunan J-20 mencapai 100-120 unit, jauh melampaui tingkat pengiriman jet tempur F-35A milik Angkatan Udara Amerika Serikat.

  • Mesin Baru WS-15: Integrasi mesin domestik WS-15 dan pengembangan varian dua kursi (J-20S) menjadi pemicu utama ekspansi armada serta efisiensi biaya operasional jet tempur ini.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan