Search

BRIN Temukan Sesar Aktif Baru di Semarang, Potensi Gempa Besar Mengintai

Kamis, 7 Agustus 2025

Ilustrasi pecahan tanah akibat sesar gempa.

Tim riset dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan adanya potensi sesar aktif di wilayah Semarang dan sekitarnya.

Temuan ini diperoleh setelah tim melakukan ekspedisi geologi darat di Semarang, Demak, dan Kendal pada Mei 2025. Peneliti menemukan jejak morfologi unik yang mengindikasikan adanya batas antara area datar di utara dan area yang lebih tinggi di selatan.

Tiga Zona Penemuan Sesar Aktif

Penelitian BRIN mencakup tiga zona utama:

  1. Zona Timur (Demak): Ditemukan gawir sesar (lereng curam) setinggi 1 meter pada endapan aluvial muda, yang diduga hasil dari satu kejadian gempa.
  2. Zona Kota (Semarang): Struktur serupa ditemukan di area Taman Makam Pahlawan dengan ketinggian gawir mencapai 4 meter. Penelitian lanjutan dengan metode geolistrik akan dilakukan di area perkotaan ini.
  3. Zona Barat (Kendal): Ditemukan gawir sesar setinggi 0,5–3 meter di kawasan Bendungan Juwero. Lokasi ini dianggap paling menjanjikan karena memiliki singkapan sesar aktif yang menunjukkan pergerakan kerak bumi sejak 11.700 tahun lalu.

Potensi Gempa Lebih Besar dari Sesar Lembang

Peneliti BRIN, Sonny Aribowo, menyatakan bahwa sesar di Semarang ini sudah pasti aktif. Bagian patahan terpanjang dari sesar ini berada di utara Semarang, dan bahkan lebih panjang dari Sesar Lembang, yang mengindikasikan potensi gempa dengan magnitudo lebih besar.

Penelitian lebih lanjut, termasuk trenching atau penggalian, akan dilakukan pada Agustus atau September 2025 untuk melihat periode ulang gempa yang pernah terjadi.

Dasar Ilmiah untuk Mitigasi Bencana

Penemuan ini menjadi informasi penting untuk mitigasi bencana, perencanaan tata ruang, dan edukasi masyarakat terhadap risiko geologi.

Dengan dokumentasi dan pemetaan yang akurat, hasil riset BRIN ini akan menjadi dasar ilmiah untuk langkah-langkah pencegahan, sehingga masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi gempa di masa mendatang.

Statement:

  • Periset bidang Paleoseismologi, Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Sonny Aribowo

“Sesar di Semarang ini sudah pasti ada dan sudah pasti aktif karena ada batuan ataupun endapan yang jadi indikatornya.”

“Kalau dari permukaan, sesarnya terlihat putus-putus, bisa jadi berbeda segmen. Namun, nanti di ekspedisi bulan Agustus atau September akan ada trenching di lokasi tersebut. Ini untuk melihat berapa periode ulang gempa yang terjadi.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan