Jagat media sosial baru-baru ini kembali dihebohkan oleh peredaran konten video viral yang memancing emosi warganet.
Sebuah unggahan video di platform Facebook mengklaim bahwa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ngamuk besar lantaran Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dibakar oleh massa demonstran.
Video berdurasi singkat selama 15 detik tersebut menampilkan potongan gambar terbakarnya atap gedung serta cuplikan suara Prabowo yang menyebut aksi itu sebagai bentuk tindakan makar.
Unggahan yang disebarkan oleh akun Facebook “Nikodemus Sarif Sampa'” sejak Kamis (30/7/2026) tersebut langsung menyedot perhatian publik secara masif.
Hingga awal Agustus 2026, video ini sudah mengumpulkan ribuan tanda suka, ribuan komentar riuh, dan ratusan kali dibagikan ulang.
Kolom komentar pun dibanjiri kritikan serta sentimen negatif yang ditujukan kepada pemerintah akibat narasi menyesatkan yang disajikan dalam video potongan tersebut.
Penelusuran Fakta dan Asal-usul Video Asli
Hasil penelusuran fakta mendalam yang dilakukan oleh tim Tirto menggunakan metode reverse image searchmembuktikan bahwa klaim video tersebut adalah hoaks alias disinformasi.
Tidak ditemukan satupun berita dari media massa kredibel yang mengonfirmasi adanya peristiwa pembakaran Gedung DPR RI di Jakarta pada periode Juli hingga Agustus 2026.
Jejak digital justru mengarah pada video asli di kanal YouTube Official News yang mendokumentasikan momen saat Presiden Prabowo Subianto menjenguk anggota kepolisian yang terluka di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta, pada 1 September 2025 lalu.
Dalam rekaman aslinya, konteks pernyataan Prabowo sama sekali bukan membahas Gedung DPR RI di Senayan, melainkan merespons aksi anarkis pembakaran Gedung DPRD di daerah yang memicu korban jiwa.
Konteks Pernyataan Resmi Presiden Prabowo Subianto
Kala itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa aksi perusakan instansi negara tempat kedaulatan rakyat tersebut bukanlah wahana untuk menyampaikan aspirasi politik secara damai, melainkan murni tindakan perusuh yang ingin merusak kondusivitas bangsa.
Pernyataan tegas tersebut dilontarkan guna merespons kerusuhan yang sempat melanda beberapa wilayah di Indonesia pada akhir Agustus hingga awal September 2025.
Dalam peristiwa kerusuhan September 2025 tersebut, sejumlah gedung wakil rakyat di daerah memang menjadi sasaran aksi anarkis, seperti Gedung DPRD Makassar yang merenggut nyawa aparatur sipil negara (ASN), serta kerusakan pada Gedung DPRD Cirebon, Kediri, Solo, dan NTB.
Potongan audio dari tanggapan Presiden atas peristiwa tahun lalu itulah yang kemudian dipotong dan disunting ulang (framing) hingga memicu hoaks baru di tahun 2026.
Gelombang Demo Kerusuhan 2025 dan Fenomena Manipulasi Media
Aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan pada rentang Agustus-September 2025 lalu memang sempat menjadi perhatian nasional.
Kala itu, berbagai elemen masyarakat melayangkan “17+8 Tuntutan Rakyat” yang menyuarakan dorongan transparansi, reformasi, serta empati dari jajaran pemerintah.
Namun, situasi tersebut dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab yang melakukan perusakan fasilitas umum.
Memanipulasi dokumen video lama untuk menciptakan ketegangan baru di media sosial kini menjadi modus disinformasi yang makin sering ditemui.
Pihak pengunggah sengaja menyunting narasi “Prabowo emosi gedung DPR dibakar” untuk memancing kemarahan publik, padahal kondisi Gedung DPR RI di Jakarta saat ini berada dalam kondisi aman dan tidak mengalami insiden kebakaran apapun.
Pentingnya Saring Sebelum Sharing di Era Digital
Fenomena tersebarnya video hoaks ini menjadi pengingat penting bagi kita semua agar tidak mudah terprovokasi oleh konten viral di media sosial.
Budaya mengklarifikasi kebenaran informasi melalui saluran berita terpercaya (fact-checking) harus menjadi gaya hidup digital anak muda masa kini agar tidak terjebak pusaran kabar bohong yang merugikan.
Masyarakat imbau untuk lebih teliti dalam mengonsumsi berita dan tidak membagikan ulang unggahan yang belum jelas asal-usulnya.
Jangan sampai potongan video yang dipelintir dari konteks aslinya justru memperkeruh suasana dan memecah belah persatuan di ruang publik digital.
3 Poin Penting:
-
Hasil Cek Fakta: Klaim video Presiden Prabowo marah karena Gedung DPR RI dibakar pada Juli 2026 dipastikan hoaks dan tidak memiliki bukti valid.
-
Konteks Video Asli: Audio Prabowo dalam video tersebut merupakan rekaman saat beliau menjenguk polisi di RS Polri pada 1 September 2025 terkait pembakaran Gedung DPRD di daerah.
-
Modus Disinformasi: Konten di Facebook tersebut memanfaatkan potongan video lama yang dipelintir (out of context) untuk membangun narasi penyesatan publik.



![Natalius Pigai [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/artikel-4-300x169.jpg)