Perubahan iklim global kini menghadirkan tantangan yang semakin kompleks dan nyata bagi keberlanjutan sektor pertanian Indonesia.
Ancaman bencana banjir yang makin sering melanda, intrusi air laut yang menaikkan kadar garam di lahan pesisir, hingga musim kemarau berkepanjangan membuat produksi pangan nasional berada dalam posisi rentan.
Di tengah situasi yang makin tak menentu ini, hadirnya inovasi teknologi pertanian menjadi kunci utama demi menjaga kedaulatan pangan nasional.
Menjawab tantangan iklim tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sukses mengembangkan varietas padi multitoleran melalui riset pemuliaan tanaman tingkat tinggi.
Berbeda dibanding varietas padi konvensional yang umumnya hanya kuat menghadapi satu jenis gangguan alam, varietas baru ini dirancang khusus agar mampu beradaptasi terhadap berbagai kondisi lingkungan ekstrem sekaligus.
Langkah ini menjadi angin segar bagi masa depan dunia pertanian Tanah Air.
Tahapan Pemuliaan Molekuler dan Pengujian Ketahanan Ekstrem
Proses pengembangan varietas padi multitoleran ini dilakoni melalui serangkaian tahapan ilmiah yang sangat ketat dan terukur.
Riset diawali dari persilangan berbagai galur padi berkarakter unggul, lalu dilanjutkan dengan proses seleksi ketat melalui pengamatan lapangan serta pendekatan molekuler.
Galur-galur terbaik yang lolos seleksi kemudian diuji produktivitasnya pada berbagai kondisi ekstrem, mulai dari rendaman banjir, lahan tinggi kadar garam (salinitas), hingga lahan kering.
Hasil pengujian laboratorium maupun lapangan mencatatkan hasil yang sangat mengagumkan bagi dunia sains.
Tanaman padi varietas ini terbukti mampu bertahan hidup saat terendam banjir hingga 12 hari penuh pada fase vegetatif, tetap tumbuh subur di tanah pesisir berminyak garam tinggi, serta memiliki ketahanan tangguh terhadap kekeringan pada fase bibit.
Kombinasi sifat unggul ini membuatnya sangat adaptif menghadapi dinamika cuaca yang sulit diprediksi.
Uji Lapangan Indramayu dan Sinergi Kolaborasi Lintas Lembaga
Keunggulan benih padi inovatif ini tidak cuma terbukti di dalam ruang laboratorium. Uji coba lapangan secara nyata di lahan pesisir milik petani di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menunjukkan hasil performa yang sangat menjanjikan.
Keberhasilan di Indramayu makin memperkuat potensi varietas padi multitoleran sebagai strategi adaptasi utama untuk mempertahankan produktivitas panen para petani di daerah rawan bencana.
Pengembangan benih unggul ini juga melibatkaan sinergi kolaborasi lintas lembaga yang sangat solid.
Riset ini dijalankan bersama oleh BRIN, Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Tanaman Padi (BRMP Padi), Fakultas Pertanian IPB, serta mitra industri benih nasional.
Kerjasama strategis ini ditujukan agar hasil riset sains dapat segera dihilirisasi dan dimanfaatkan secara luas oleh seluruh petani di Indonesia.
Tahapan Uji Multilokasi dan Pernyataan Resmi Kepala PRTP BRIN
Sepanjang periode 2022 hingga 2025, varietas multitoleran telah tuntas melewati fase pengujian laboratorium dan pengujian lapangan terbatas.
Memasuki tahun 2026, riset ini resmi melangkah ke tahap uji multilokasi sebagai syarat mutlak pelepasan varietas.
Jika seluruh proses berjalan mulus, pengajuan pelepasan varietas ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) bakal dilakukan akhir 2026, dengan target sertifikat terbit pada 2027.
Mengenai pentingnya terobosan riset ini bagi masa depan ketahanan pangan nasional, pihak otoritas riset memberikan penegasan resminya.
Harapan Baru Sektor Pangan dan Kesejahteraan Petani
Hadirnya padi multitoleran ini diharapkan mampu meminimalisasi risiko gagal panen yang kerap membayangi para petani akibat cuaca ekstrem.
Lahan-lahan kritis di kawasan pesisir yang selama ini sulit ditanami kini berpotensi kembali produktif dan menghasilkan pasokan beras berkualitas.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan pemangku kepentingan industri benih, varietas ini siap menjadi benteng pertahanan pangan Indonesia.
Transformasi teknologi pertanian berbasis riset ilmiah ini membuktikan bahwa Indonesia siap menjawab tantangan iklim global demi kesejahteraan para petani.
Statement:
Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, Yudhistira Nugraha
“Perubahan iklim menuntut inovasi yang mampu menjaga produktivitas pertanian. Varietas padi multitoleran menjadi salah satu solusi agar petani tetap dapat menghasilkan panen yang optimal di tengah berbagai tantangan lingkungan.”
3 Poin Penting:
- Inovasi Padi Multitoleran BRIN: BRIN merancang varietas padi unggul yang tahan terhadap berbagai cekaman sekaligus, seperti terendam banjir hingga 12 hari, kadar garam tinggi di pesisir, serta kemarau.
- Kolaborasi dan Uji Lapangan Sukses: Riset hasil kolaborasi BRIN, BRMP Padi, IPB, dan industri benih ini telah terbukti berhasil dalam uji lapangan di lahan pesisir Kabupaten Indramayu.
- Target Pelepasan Varietas: Memasuki tahap uji multilokasi pada 2026, pengajuan ke PVTPP ditargetkan selesai akhir 2026 dan sertifikat resmi pelepasan varietas terbit pada 2027.



