Search

Keindahan Karst Terbesar Kedua Dunia! Rammang-Rammang Makin Hits Lewat Inovasi Perahu Listrik Ramah Lingkungan

Rabu, 12 Agustus 2026

Ramang-ramang (ist)

Langkah eksotis menyusuri keindahan alam Indonesia bagian timur kini makin memikat perhatian wisatawan mancanegara.

Terletak di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, destinasi wisata Rammang-Rammang terus menjadi magnet kuat berkat panorama gugusan pegunungan karst yang berdiri gagah.

Kawasan pegunungan kapur ini bahkan secara resmi telah diakui oleh UNESCO Global Geopark sebagai kawasan karst terbesar kedua di dunia setelah Chilind di China dan Tsingy di Madagaskar.

Sebelum bertransformasi menjadi surga wisata internasional pada tahun 2007, kawasan dermaga Rammang-Rammang sejatinya sempat terancam oleh aktivitas pertambangan marmer dan semen.

Berkat aksi penolakan gigih dari para aktivis lingkungan serta masyarakat lokal yang bergantung pada mata air kawasan tersebut, niat eksploitasi alam berhasil dihentikan.

Keputusan menjaga kelestarian alam ini terbukti tepat karena Rammang-Rammang kini berkembang menjadi warisan geologi dunia yang membanggakan.

Pesona Keanekaragaman Budaya dan Ikon Wisata Kampung Berua

Wisata Rammang-Rammang menawarkan paket liburan petualangan yang sangat lengkap bagi pengunjung dari berbagai belahan dunia.

Wisatawan dapat menikmati keasrian Kampung Berua yang menjadi landmark utama, menyusuri sungai dengan perahu, menjelajah hutan batu, hingga menelusuri goa-goa bersejarah.

Tak hanya pemandangan alam, kawasan ini juga menyimpan kekayaan berupa 1.250 goa bersejarah, 1.340 spesies flora dan fauna, serta 123 ragam kebudayaan masyarakat lokal.

Akses menuju Kampung Berua yang hanya bisa dijangkau via sungai memberikan sensasi petualangan tersendiri bagi para pelancong.

Selain itu, hadirnya fasilitas menginap seperti Rammang-Rammang Eco Lodge memungkinkan para wisatawan untuk menikmati momen matahari terbit (sunrise) yang memanjakan mata di antara hamparan persawahan dan tambak warga lokal.

Inovasi Perahu Listrik PLN dan Kunjungan Tim Asesor UNESCO

Perjalanan Rammang-Rammang meraih predikat warisan dunia tak lepas dari momentum peninjauan oleh tim Asesor UNESCO pada tahun 2022 lalu.

Kala itu, pengelola kawasan menyambut para tamu internasional dengan mengoperasikan perahu listrik khusus hasil kolaborasi bersama PT PLN (Persero) melalui UP3 Makassar Utara.

Penggunaan perahu bermesin ramah lingkungan ini terbukti sukses memberikan kenyamanan maksimal bagi tim penilai selama mengelilingi kawasan.

Inovasi perahu listrik ini digagas saat Komunitas Anak Sungai mengajukan pengadaan infrastruktur listrik di kawasan wisata.

Dibandingkan dengan perahu mesin diesel konvensional, perahu listrik modifikasi berkapasitas 1,47 kW ini beroperasi tanpa suara bising dan bebas emisi.

Kondisi senyap ini memudahkan para pemandu wisata (tour guide) memberikan edukasi sejarah dan geologi secara jelas kepada para turis asing tanpa terganggu deru mesin.

Penunjang Daya Tarik Wisatawan Mancanegara dan Dampak Ekonomi Lokal

Sensasi menyusuri sungai yang tenang menggunakan perahu listrik mendapat sambutan sangat hangat dari para wisatawan mancanegara.

Turis dari berbagai belahan dunia seperti Australia, Belanda, Spanyol, hingga Arab Saudi mengaku sangat terkesan dengan ketenangan dan kelestarian ekosistem di Rammang-Rammang.

Kehadiran armada ramah lingkungan ini berhasil meningkatkan standar kualitas pelayanan pariwisata di Sulawesi Selatan ke tingkat internasional.

Dampak positif dari bergeliatnya sektor pariwisata ini dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

Keberadaan kawasan wisata Rammang-Rammang terbukti mampu menopang roda perekonomian dan menjadi sumber mata pencaharian utama bagi lebih dari 300 kepala keluarga (KK).

Warga lokal terserap dalam berbagai bidang profesi, mulai dari pengemudi perahu, pemandu wisata, pengelola area parkir, hingga pemilik kantin dan UMKM kuliner.

Dukungan Infrastruktur PLN dan Sinergi Pemerintah Daerah

Demi mendukung keberlanjutan ekosistem ramah lingkungan di area karst, PT PLN (Persero) turut membangun fasilitas Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) berkapasitas 7.700 VA di dermaga kawasan wisata.

Ketersediaan SPLU ini memudahkan para pengemudi perahu untuk melakukan pengisian ulang daya baterai secara efisien. PLN juga siap menambah infrastruktur listrik di dermaga lainnya seiring dengan meningkatnya jumlah armada listrik di masa mendatang.

Langkah pelopor yang dilakukan oleh PLN kini mendapat respons positif dan diikuti oleh pemerintah daerah serta pemerintah provinsi.

Saat ini, telah beroperasi sebanyak tujuh unit perahu listrik di Rammang-Rammang, yang terdiri dari 2 unit bantuan PLN dan 5 unit bantuan pemerintah daerah.

Kolaborasi antar-lembaga ini diharapkan dapat menginspirasi BUMN lain untuk ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian Geopark Rammang-Rammang.

Statement:

Sunardi, Pengelola Wisata Rammang-Rammang (Komunitas Anak Sungai)

“Kawasan ini sempat mau dijadikan pertambangan marmer dan semen, namun kita tolak demi menjaga kelestarian alam dan mata air. Setelah diteliti, ternyata kawasan karst kita nomor dua terbesar di dunia setelah China.”

“Kehadiran perahu listrik dari PLN sangat membantu keberadaan wisata di Rammang-Rammang, terutama turis mancanegara yang sangat senang karena suaranya senyap. Keberadaan wisata ini juga berhasil menghidupi lebih dari 300 KK masyarakat sekitar.”

Sadrach, Manager PLN Unit Layanan Pelanggan Maros

“Bantuan perahu listrik diberikan selain mengatasi kebisingan, juga untuk tujuan ramah lingkungan demi menjaga kelestarian kawasan karst. Kami telah menyediakan SPLU kapasitas 7.700 VA di dermaga dan siap menambah infrastruktur listrik jika armada motor listrik terus berkembang ke depan.”

3 Poin Penting:

  • Karst Terbesar Kedua Dunia: Rammang-Rammang di Maros, Sulawesi Selatan, diakui sebagai kawasan karst terbesar kedua di dunia oleh UNESCO Global Geopark setelah penolakan pertambangan oleh warga lokal.

  • Inovasi Perahu Listrik Ramah Lingkungan: Penggunaan perahu listrik bantuan PT PLN (Persero) dan Pemda menciptakan moda transportasi senyap dan bebas emisi yang disukai wisatawan mancanegara.

  • Pemberdayaan Ekonomi 300 KK: Keberadaan kawasan wisata Rammang-Rammang memberikan dampak ekonomi langsung dengan menghidupi lebih dari 300 kepala keluarga lokal di berbagai sektor.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan