Kalian para pencinta alam dan pemburu foto satwa liar pastinya bakal dibikin jatuh cinta sama destinasi yang satu ini.
Jauh di kedalaman jantung hutan hujan tropis Borneo, tepatnya di dalam kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), terdapat sebuah situs konservasi super rahasia bernama Lalut Birai.
Lokasi ini kini sedang naik daun dan menjadi buah bibir di kalangan komunitas birdwatching serta fotografer satwa internasional berkat kekayaan keanekaragaman hayatinya yang luar biasa.
Suasana tenang di belantara Kalimantan seketika pecah oleh simfoni kicau merdu berbagai spesies burung eksotis yang membelah keheningan kanopi hutan nan rimbun.
Lalut Birai sendiri secara administratif berada di bawah naungan SPTN Wilayah 2 Resort Sungai Bahau dan memiliki posisi yang sangat strategis karena berdiri di atas tanah adat Tanah Ulen yang dijaga ketat oleh masyarakat lokal.
Kombinasi histori kuat sebagai stasiun penelitian hutan tropis oleh WWF dan kearifan lokal masyarakat menjadikan situs ini sangat spesial bagi dunia konservasi global.
Menghidupkan Kembali Kejayaan Lalut Birai sebagai Pusat Konservasi Hutan Tropis Kalimantan
Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Ahli Muda TNKM, Jefry Frihardian Gumilar, menjelaskan bahwa pihak pengelola sedang serius mencoba menghidupkan kembali kejayaan Lalut Birai.
Tujuannya adalah menjadikan Lalut Birai kembali sebagai pusat konservasi hutan tropis terkemuka di Kalimantan, khususnya di dalam kawasan TNKM.
Menurut Jefry,warisan sebagai stasiun penelitian masa lalu memberikan keunggulan teknis, terutama dalam hal aksesibilitas ke spot-spotpengamatan yang relatif lebih siap dibandingkan wilayah pedalaman lain.
Perjuangan menembus kerapatan hutan hujan Lalut Birai pun dipastikan terbayar lunas ketika lensa kamera berhasil membidik deretan avifauna endemik Borneo yang sangat langka.
Berdasarkan hasil dokumentasi visual tim di lapangan,Lalut Birai menjadi rumah bagi berbagai spesies burung eksotis dengan warna, suara, dan bentuk tubuh yang sangat memukau.
Kesiapan infrastruktur riset lawas ini memudahkan pergerakan para fotografer maupun petugas patroli SMART Patrol dalam mendokumentasikan keajaiban alam Borneo setiap harinya.
Rangkong Badak Gagah dan Kejutan Satwa Endemik Kalimantan di Jalur Patroli SMART
Bintang utama di Lalut Birai tak lain adalah kemunculan gagah si Rangkong Badak (Buceros rhinoceros).
Burung karismatik berukuran besar khas hutan Kalimantan ini sering tampil memukau dengan cula melengkung berwarna jingga-merah menyala di balik rimbunnya dedaunan.
Selain Rangkong Badak, situs ini juga menyimpan kekayaan avifauna lain seperti sempur hujan darat, srigunting batu, cica-daun besar, kucica kampung, hingga kuntul cina yang semuanya siap menghiasi viewfinder kamera kalian.
Aktivitas berburu foto dan pemantauan satwa di Lalut Birai sering kali menyuguhkan kejutan tak terduga. Jalur patroli berbasis SMART Patrol (Spatial Monitoring and Reporting Tool) yang diterapkan rutin mendokumentasikan kehadiran berbagai spesies mamalia besar.
Jika beruntung, para fotografer bisa mengabadikan momen langka kemunculan macan dahan, kucing merah (Catopuma badia) yang sangat misterius, beruang madu, hingga kijang kuning kalimantan yang endemik dan jarang terlihat.
Statement:
Jefry Frihardian Gumilar, Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda TNKM
“Lalut Birai ini punya histori kuat, pertama sebagai stasiun penelitian hutan tropis dan kedua sebagai Tanah Ulen. Dua keunikan itulah yang menjadi dasar kita menentukan lokasi tersebut sebagai site kegiatan, baik patroli maupun pengamatan.”
“Kita sedang mencoba menghidupkan kembali Lalut Birai ini sebagai pusat konservasi hutan tropis di Kalimantan, terutama di TNKM. Kalau untuk burung relatif lebih mudah karena spot nya ada di situ, kita bisa langsung melakukan pengamatan di sana. Berbeda dengan pengamatan mamalia besar.”
3 Poin Penting:
-
Destinasi Birdwatching Dunia: Lalut Birai di Taman Nasional Kayan Mentarang kini menjadi destinasi site utama bagi fotografer satwa liar dan pencinta birdwatching berkat histori riset kuat dan aksesibilitas spot pengamatan yang baik.
-
Kekayaan Avifauna Eksotis Borneo: Hasil dokumentasi rutin di lapangan berhasil mengabadikan deretan burung endemik eksotis Kalimantan seperti Rangkong Badak gagah, sempur hujan darat, srigunting batu, cica-daun besar,dan kucica kampung.
-
Penerapan SMART Patrol di Kawasan Konservasi: Pihak TNKM menerapkan teknologi SMART Patrol untuk pemantauan berbasis keruangan, mendokumentasikan kekayaan keanekaragaman hayati termasuk satwa endemik langka seperti kucing merah, macan dahan, beruang madu, dan kijang kuning.



