Search

Ada yang Dibangun di Gunung dan Bukit, Pemerintah Siap Tertibkan Proyek Kopdes Merah Putih

Senin, 17 Agustus 2026

Kopdes merah putih di bukit (ist)

Pemerintah bergerak cepat mengevaluasi pelaksanaan proyek nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di seluruh kawasan Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, secara tegas mengumumkan rencana penertiban terhadap fasilitas unit usaha koperasi yang dinilai dibangun di lokasi yang kurang tepat, salah satunya yang berada di kawasan pegunungan.

Langkah evaluasi ketat ini diambil demi memastikan setiap unit program Kopdes Merah Putih berfungsi efektif serta efisien sebagai penopang rantai pasok pangan masyarakat.

Penempatan lokasi yang tidak terjangkau atau minim aksesibilitas dinilai justru dapat menghambat distribusi serta mengurangi efektivitas fungsi operasional koperasi di tengah warga desa.

Koreksi Penempatan Lokasi Proyek dan Target Penyelesaian Fase Pertama

Langkah penertiban ini disampaikan langsung oleh pria yang akrab disapa Zulhas tersebut dalam konferensi pers usai penyampaian Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Zulhas mengakui terdapat beberapa kekeliruan teknis dalam penetapan lokasi fisik pembangunan unit koperasi di lapangan, sehingga perbaikan lokasi menjadi prioritas utama pemerintah saat ini.

Meski demikian, pemerintah terus bekerja ekstra keras agar target pembangunan fisik sekitar 35 ribu unit Kopdes Merah Putih dapat rampung secara bertahap pada akhir Agustus 2026.

Dengan selesainya tahap awal ini, puluhan ribu unit koperasi tersebut dijadwalkan sudah mulai beroperasi melayani masyarakat pedesaan mulai September 2026 mendatang.

Target Pembangunan Lanjutan dan Dukungan Infrastruktur Pangan Nasional

Setelah merampungkan target fase pertama pada tahun ini, pemerintah berencana langsung tancap gas melanjutkan pembangunan unit baru pada tahun depan.

Diperkirakan ada sekitar 30 ribu hingga 35 ribu unit Kopdes Merah Putih tambahan yang akan dibangun guna melengkapi jaringan distribusi pangan berbasis desa di seluruh penjuru Tanah Air.

Kehadiran Kopdes Merah Putih dirancang khusus untuk menjadi infrastruktur strategis pemerintah di tingkat tapak sekaligus berperan sebagai penampung produk pangan (off-taker).

Melalui sistem ini, hasil panen para petani dan peternak lokal dapat terserap secara optimal dengan kepastian harga yang jauh lebih adil.

Penguasaan Rantai Pasok Mandiri dan Penekanan Permainan Harga Pasar

Pentingnya keberadaan program Kopdes Merah Putih ini juga digarisbawahi oleh Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD.

Kepala Negara menegaskan bahwa penguatan koperasi desa menjadi tonggak sejarah baru bagi Indonesia dalam menguasai rantai pasok pangannya secara mandiri.

Dengan penguasaan rantai pasok dari hulu ke hilir oleh negara bersama masyarakat desa, risiko permainan harga bahan pokok di pasar yang kerap merugikan warga dapat diminimalisasi secara signifikan.

Pendekatan ini diharapkan menjadi solusi permanen dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan nasional secara berkelanjutan.

Kesiapan Operasional dan Harapan Besar Kedaulatan Pangan

Pemerintah mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengawal serta mendukung penuh keberlanjutan program strategis ini.

Penertiban lokasi yang salah sasaran menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga ketepatan tata kelola anggaran dan manfaat proyek bagi warga.

Dengan pengawasan ketat serta pengoperasian bertahap mulai September mendatang, Kopdes Merah Putih diyakini mampu menjelma menjadi motor pendorong ekonomi pedesaan yang tangguh, adil, dan mampu mewujudkan cita-cita kedaulatan pangan nasional.

Statement:

Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan

“Ada di sana sini yang tidak tepat, tentu kita akan koreksi, seperti pembangunan di gunung-gunung. Ada satu, dua, atau berapa banyak, kita akan tertibkan.”

“Mohon dukungannya agar Koperasi Desa Merah Putih ini bisa jadi infrastruktur pemerintah dan juga sebagai off-taker sebagaimana yang disampaikan Bapak Presiden tadi.”

Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia

“Dengan Koperasi Merah Putih, untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia dari sejak menerima kedaulatan, untuk pertama kali negara akan menguasai rantai pasok sendiri.”

3 Poin Penting:

  • Penertiban Lokasi Kopdes: Pemerintah melalui Menko Pangan Zulkifli Hasan menertibkan proyek Koperasi Desa Merah Putih yang lokasinya tidak tepat, termasuk yang dibangun di daerah pegunungan.

  • Target Operasional September 2026: Pembangunan 35 ribu unit Kopdes ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026 untuk mulai beroperasi pada September 2026, lalu dilanjutkan 30-35 ribu unit lagi pada tahun depan.

  • Penguasaan Rantai Pasok Mandiri: Presiden Prabowo Subianto menyebut Kopdes Merah Putih sebagai tonggak sejarah baru agar negara menguasai rantai pasok sendiri dan meminimalisasi permainan harga di pasar.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan