Search
Search
Search

Celah Keamanan Zoom Ditemukan via AI, Perangkat Bisa Diambil Alih Hacker Tanpa Klik

Rabu, 19 Agustus 2026

Ilustrasi zoom (ist)

Dunia teknologi kembali diguncang oleh kabar kurang mengenakkan terkait keamanan siber. Para peneliti siber berhasil menemukan celah keamanan (vulnerability) yang sangat berbahaya pada aplikasi video konferensi populer, Zoom Workspace.

Celah ancaman ini ditemukan berlaku lintas platform, mulai dari sistem operasi Windows, Mac, Android, iOS, hingga Linux, yang berpotensi dimanfaatkan oleh peretas (hacker) untuk mengambil alih kontrol penuh atas perangkat korban.

Hal yang paling mengejutkan dari temuan ini adalah cara peretasannya yang memanfaatkan efisiensi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Peneliti dari firma A Security mengungkapkan bahwa mereka berhasil menciptakan perangkat peretas (exploit) utuh hanya dengan menggunakan model AI yang tersedia secara publik.

Berbekal kurang dari 20 instruksi perintah (prompt) AI, seluruh eksploitasi tingkat tinggi tersebut sanggup dirampungkan dalam waktu singkat, yakni kurang dari 24 jam.

Eksploitasi Tingkat Negara yang Kini Sanggup Dibuat Peretas Tunggal

Penemuan ini menandai pergeseran peta ancaman siber global yang kian mengkhawatirkan.

Dulu, kemampuan menciptakan eksploitasi serumit ini hanya dimiliki oleh aktor peretas tingkat negara yang didukung oleh tim elit, pengerjaan berbulan-bulan, serta anggaran dana yang fantastis.

Namun, kehadiran model AI publik terbukti sanggup meruntuhkan batasan rumit tersebut secara drastis dalam kurun waktu sangat singkat.

Kini, seorang peneliti siber maupun peretas yang beraksi secara tunggal mampu mengembangkan eksploitasi kelas berat hanya dalam waktu kurang dari sehari.

Fenomena ini membuktikan bahwa batas antara ancaman siber tingkat tinggi dan peretas individu semakin kabur, berkat kemudahan akses serta efisiensi teknologi kecerdasan buatan saat ini.

Fitur Anotasi Jadi Pintu Masuk Serangan Tanpa Petunjuk Visual

Secara teknis, celah keamanan berbahaya ini menyusup melalui fitur anotasi di Zoom, yaitu fitur yang memungkinkan pengguna menggambar di layar saat melakukan sesi screen sharing dalam rapat online.

Melalui celah ini, peretas cukup bergabung atau memulai sesi rapat di Zoom untuk kemudian menyuntikkan dan menjalankan kode berbahaya (malicious code) secara jarak jauh ke perangkat target.

Dampak dari serangan ini terbilang sangat mengerikan bagi privasi pengguna. Begitu peretasan berhasil, pelaku dapat mencuri data pribadi, mengaktifkan kamera atau mikrofon secara tersembunyi, hingga menginstal perangkat lunak jahat (malware).

Parahnya lagi, serangan ini bersifat zero-click, di mana korban tidak perlu mengklik tautan apa pun dan tidak akan melihat indikasi visual yang mencurigakan di layarnya.

Respon Cepat Pihak Zoom dan Pembaruan Sistem Operasi Apple

Mengetahui potensi bahaya yang mengintai jutaan penggunanya, tim A Security bergerak cepat melaporkan temuan sensitif ini langsung kepada manajemen Zoom.

Menerima laporan tersebut, pihak Zoom segera meluncurkan penambal keamanan (patch) dan mengimbau seluruh pengguna global untuk secepatnya memperbarui aplikasi Zoom ke versi paling gres agar terhindar dari potensi peretasan.

Ancaman serupa rupanya sempat berdampak pada ekosistem perangkat Mac, sehingga memaksa perusahaan teknologi Apple untuk turut merilis pembaruan sistem operasi secara serentak.

Seluruh versi pembaruan macOS terbaru, seperti Tahoe 26.6.1, Sequoia 15.7.9, hingga Sonoma 14.8.9, kini telah dinyatakan aman dari jangkauan eksploitasi fitur anotasi tersebut.

Pentingnya Kesadaran Keamanan Siber di Era Kecerdasan Buatan

Peristiwa ini menjadi teguran keras bagi seluruh pengguna internet untuk senantiasa menjaga kedisiplinan dalam memperbarui perangkat lunak secara berkala.

Di era di mana AI dapat dipakai untuk mencari celah keamanan dalam hitungan jam, menunda pembaruan aplikasi sama saja dengan membuka pintu bagi potensi kejahatan siber yang tidak terduga.

Bagi masyarakat modern yang bergantung pada platform digital untuk bekerja maupun belajar, kewaspadaan siber harus menjadi prioritas utama.

Mengaktifkan fitur pembaruan otomatis (auto-update) serta mengunduh aplikasi langsung dari sumber resmi merupakan langkah proteksi mandiri terbaik yang bisa dilakukan saat ini.

3 Poin Penting:

  • Celah Bahaya Zoom via AI: Peneliti A Security menemukan celah keamanan di Zoom yang memungkinkan peretas mengambil alih perangkat menggunakan eksploitasi AI yang dibuat kurang dari 24 jam.

  • Serangan Fitur Anotasi Tanpa Klik: Celah menyusup lewat fitur anotasi screen sharing, memungkinkan peretas menyuntikkan malware, mencuri data, hingga menyadap kamera/mikrofon tanpa disadari korban.

  • Pembaruan Aplikasi Segera: Pihak Zoom dan Apple telah merilis patch keamanan terbaru dan mengimbau seluruh pengguna untuk segera memperbarui aplikasi dan sistem operasi mereka.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan