Ribuan gempa susulan (aftershock) dilaporkan terus menggetarkan kawasan Flores dan sekitarnya pascabencana gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,7.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi telah mencatat sebanyak 2.768 gempa susulan hingga 19 Agustus 2026.
Rentetan guncangan yang terjadi pasca-gempa utama pada 15 Agustus 2026 lalu ini masih memicu kewaspadaan tinggi di kalangan warga setempat.
Dari ribuan aktivitas seismik yang teridentifikasi, terdapat 24 kali kejadian gempa dengan magnitudo di atas M 5,0 serta 81 guncangan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Gempa dangkal akibat pergerakan tektonik naik (thrust fault) di Flores Back-Arc ini menjadi pemicu utama serangkaian fenomena geologis yang terus berlangsung.
Kondisi ini membuat tim penyelamat dan warga di lapangan tetap siaga penuh menghadapi potensi risiko lanjutan.
Estimasi Gempa Susulan Hingga 4 Pekan dan Dampak Tsunami di 4 Provinsi
Berdasarkan analisis pemodelan data sementara yang dilakukan oleh pihak BMKG, gelombang gempa susulan ini diperkirakan masih akan terus terjadi hingga 3 sampai 4 minggu ke depan.
Pascaguncangan utama M 7,7 melanda, peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan dan terbukti memicu gelombang tsunami di 16 titik lokasi yang tersebar di empat provinsi, yaitu NTT, NTB, Sulawesi Selatan, hingga Sulawesi Tenggara.
Ketinggian gelombang tsunami tertinggi dilaporkan tercatat di kawasan Pota, Manggarai Timur, NTT yang menyentuh angka 1,6 meter. Sementara itu, gelombang terendah terdeteksi di wilayah Bakalang, Alor, NTT setinggi 0,14 meter.
Meskipun peringatan dini tsunami telah resmi diakhiri beberapa jam setelah kejadian utama, pemantauan terhadap pergerakan muka air laut tetap dilakukan secara intensif.
Update Data Korban Jiwa dan Kerusakan Infrastruktur Bangunan
Dampak destruktif dari bencana geologis ini mencatat deretan angka kerugian yang tidak sedikit di berbagai wilayah terdampak. Data sementara dari lapangan mengonfirmasi sebanyak 69 korban jiwa meninggal dunia dan 331 warga mengalami luka-luka.
Kerusakan fasilitas umum dan pemukiman warga tergolong parah, dengan wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, hingga Sikka Maumere menjadi daerah berstatus paling terdampak.
Tingkat kerusakan bangunan di wilayah-wilayah tersebut sangat bervariasi, mulai dari kategori kerusakan ringan, sedang, hingga hancur total.
Banyak warga yang terpaksa mengungsi ke posko darurat karena rumah mereka sudah tidak aman lagi untuk ditempati. Tim gabungan penanggulangan bencana kini terus berpacu dengan waktu untuk menyalurkan bantuan logistik serta penanganan medis darurat.
Penerjunan Tim Survei Lapangan dan Pemetaan Mikrozonasi BMKG
Guna mengakselerasi proses penanganan dan mitigasi jangka panjang, BMKG telah menerjunkan tim gabungan khusus langsung ke lokasi bencana.
Tim ini bertugas melakukan rangkaian survei komprehensif, mulai dari survei makroseismik, pengukuran mikrotremor, hingga analisis respons tanah terhadap guncangan. Langkah riset lapangan ini krusial untuk memetakan kembali zonasi bahaya di wilayah Flores.
Data yang dihimpun dari survei ilmiah tersebut nantinya digunakan sebagai pijakan utama dalam menyusun pemetaan mikrozonasi pascagempa.
Hasil peta ini menjadi acuan dasar bagi pemerintah daerah dalam merancang proses rekonstruksi tata ruang serta pembangunan hunian kembali yang jauh lebih tahan gempa.
Wilayah dengan kerusakan sedang hingga berat menjadi prioritas utama penanganan survei tersebut.
Edukasi Warga dan Akses Kanal Informasi Resmi BMKG
Di samping melakukan pengukuran ilmiah, BMKG juga gencar menggelar program edukasi dan sosialisasi langsung kepada para pengungsi di lokasi terdampak.
Upaya pendampingan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang tepat mengenai fenomena gempa bumi, sekaligus menenangkan psikologis masyarakat agar tidak terjebak dalam rasa cemas yang berlebihan.
Masyarakat diimbau secara tegas untuk menghindari bangunan yang tampak retak atau rusak terpengaruh guncangan demi mencegah risiko tertimpa runtuhan saat gempa susulan terjadi.
Publik diminta untuk selalu memantau pembaruan informasi terkini melalui kanal komunikasi resmi BMKG yang terverifikasi agar terhindar dari simpang siur berita hoaks di media sosial.
Statement:
Wijayanto, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG
“Berdasarkan data sementara gempa susulan ini akan berakhir 3 – 4 minggu ke depan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada gempa bumi susulan yang masih terjadi.”
“BMKG telah menerjunkan tim gabungan dari pusat dan UPT untuk melakukan survei gempabumi merusak, meliputi survei makroseismik, pengukuran mikrotremor dan MASW untuk mengetahui karakteristik serta respons tanah terhadap guncangan, monitoring gempa susulan, dan verifikasi dampak tsunami di lapangan.”
3 Poin Penting:
-
Ribuan Gempa Susulan: BMKG mencatat 2.768 gempa susulan (aftershock) pascagempa M 7,7 Flores, dengan potensi guncangan berlanjut hingga 3–4 minggu ke depan.
-
Dampak Bencana dan Tsunami: Gempa memicu tsunami di 16 lokasi di 4 provinsi serta menyebabkan 69 korban jiwa meninggal dunia dan 331 luka-luka.
-
Survei Lapangan dan Mikrozonasi: BMKG menerjunkan tim survei teknis untuk menganalisis respons tanah dan dampak tsunami sebagai dasar pemetaan mikrozonasi serta rekonstruksi aman.



