Search
Search
Search

Gubernur DKI Pramono Anung Layat Rumah Duka Korban Kericuhan Pejompongan

Sabtu, 29 Agustus 2026

Gubernur DKI Pramono Anung Layat Rumah Duka Korban Kericuhan Pejompongan (ist)

Suasana haru menyelimuti kawasan Pejompongan setelah insiden ricuh yang memakan korban jiwa.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menunjukkan rasa empati mendalam dengan melayat langsung ke rumah duka almarhum Bambang Setiawan, korban meninggal dunia dalam peristiwa bentrokan di Pejompongan, Jakarta Pusat.

Kedatangan Pramono di rumah duka yang berlokasi di Jalan Pejompongan Raya RT 002 RW 06, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, pada Jumat (28/8/2026) sore, disambut hangat oleh istri almarhum.

Kehadiran orang nomor satu di Jakarta ini menjadi penegas komitmen pemerintah daerah untuk selalu hadir menguatkan warga di tengah masa sulit.

Kehadiran Selepas Magrib dan Doa Bersama Keluarga Korban

Tiba di lokasi kediaman almarhum selepas waktu Magrib, Pramono Anung tampil bersahaja mengenakan kemeja hitam dan peci.

Kedatangannya ke rumah duka tidak sendirian, melainkan turut didampingi oleh Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, serta jajaran pejabat wilayah setempat.

Setibanya di rumah duka, Pramono langsung bersalaman serta menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada istri dan kerabat almarhum.

Ia berbincang hangat selama kurang lebih 30 menit guna memberikan ketabahan serta dukungan moral sebelum akhirnya bertolak meninggalkan lokasi duka.

Kronologi Evakuasi Kepolisian di Tengah Kondisi Kericuhan

Sebelumnya, pihak kepolisian setempat menerima laporan dari warga mengenai keberadaan seorang warga yang tak sadarkan diri di tengah peristiwa kerusuhan di Pejompongan pada Kamis (27/8/2026).

Tim gabungan dari Polda Metro Jaya bergegas merespons laporan tersebut untuk melakukan tindakan penyelamatan.

Proses evakuasi korban membutuhkan perhitungan matang dan situasi yang benar-benar kondusif.

Langkah ini diambil oleh petugas kepolisian demi memastikan keamanan seluruh personel medis dan evakuasi saat menerobos area yang sempat memanas akibat aksi massa.

Penanganan Medis di RS TNI AL Mintohardjo dan Penjelasan Polda Metro

Setelah kondisi lokasi kerusuhan dinilai aman, tim Biddokkes Polda Metro Jaya segera mengevakuasi korban yang berada dalam kondisi pingsan.

Petugas bergerak cepat membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan pertolongan medis darurat.

Nahas, meski telah mendapatkan penanganan intensif dari tim dokter di Rumah Sakit TNI AL Mintohardjo, nyawa Bambang Setiawan tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Peristiwa ini menjadi pemicu perhatian serius berbagai pihak agar kondusivitas ibu kota tetap terjaga.

Statement:

Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya

“Jadi berawal dari adanya informasi masyarakat kepada pihak kepolisian. Kita mengetahui bahwa di lokasi itu masih terjadi kerusuhan, sehingga Polri pun untuk melakukan evakuasi harus melihat menghitung evakuasi tersebut aman bagi petugas yang melakukan evakuasi.”

3 Poin Penting:

  • Gubernur DKI Layat Rumah Duka: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melayat ke rumah duka almarhum Bambang Setiawan di Pejompongan, Bendungan Hilir, untuk memberikan empati dan penguatan kepada keluarga korban.

  • Insiden Kericuhan di Pejompongan: Korban meninggal dunia akibat terdampak aksi ricuh yang terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8/2026).

  • Proses Evakuasi Medis Kepolisian: Biddokkes Polda Metro Jaya mengevakuasi korban saat lokasi dinilai aman, namun korban dinyatakan meninggal dunia saat mendapat penanganan di RS TNI AL Mintohardjo.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan