Jagat media sosial khususnya platform Threads mendadak gempar akibat perselisihan antara seorang nasabah dengan oknum pegawai bank BUMN.
Kejadian ini bermula dari unggahan keluhan seorang nasabah Bank Mandiri bernama Syauqina melalui akun @syauqinamaghfirah yang mengaku mengalami kendala saat hendak menarik uang tunai di mesin ATM.
Alih-alih mendapatkan solusi terbaik atau simpati dari pihak perbankan, unggahan Syauqina justru memantik amarah publik akibat balasan tak pantas dari oknum pegawai.
Oknum yang menjabat sebagai Relationship Manager bernama Larasanti Putri Mantika melalui akun @rasantiputrim melayangkan komentar menohok yang dinilai sangat nir-etika oleh para pengguna internet.

Komentar Menohok Oknum Pegawai dan Klarifikasi Resmi Manajemen
Komentar bernada menghina yang ditulis oleh oknum pegawai tersebut sontak menjadi perhatian publik di media sosial.
Akun @rasantiputrim kedapatan menuliskan kalimat “Gak miskin tapi kampungan” pada kolom komentar unggahan Syauqina, yang langsung memicu kecaman keras dari warganet karena dinilai amat tidak profesional.
Merespons gelombang kritik dari masyarakat, pihak manajemen Bank Mandiri langsung menyampaikan permohonan maaf resmi melalui akun Threads @bankmandiri.
Dalam permohonan maaf yang diwakili oleh staf layanan pelanggan bernama Nico, pihak bank memberikan sembilan langkah panduan penanganan kendala ATM serta beritikad menyelesaikan masalah secara langsung.
Respon Menohok Nasabah dan Pengakuan Khilaf Oknum Bank
Syauqina yang merasa dirugikan lantas menyindir keras etika pelayanan oknum pegawai pelat merah yang telah bekerja sejak tahun 2020 tersebut.
Melalui unggahan lanjutan, ia mempertanyakan keprofesionalan layanan perbankan BUMN yang bukannya memberikan solusi konkret, namun justru memberikan celaan kepada nasabah.
Setelah kasus ini viral dan mendapat sorotan tajam dari publik, Larasanti akhirnya melayangkan permohonan maaf secara pribadi melalui pesan singkat (DM) kepada Syauqina.
Dalam pesannya, Larasanti mengaku khilaf serta menegaskan bahwa tindakannya tersebut sama sekali tidak mewakili institusi atau perusahaan tempatnya bekerja.
Penolakan Hapus Utas dan Gelombang Dukungan dari Warganet

Kendati oknum pegawai telah memohon agar unggahan yang mencoreng namanya tersebut diturunkan, Syauqina secara tegas menolak permohonan penghapusan utas viral tersebut.
Langkah tegas nasabah ini didukung penuh oleh warganet yang menilai bahwa etika serta kualitas pelayanan publik perbankan harus tetap dievaluasi secara transparan.
Kini, akun Threads milik Syauqina telah diatur ke dalam mode privat guna menjaga kenyamanan personal dari keriuhan media sosial.
Meski demikian, kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi para pekerja profesional agar senantiasa menjaga etika berkomunikasi, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.
Statement:
Nico, Staf Layanan Pelanggan Bank Mandiri
“Halo Sahabat @syauqinamaghfirah, mohon maaf atas ketidaknyamanannya… Dengan senang hati kami menunggu telepon Sahabat agar kami dapat menindaklanjuti keluhan Sahabat pada kesempatan pertama.”
3 Poin Penting:
-
Kasus Penghinaan Nasabah di Threads: Utas keluhan kendala ATM milik nasabah Bank Mandiri bernama Syauqina mendadak viral setelah dikomentari “Gak miskin tapi kampungan” oleh oknum pegawai bank.
-
Permohonan Maaf Resmi Bank Mandiri: Manajemen Bank Mandiri menyampaikan permohonan maaf resmi melalui akun Threads
@bankmandiriserta memberikan petunjuk teknis penanganan kendala kartu ATM. -
Penolakan Menghapus Utas Viral: Meski oknum pegawai telah meminta maaf secara pribadi melalui pesan singkat, korban secara tegas menolak untuk menghapus unggahan viral tersebut dari media sosial.





