Search
Search
Search

Waspada Bahaya Susulan! Nepal dan China Siaga Tinggi Ancaman Danau Gletser Jebol

Sabtu, 29 Agustus 2026

Ancaman gletser jebol (reuters)

Kawasan Pegunungan Himalaya kini dalam status siaga tinggi setelah Nepal dan China mendeteksi ancaman bencana banjir susulan yang sangat krusial.

Dua danau terisolasi yang terbentuk secara alami akibat longsoran gletser di kedua sisi perbatasan berpotensi jebol dan memicu luapan air berskala besar.

Peringatan darurat ini dikeluarkan di tengah upaya kedua negara menangani dampak banjir bandang dahsyat yang meluluhlantakkan wilayah perbatasan pekan ini.

Tim gabungan dari Nepal maupun China saat ini masih terus bergerak menyusuri lembah dan lereng pegunungan untuk melangsungkan operasi pencarian serta penyelamatan korban.

Berdasarkan data terbaru, sedikitnya 362 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara hampir 1.000 warga lainnya masih dilaporkan hilang setelah banjir bandang menerjang pemukiman pada pertengahan pekan.

Penyebab Runtuhnya Gletser dan Potensi Bahaya Bendungan Alami

Otoritas resmi Nepal dan China menyimpulkan bahwa runtuhnya material gletser raksasa menjadi pemicu utama bencana banjir dahsyat ini.

Runtuhan yang membawa material bebatuan, es, hingga lumpur pekat tersebut masuk ke sistem aliran sungai pegunungan, hingga akhirnya membendung aliran air dan membentuk danau-danau baru yang rawan runtuh.

Ketinggian air di dalam danau alami tersebut dilaporkan terus melonjak secara signifikan sehingga berisiko tinggi jebol sewaktu-waktu.

Otoritas Penanggulangan Bencana Nepal mengimbau seluruh warga di tepian sungai, para pengguna jalan, hingga tim relawan untuk segera menepi dan mengamankan diri ke lokasi yang jauh lebih tinggi demi menghindari potensi sapuan air bah.

Aliran 3 Juta Meter Kubik Air Meneror Wilayah Perbatasan China

Kondisi tak kalah mengkhawatirkan juga terjadi di sisi perbatasan China.

Pemerintah setempat memperingatkan adanya potensi masuknya debit air hingga 3 juta meter kubik atau setara 1.200 kolam renang Olimpiade yang akan mengalir ke danau alami tersebut dalam tiga hari mendatang.

Aliran puncak air diprediksi bakal terjadi sekitar tanggal 1 September 2026.

Hasil rekaman udara yang dirilis media pemerintah China memperlihatkan penampakan air berwarna cokelat pekat yang tertahan tanpa memiliki saluran pembuangan.

Genangan air raksasa tersebut telah menenggelamkan pepohonan sekitar serta memberikan tekanan sangat kuat pada struktur penghalang alami yang hanya tersusun dari tumpukan puing, lumpur, dan bebatuan longsor.

Curah Hujan Tinggi Perparah Situasi dan Hambat Operasi Penyelamatan

Ancaman bencana kian memuncak menyusul perkiraan cuaca yang menunjukkan potensi hujan deras masih akan mengguyur wilayah Himalaya sepanjang pekan depan.

Kementerian Sumber Daya Air China mengonfirmasi bahwa tambahan curah hujan tinggi dipastikan akan memperburuk kondisi kestabilan benteng alami danau dan meningkatkan risiko terjadinya jebol mendadak.

Situasi yang makin genting ini memaksa sejumlah tim penyelamat di lapangan untuk menarik diri sementara waktu ke area yang lebih aman.

Para petugas medis dan penyelamat sengaja menjauhi zona dasar aliran sungai demi keselamatan diri agar dapat melanjutkan proses evakuasi korban bencana secara terukur.

Statement:

Zhu Jinfeng, Peneliti Departemen Hidrologi Kementerian Sumber Daya Air China

“Volume air terus meningkat, begitu pula risikonya.”

3 Poin Penting:

  • Ancaman Banjir Susulan Himalaya: Nepal dan China berada dalam status siaga tinggi akibat potensi jebolnya dua danau alami yang terbentuk dari tumpukan longsoran gletser di area perbatasan.

  • Dampak Bencana dan Korban Jiwa: Banjir bandang sebelumnya telah merenggut sedikitnya 362 korban jiwa dan menyebabkan hampir 1.000 orang masih hilang di kawasan perbatasan Nepal dan Tibet.

  • Peningkatan Debit Air dan Cuaca Buruk: Sekitar 3 juta meter kubik air diperkirakan menekan danau buatan di sisi China, diperparah oleh ancaman hujan deras yang memaksa tim penyelamat mundur ke lokasi aman.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan