Search
Search
Search

Teka-Teki Karhutla Gunung Semeru: Dua Pendaki Ilegal Hilang Buka Suara dan Bantah Tudingan

Minggu, 30 Agustus 2026

Karhutla semeru (ist)

Penyebab pasti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang jalur pendakian Gunung Semeru, termasuk kawasan ikonik Ranu Kumbolo di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kini menjadi sorotan publik.

Di tengah simpang siur isu yang beredar, dua pendaki ilegal yang sempat dilaporkan hilang selama tiga hari akhirnya ditemukan dan angkat bicara.

Kedua pendaki muda tersebut secara tegas membantah tuduhan bahwa mereka adalah pemicu munculnya kobaran api di kawasan konservasi tersebut.

Pendaki bernama Yanuar (19) dan Dwi (25) menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak pernah menyulut perapian selama terdampar di punggungan bukit hingga kawasan Kalimati.

Meski harus bertahan hidup menahan dinginnya cuaca gunung selama tiga hari dua malam, keduanya memilih mencari tempat berlindung dari hembusan angin ketimbang membuat api unggun.

Pengakuan ini disampaikan langsung untuk meluruskan asumsi publik yang menyudutkan keberadaan mereka.

Beda Jalur Pendakian dan Pengakuan Menggunakan Kompor Portable

Yanuar menjelaskan bahwa titik awal munculnya kebakaran hutan berada di Blok Ranu Kembang, kawasan yang sama sekali tidak pernah mereka lintasi.

Jalur yang mereka lewati saat mengapit perjalanan menuju Kalimati terpisah cukup jauh dari lokasi kejadian awal karhutla.

Untuk urusan memasak perbekalan harian pun, keduanya mengaku selalu menggunakan kompor portable khusus pendaki, bukan dengan membakar ranting kayu sembarangan.

Keberadaan dua pemuda ini di Gunung Semeru sejatinya berawal dari aksi nekat mendaki melalui jalur ilegal via Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin (24/8/2026) malam.

Namun, rasa penasaran tersebut berujung petaka ketika keduanya tersesat dan terdampar di punggungan bukit akibat kebingungan menentukan arah.

Selama berhari-hari, keluarga korban sempat diselimuti kecemasan sebelum akhirnya laporan kehilangan diteruskan ke pihak berwenang.

Proses Evakuasi Bersama Ratusan Pendaki Resmi di Ranu Kumbolo

Takdir akhirnya mempertemukan dua pendaki tersesat ini dengan tim evakuasi dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) pada Kamis (27/8/2026).

Uniknya, Yanuar dan Dwi ditemukan berada di Ranu Kumbolo bersamaan dengan momen krusial saat petugas sedang melakukan penyelamatan massal terhadap 170 pendaki resmi yang terdampak kepungan asap karhutla.

Keputusan menyerahkan diri diambil keduanya setelah perbekalan logistik makanan habis total.

Kebakaran di jalur pendakian Gunung Semeru sendiri diketahui mulai berkobar hebat sejak Rabu (26/8/2026). Saat amukan si jago merah meluas, kawasan Ranu Kumbolo memang sedang dipadati oleh ratusan pendaki yang sedang berkemah.

Beruntung, seluruh pendaki resmi beserta dua pendaki tersesat tersebut berhasil dievakuasi turun menuju Pos Ranupane dalam kondisi selamat tanpa korban jiwa.

Pelajaran Mahal dari Aksi Nekat Mendaki Jalur Terlarang

Kendati membantah menjadi dalang utama pemicu karhutla, aksi nekat mendaki via jalur ilegal tetap menjadi catatan koreksi mendalam bagi dunia pecinta alam.

Memotong jalur resmi tidak hanya membahayakan keselamatan diri sendiri akibat minimnya pemetaan rupa bumi, tetapi juga menyulitkan koordinasi tim SAR saat terjadi kondisi darurat bencana alam di kawasan gunung.

Kini, kasus pendakian ilegal serta penelusuran penyebab pasti kebakaran di Gunung Semeru tengah ditangani oleh pihak berwajib di Mapolres Malang.

Peristiwa ini menjadi imbauan keras bagi seluruh pendaki muda agar selalu mematuhi regulasi pendakian resmi demi menjaga kelestarian alam serta keselamatan jiwa bersama.

Statement:

Yanuar, Pendaki Gunung Semeru

“Kami tidak bikin api, walaupun dingin kami cari tempat yang enggak kena angin biar enggak kedinginan. Kalau masak kami pakai kompor. Jadi memang beda jalur, kami tidak lewat sana. Kami tadi memang menyerahkan diri karena logistik sudah habis, tadi semua sudah dievakuasi baru ketemu petugas dan diantar turun ke Ranupane.”

3 Poin Penting:

  • Bantahan Pemicu Karhutla: Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar dan Dwi, membantah menjadi penyebab kebakaran di Ranu Kumbolo dan menegaskan titik api berada di jalur berbeda yang tidak mereka lewati.

  • Kronologi Hilang dan Ditemukan: Keduanya mendaki via jalur ilegal Limpak pada 24 Agustus 2026, terdampar dua malam karena tersesat, dan akhirnya menyerahkan diri ke petugas di Ranu Kumbolo usai kehabisan logistik.

  • Evakuasi Massal Pendaki: Petugas BBTNBTS berhasil mengevakuasi total 170 pendaki resmi ditambah dua pendaki ilegal tersebut ke Pos Ranupane dalam keadaan selamat dari ancaman karhutla.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan