Search
Search
Search

Pasak Bumi Hingga Saksi Bisu Kisah Para Nabi, Ini 3 Gunung Menakjubkan yang Diabadikan dalam Al-Qur’an

Selasa, 8 September 2026

Gunung Sinai (ist)

Gunung bukan sekadar bentang alam raksasa yang berdiri megah menghiasi lanskap bumi. Dalam ajaran agama Islam, keberadaan pegunungan memegang peranan yang sangat vital bagi keseimbangan planet.

Al-Qur’an secara eksplisit menyebutkan bahwa gunung diciptakan oleh Allah SWT sebagai pasak bumi untuk menjaga struktur permukaan tanah agar tidak mudah berguncang, sehingga seluruh makhluk hidup dapat beraktivitas dengan aman dan tenang di atasnya.

Ketentuan mengenai fungsi utama gunung tersebut diabadikan langsung dalam Firman Allah SWT pada Surah An-Naba ayat 7.

Berbagai ahli tafsir menjelaskan bahwa ibarat pasak yang dipancangkan secara kokoh, gunung memegang peranan geologis yang teramat penting bagi kelangsungan hidup manusia.

Selain menjadi penyangga bumi, gunung juga menyimpan sejarah panjang perjalanan peradaban serta mukjizat para nabi terdahulu yang patut direnungkan oleh generasi muda.

Gunung Sinai dan Gunung Judi Saksi Bisu Panggilan Ilahi serta Bahtera Nabi Nuh AS

Salah satu gunung paling populer yang diabadikan dalam Al-Qur’an adalah Gunung Sinai atau Thursina.

Kawasan pegunungan yang dikaitkan dengan Semenanjung Sinai di Mesir ini menjadi tempat bersejarah tatkala Nabi Musa AS menerima panggilan langsung untuk berdialog dengan Allah SWT serta menerima wahyu.

Nama Thursina secara ter terhormat diabadikan dalam Surah At-Tin, yang juga menjadi saksi perjalanan panjang serta ujian keimanan Bani Israil di masa lampau.

Selain Thursina, Al-Qur’an dalam Surah Hud ayat 44 juga mencatat keberadaan Gunung Judi secara sangat spesifik.

Gunung ini menjadi lokasi bersejarah tempat berlabuhnya bahtera raksasa Nabi Nuh AS setelah banjir bah dahsyat yang melanda kaumnya akhirnya surut atas perintah Ilahi.

Sejumlah literatur tafsir dan sejarawan mengaitkan letak Gunung Judi berada di wilayah pegunungan sekitar perbatasan Turki, Irak, dan Suriah.

Peradaban Pahat Pegunungan Kaum Tsamud dan Fenomena AlUla

Al-Qur’an juga merekam kehebatan peradaban Kaum Tsamud, yakni umat dari Nabi Saleh AS yang dianugerahi keahlian luar biasa dalam memahat gunung berbatu menjadi bangunan kediaman yang megah.

Kisah kaum yang mendiami kawasan pegunungan ini diabadikan dalam berbagai surah, seperti Surat Al-A’raf, Hud, dan Asy-Syu’ara, sebagai cerminan sebuah bangsa dengan teknologi arsitektur yang melampaui zamannya.

Peninggalan arkeologis yang sering dikaitkan dengan peradaban pemahat gunung ini kini dikenal sebagai situs Hegra atau Madain Saleh di kawasan AlUla, Arab Saudi.

Kendati situs arkeologi modern tersebut menawarkan pemandangan cadas berbatu yang spektakuler, Al-Qur’an mengingatkan bahwa kemegahan peradaban dan kemampuan fisik yang hebat tidak akan ada artinya jika manusia melupakan rasa syukur serta mengingkari ajaran Sang Pencipta.

Tafakur Kebesaran Sang Pencipta Lewat Keindahan dan Fungsi Alam

Keberadaan gunung-gunung yang tersebar di belahan dunia menyimpan pesan edukasi spiritual yang teramat mendalam bagi kehidupan modern saat ini.

Gunung tidak hanya menyajikan panorama alam yang indah bagi para pecinta kegiatan hiking atau outdoor, melainkan juga berfungsi sebagai pengingat akan keagungan penciptaan alam semesta yang diatur secara presisi oleh Allah SWT.

Melalui penelusuran sejarah serta fungsi geologis gunung dalam Al-Qur’an, generasi muda diajak untuk tidak sekadar mengagumi keindahan fisik alam semesta.

Keberadaan pasak-pasak bumi ini semestinya menjadi media refleksif atau bertafakur untuk makin mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta serta menjaga kelestarian lingkungan hidup demi masa depan bumi yang berkelanjutan.

Kutipan:

Penjelasan Literatur Tafsir Al-Qur’an

“Dalam tafsir Surah An-Naba ayat 7 dijelaskan bahwa gunung diibaratkan seperti pasak yang dipancangkan untuk menjaga bumi agar tidak berguncang. Keberadaan gunung semestinya tidak hanya dipandang dari sisi keindahan maupun manfaatnya. Lebih dari itu, gunung dapat menjadi sarana untuk bertafakur dan semakin menyadari kebesaran Sang Pencipta.”

3 Poin Penting:

  • Fungsi Gunung Sebagai Pasak Bumi: Al-Qur’an Surah An-Naba ayat 7 menjelaskan bahwa gunung diciptakan sebagai pasak bumi untuk menstabilkan permukaan tanah dari guncangan.

  • Tiga Kawasan Gunung Bersejarah: Gunung Sinai (Thursina) tempat dialog Nabi Musa AS, Gunung Judi tempat berlabuhnya kapal Nabi Nuh AS, serta pegunungan peninggalan Kaum Tsamud diabadikan dalam Al-Qur’an.

  • Pelajaran Bertafakur: Keberadaan gunung dan kisah peradaban masa lalu menjadi sarana bagi manusia untuk bertafakur serta menyadari kebesaran Allah SWT.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan