Search
Search
Search

Puluhan Petugas Karhutla Bromo Tumbang! Tim Dokkes Polres Malang Turun Tangan

Senin, 14 September 2026

Petugas Karhutla Bromo (dk. Antara Foto)

Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo sisi Jemplang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, memakan pengorbanan besar.

Sebanyak 50 personel gabungan yang berjibaku memadamkan si jago merah dilaporkan mengalami penurunan kondisi kesehatan secara mendadak akibat kelelahan fisik dan paparan asap pekat.

Para petugas yang bertaruh nyawa di medan terjal tersebut mulai mengeluhkan gejala fisik seperti batuk-batuk hingga pusing hebat.

Merespons situasi kritis tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Malang langsung memobilisasi tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) menuju lokasi untuk melakukan penanganan medis darurat secara menyeluruh.

Bahaya Asap Pekat dan Pemicu Keluhan Kesehatan Personel Gabungan

Pemeriksaan kesehatan intensif digelar secara langsung di area pos pemadaman pada Minggu (13/9/2026) untuk memastikan kondisi fisik seluruh anggota.

Tim medis mengecek tekanan darah serta melakukan wawancara medis guna mendeteksi gangguan pernapasan maupun masalah kesehatan lain akibat kondisi lingkungan ekstrem.

Gejala batuk yang dialami sebagian besar petugas dipicu oleh kombinasi paparan asap kebakaran yang tebal serta cuaca kering khas musim kemarau di Bromo.

Beban kerja yang ekstra berat tanpa waktu istirahat memadai makin mempercepat penurunan imunitas tubuh para personel di lapangan.

Penurunan Kualitas Udara Menyebabkan Pasokan Oksigen Berkurang

Pengecekan medis mengonfirmasi bahwa keluhan pusing kepala yang dialami personel dipengaruhi langsung oleh penurunan kualitas udara di lokasi bencana.

Kabut asap tebal membuat kadar oksigen yang terhirup berkurang sehingga memicu hambatan aliran oksigen menuju otak.

Selain masalah pusing dan fluktuasi tekanan darah yang melonjak akibat kurang tidur, tim medis memastikan belum ada petugas yang terindikasi terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Penanganan dini dilakukan agar gangguan kesehatan tidak memburuk menjadi penyakit serius.

Penanganan Luka Bakar dan Pembagian Alat Pelindung Diri

Di samping penanganan keluhan sistem pernapasan, tim Dokkes turut memberikan tindakan medis khusus kepada seorang petugas gabungan yang mengalami luka bakar di kaki kiri.

Korban dipastikan hanya menderita luka bakar ringan dan telah mendapatkan perawatan medis darurat di tempat.

Langkah antisipasi lanjutan juga ditempuh melalui pembagian suplemen vitamin serta alat pelindung diri berupa masker medis ketat.

Distribusi ini bertujuan untuk membentungi saluran pernapasan petugas dari paparan debu dan partikel abu berbahaya yang melayang di udara.

Pembentukan Sistem Piket Medis dan Kolaborasi Layanan Kesehatan

Guna menjamin keberlanjutan pasokan medis, Polres Malang berencana membentuk sistem piket layanan kesehatan berkesinambungan di lokasi pemadaman.

Langkah ini diambiling secara kolaboratif bersama jajaran dinas kesehatan dan puskesmas setempat.

Layanan pemeriksaan kesehatan rutin ini dipastikan bakal terus menyiagakan personel medis selama proses pemadaman karhutla berlangsung hingga situasi di kawasan Gunung Bromo benar-benar terkendali.

Statement:

Penata I dr. Anita Rahmawati, Kepala Seksi Dokkes Polres Malang

“Kami hari ini memeriksa kondisi kesehatan anggota yang menangani kebakaran di sini, mulai tekanan darah sampai menanyakan kondisi badan bagaimana, dari situ ada yang mengeluh batuk dan ada yang pusing.”

“Kalau yang pusing karena memang asap ini kan membuat kualitas udara menjadi kurang bagus sehingga aliran oksigen ke otak berkurang, banyak yang pusing tadi terus tensi darah ada yang tinggi mungkin karena kurang istirahat.”

3 Poin Penting:

  • 50 Petugas Mengalami Gangguan Kesehatan: Sebanyak 50 personel pemadam karhutla Bromo di sisi Jemplang, Malang, mengalami batuk dan pusing akibat paparan asap serta kelelahan fisik.

  • Intervensi Tim Dokkes Polres Malang: Polres Malang menerjunkan tim Dokkes untuk melakukan pemeriksaan medis, memberikan vitamin, membagikan masker, serta merawat satu petugas yang mengalami luka bakar ringan.

  • Pembentukan Layanan Piket Kesehatan: Tim medis berkolaborasi dengan puskesmas setempat untuk mendirikan posko layanan kesehatan bersistem piket guna memantau kondisi fisik petugas secara berkala.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan