Kabar membanggakan kembali datang dari dunia keanekaragaman hayati Indonesia. Sebuah spesies baru tumbuhan perdu resmi ditemukan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur.
Spesies endemik nan cantik yang diberi nama Clerodendrum ismaili H.Sant. & Sudarmono ini secara resmi dipublikasikan sebagai jenis baru bagi ilmu pengetahuan dalam jurnal ilmiah internasional terkemuka, Phytotaxa, pada 15 September 2026.
Penemuan berharga ini merupakan hasil kolaborasi dan sinergi antara Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTN BTS) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Tumbuhan berbunga indah ini pertama kali diidentifikasi di kawasan Ranu Darungan pada Februari 2026. Sebelum resmi diumumkan ke publik dunia, para peneliti menempuh proses kajian serta identifikasi morfologi yang sangat mendalam dan terukur.

Penghormatan untuk Almarhum Ismail Sang Penjaga Anggrek Ranu Darungan
Pemberian nama ilmiah ismaili pada spesies anyar ini menyimpan kisah haru sekaligus bentuk penghormatan setinggi-tingginya bagi almarhum Ismail.
Beliau merupakan sosok lokal legendaris dari Desa Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, yang mendedikasikan hidupnya untuk menjaga kawasan TNBTS.
Masyarakat mengenal almarhum sebagai pakar alamiah yang merawat dan mendampingi pengelolaan Taman Anggrek Ranu Darungan selama bertahun-tahun.
Rekam jejak almarhum Ismail dalam dunia flora tak perlu diragukan lagi, bahkan beliau pernah melanglang buana hingga ke hutan Sulawesi dan Kalimantan demi riset anggrek.
Dedikasi tanpa lelah dalam menjaga kelestarian hutan di sekitar resor tempat ia mengabdi menjadikan namanya diabadikan secara abadi dalam taksonomi ilmu pengetahuan.
Langkah ini menjadi simbol keabadian bagi mereka yang tulus menjaga alam Nusantara.
Karakteristik Unik Clerodendrum ismaili dan Kemiripan Spesies
Secara klasifikasi taksonomi, Clerodendrum ismaili tergolong ke dalam suku Lamiaceae dengan wujud semak atau perdu yang relatif besar.
Ciri visual yang paling menonjol dari tanaman ini adalah mahkota bunganya yang berwarna putih bersih serta memiliki lapisan bulu halus (indumentum).
Susunan bunganya membentuk thyrse terminal atau perbungaan majemuk tegak yang sangat anggun saat bermekaran.
Para peneliti mencatat bahwa secara morfologis, C. ismaili memiliki kemiripan paling dekat dengan spesies Clerodendrum calamitosum. Namun, perbedaan mendasar terlihat jelas pada kombinasi karakter vegetatif dan reproduktifnya.
Perbedaan rinci tersebut meliputi bentuk dan tepi daun yang utuh, pangkal daun membulat hingga terpotong, serta struktur unik pada organ reproduksi bunganya.
Habitat Terbatas di Lereng Selatan Gunung Semeru
Berdasarkan pengamatan lapangan yang dilakukan oleh tim peneliti, Clerodendrum ismaili memiliki distribusi geografis yang sangat terbatas.
Tumbuhan ini hanya ditemukan tumbuh secara alami di kawasan hutan pegunungan lereng selatan Gunung Semeru.
Karena populasinya terbilang sedikit, keberadaan spesies ini membutuhkan perhatian ekstra dalam upaya konservasi tumbuhan nasional.
Hasil temuan ilmiah penting yang disusun oleh Heri Santoso, Toni Artaka, Hoirul Ismy, dan Sudarmono ini telah dituangkan dalam makalah berjudul “Clerodendrum ismaili (Lamiaceae), a new species from Bromo Tengger Semeru National Park, East Java, Indonesia”.
Penemuan spesies baru ini kian menegaskan bahwa kawasan TNBTS menyimpan potensi kekayaan keanekaragaman hayati luar biasa yang wajib kita jaga bersama.
Statement:
Keterangan Resmi Tim Peneliti BBTN BTS & BRIN
“Spesies ini resmi dipublikasikan sebagai jenis baru bagi ilmu pengetahuan dalam jurnal ilmiah Phytotaxapada 15 September 2026. Nama ismaili digunakan untuk mengenang almarhum Ismail, sosok yang dikenal berpengetahuan luas tentang tumbuhan serta bertahun-tahun ikut menjaga kawasan TNBTS dan Taman Anggrek Ranu Darungan.”
3 Poin Penting:
-
Penemuan Spesies Baru: Spesies tumbuhan perdu baru bernama Clerodendrum ismaili berhasil ditemukan di Ranu Darungan, TNBTS, dan dipublikasikan di jurnal ilmiah Phytotaxa pada 15 September 2026.
-
Penghormatan untuk Sosok Lokal: Nama ismaili disematkan untuk menghormati almarhum Ismail, warga Desa Pronojiwo yang berdedikasi menjaga hutan dan merawat Taman Anggrek Ranu Darungan.
-
Ciri Fisik dan Endemik: Tumbuhan dari suku Lamiaceae ini memiliki ciri semak besar, bunga putih berbulu, serta habitat hidup yang sangat terbatas di lereng selatan Gunung Semeru.



