Search
Search
Search

BMKG Modelkan Tsunami hingga 18 Meter di Kebumen, Warga Punya Waktu Sekitar 40 Menit untuk Evakuasi

Kamis, 8 Oktober 2026

Ilustrasi Tsunami (freepik)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memodelkan potensi tsunami dengan ketinggian gelombang mencapai 14 hingga 18 meter di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, jika terjadi gempa megathrust di selatan Jawa.

Dalam skenario tersebut, tsunami diperkirakan dapat mencapai pesisir Kebumen sekitar 38 hingga 46 menit setelah gempa terjadi.

Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI Taufiq R Abdullah mengatakan pemodelan tersebut menggunakan skenario gempa dengan magnitudo maksimum sekitar 8,7.

Wilayah pesisir selatan Jawa lainnya, mulai dari Cilacap hingga Pacitan, juga berpotensi terdampak. Namun, ia menegaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil pemodelan ilmiah untuk kepentingan mitigasi, bukan ramalan kapan gempa akan terjadi.

Ada Jeda untuk Menyelamatkan Diri

Meski terdengar mengkhawatirkan, estimasi waktu kedatangan tsunami 38 hingga 46 menit justru menjadi informasi penting untuk memperkuat kesiapsiagaan.

Menurut Taufiq, masyarakat memiliki jeda waktu yang sangat berharga untuk segera melakukan evakuasi setelah merasakan gempa kuat yang berpotensi memicu tsunami.

Karena itu, kesiapan tidak seharusnya baru dilakukan ketika bencana terjadi. Pemerintah dan masyarakat perlu memastikan sistem peringatan dini berfungsi, jalur evakuasi mudah diakses, serta tempat evakuasi tersedia dan layak digunakan.

Edukasi juga perlu dilakukan secara rutin di sekolah, pesantren, rumah sakit, dan fasilitas publik agar warga tidak bingung menentukan langkah ketika situasi darurat terjadi.

Infrastruktur dan Edukasi Jadi Kunci

Taufiq menilai penguatan mitigasi bencana perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk meningkatkan kemampuan pemerintah desa dan relawan dalam menghadapi kondisi darurat.

Kelompok rentan juga harus mendapat perhatian khusus agar proses evakuasi tidak meninggalkan anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, maupun warga yang membutuhkan bantuan.

Menurutnya, pertanyaan terpenting bukan kapan gempa megathrust akan terjadi, melainkan seberapa siap masyarakat ketika bencana benar-benar datang.

Ia menilai kesiapan tersebut harus diuji secara berkala melalui edukasi dan latihan evakuasi sehingga masyarakat tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga memahami apa yang harus dilakukan.

Kebumen Diminta Jadi Prioritas

Taufiq juga mendorong agar Kebumen dan kawasan pesisir selatan Jawa mendapat perhatian sebagai wilayah prioritas dalam strategi penanggulangan bencana nasional.

Menurutnya, pendanaan mitigasi seharusnya tidak hanya difokuskan setelah bencana terjadi, tetapi juga dialokasikan sejak tahap pencegahan dan dimasukkan dalam perencanaan nasional.

Ia mengingatkan masyarakat pesisir Kebumen agar tidak panik menghadapi informasi potensi megathrust, tetapi menjadikannya sebagai momentum untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Statement:

Taufiq R Abdullah, Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI

“Ini adalah skenario pemodelan, lagi-lagi bukan prediksi. Ilmu pengetahuan kita belum mampu memprediksi secara presisi.”

“Artinya, begitu ada kabar gempa, kita masih ada waktu setengah jam lebih untuk siap-siap.”

“Seberapa siap kita ketika bencana itu terjadi.”

3 Poin Penting:

  • BMKG memodelkan tsunami 14–18 meter di pesisir Kebumen dalam skenario gempa megathrust selatan Jawa dengan magnitudo maksimum sekitar 8,7.
  • Tsunami diperkirakan tiba 38–46 menit setelah gempa dalam skenario tersebut sehingga waktu tersebut perlu dimanfaatkan untuk evakuasi.
  • Pemodelan bukan prediksi gempa, sehingga masyarakat diimbau tidak panik, tetapi memperkuat sistem peringatan dini, jalur evakuasi, tempat pengungsian, edukasi, dan latihan kesiapsiagaan.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan