Search
Search
Search

Pebalap Yamaha Terima Ancaman Pembunuhan Usai Insiden dengan Marshal di MotoGP Mandalika 2026

Senin, 12 Oktober 2026

Alex Rins cekcok dengan Marshal di Mandalika (ist)

Pebalap Yamaha, Alex Rins, mengaku menerima ancaman pembunuhan setelah terlibat insiden dengan marshal di MotoGP Mandalika 2026.

Persoalan ini menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan Rins mengacungkan jari tengah kepada petugas lintasan beredar luas di media sosial.

Insiden tersebut terjadi seusai sesi latihan pada Jumat (9/10/2026), ketika Rins mengalami kecelakaan dan berusaha kembali ke garasi tim Yamaha. Peristiwa ini pun memicu perdebatan di kalangan penggemar MotoGP.

Kronologi Insiden Alex Rins dengan Marshal

Rins menjelaskan bahwa kejadian bermula dari kesalahpahaman dengan seorang marshal yang hendak membantunya kembali ke garasi.

Pebalap asal Spanyol itu mengira dirinya akan diantar menggunakan skuter menuju paddock setelah petugas memintanya naik ke kendaraan tersebut.

Namun, ia kemudian mengetahui bahwa perjalanan menuju paddock tidak dapat dilakukan menggunakan skuter itu. Situasi tersebut memicu reaksi emosional yang berujung pada gestur tidak pantas terhadap petugas lintasan.

Pada Sabtu (10/10/2026), setelah menjalani sprint race, Rins memberikan penjelasan melalui akun X pribadinya, @Rins24. Ia mengakui tindakannya tidak tepat dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Penjelasan tersebut disampaikan untuk meluruskan kronologi kejadian sekaligus merespons kritik yang bermunculan.

Alex Rins Akui Kesalahan dan Minta Maaf

Rins menyadari bahwa reaksinya saat kejadian tidak mencerminkan sikap yang seharusnya ditunjukkan seorang pebalap profesional.

Ia mengakui tekanan setelah mengalami kecelakaan bukan alasan untuk bersikap tidak hormat kepada petugas yang bertugas menjaga keselamatan di lintasan.

Pebalap Yamaha itu juga menegaskan bahwa dirinya menghormati pekerjaan para marshal, yang memiliki peran penting dalam membantu pebalap ketika terjadi insiden.

Ia turut menyoroti bahwa MotoGP ditonton oleh berbagai kalangan, termasuk penggemar muda yang menjadikan para pebalap sebagai panutan.

Rins juga menyatakan siap bertanggung jawab atas kesalahannya.

Rins Kecam Ancaman Pembunuhan di Media Sosial

Meski telah meminta maaf, Rins mengungkapkan bahwa dirinya menerima komentar bernada kekerasan setelah video insiden tersebut menyebar.

Ia menyebut sejumlah pesan yang diterimanya berisi ancaman serius, termasuk ancaman pembunuhan.

Pengakuan tersebut membuat perhatian publik tidak hanya tertuju pada perilakunya terhadap marshal, tetapi juga pada dampak buruk perundungan di media sosial.

Rins menegaskan bahwa dirinya memahami kemarahan penggemar dan menerima kritik atas tindakan yang telah dilakukannya. Namun, ia menilai kritik tidak seharusnya berubah menjadi ancaman maupun pelecehan pribadi.

Insiden di MotoGP Mandalika 2026 ini menjadi pengingat bahwa perilaku atlet di luar persaingan tetap mendapat sorotan, tetapi perbedaan pendapat tidak membenarkan ancaman kekerasan terhadap siapa pun.

Statement;

Alex Rins (via X)

“Saya ingin menjelaskan apa yang terjadi kemarin setelah kecelakaan saya. Ada kesalahpahaman dengan seorang marshal ketika saya berusaha kembali ke garasi.”

“Itu adalah momen yang penuh tekanan dan saya bereaksi dengan cara yang seharusnya tidak saya lakukan.”

“Saya meminta maaf atas gestur saya. Itu tidak benar, terutama karena saya tahu ada penggemar muda yang menyaksikan kami. Saya sangat menghormati para marshal dan pekerjaan yang mereka lakukan.”

“Namun, saya juga menerima sejumlah komentar yang sangat serius, termasuk yang menyebut kematian dan kekerasan.”

“Saya memahami mengapa orang-orang marah atas reaksi saya, tetapi ancaman dan pelecehan tidak boleh dianggap dapat diterima.”

“Kita semua bisa melakukan kesalahan dan saya bertanggung jawab atas kesalahan saya.”

3 Poin Penting:

  • Insiden dengan marshal: Alex Rins mengacungkan jari tengah kepada petugas lintasan setelah terjadi kesalahpahaman seusai kecelakaan di MotoGP Mandalika 2026.
  • Permintaan maaf terbuka: Rins mengakui tindakannya tidak pantas dan menegaskan rasa hormatnya kepada para marshal yang bertugas menjaga keselamatan pebalap.
  • Ancaman di media sosial: Rins mengaku menerima ancaman pembunuhan dan mengecam pelecehan, meskipun ia memahami kritik atas perilakunya.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan