Search
Search
Search

Kylie Jenner Debut di Runway Victoria’s Secret 2026, Kenakan Fantasy Bra Berlian Rp900 Miliar

Senin, 19 Oktober 2026

Bra berlian Kyle Jenner (Getty images)

Kylie Jenner kembali mencuri perhatian dunia fashion setelah membuat debutnya di runway Victoria’s Secret Fashion Show 2026 pada Minggu (18/10/2026).

Kehadirannya sebagai model kejutan langsung ramai diperbincangkan di media sosial, terutama karena ia dipercaya mengenakan Fantasy Bra bertabur berlian yang nilainya disebut mencapai USD50 juta atau sekitar Rp900 miliar.

Momen ini bukan sekadar penampilan selebritas di atas panggung, tetapi juga strategi Victoria’s Secret untuk menghadirkan kembali salah satu ikon paling mewah dalam sejarah peragaan busananya.

Kylie tampil dengan rok mini tipis, sepatu hak transparan, serta sayap berbulu putih yang memperkuat ciri khas runway Victoria’s Secret. Namun, perhatian publik justru lebih banyak tertuju pada Fantasy Bra yang dikenakannya.

Setelah terakhir kali ditampilkan di runway pada 2018, kehadiran kembali bra ikonik tersebut menjadi daya tarik tersendiri.

Di tengah persaingan industri fashion yang semakin mengandalkan perhatian digital, Victoria’s Secret tampaknya memahami bahwa kombinasi kejutan, kemewahan, dan figur populer masih menjadi formula efektif untuk menciptakan perbincangan global.

Fantasy Bra Bertabur 4.410 Berlian

Fantasy Bra yang dikenakan Kylie merupakan hasil kolaborasi Victoria’s Secret dengan rumah perhiasan mewah Jacob & Co.

Desainnya terinspirasi dari koleksi perhiasan Rare Touch dan dibuat menggunakan 4.410 berlian alami, termasuk berlian kuning Fancy Vivid seberat 75,54 karat.

Meski menggunakan logam dan batu mulia, rancangan tersebut tetap harus mengikuti lekuk tubuh serta mempertimbangkan fleksibilitas agar dapat dikenakan di atas runway.

Proses pembuatannya melibatkan 15 perajin selama lebih dari 1.000 jam, dengan bobot keseluruhan kurang dari empat pon atau sekitar 1,8 kilogram.

Vogue melaporkan nilai kreasi tersebut mencapai USD50 juta, setara sekitar Rp900 miliar berdasarkan angka yang dicantumkan dalam laporan.

Nilai fantastis ini tentu mengundang decak kagum, tetapi juga memunculkan pertanyaan tentang bagaimana kemewahan diposisikan dalam industri fashion modern.

Di satu sisi, Fantasy Bra merupakan demonstrasi keterampilan perajin dan desain perhiasan tingkat tinggi.

Di sisi lain, nilai yang sangat besar itu menunjukkan betapa industri fashion dapat menjadikan sebuah produk sebagai simbol eksklusivitas sekaligus alat pemasaran.

Mengapa Victoria’s Secret Memilih Kylie Jenner?

Chief Creative Officer Victoria’s Secret, Adam Selman, menjelaskan bahwa Kylie dipilih karena pengaruhnya melampaui dunia fashion.

Ia menyebut Kylie sebagai “cultural powerhouse”, istilah yang menggambarkan sosok dengan pengaruh besar terhadap budaya populer.

Menurut Selman, Kylie tidak hanya dikenal melalui industri mode, tetapi juga televisi dan berbagai ranah budaya lainnya.

Pilihan ini memperlihatkan bahwa daya tarik seorang model saat ini tidak semata-mata ditentukan oleh pengalaman berjalan di runway, melainkan juga kemampuannya menjangkau audiens luas dan menciptakan percakapan di media sosial.

Selman juga menilai bahwa penampilan Kylie menjadi perpaduan menarik antara Fantasy Bra yang ikonik dan figur dengan basis penggemar besar.

Strategi tersebut masuk akal dari sudut pandang pemasaran: selebritas dengan jangkauan global dapat membantu merek menjangkau kelompok audiens yang mungkin sebelumnya tidak terlalu mengikuti peragaan busana.

Namun, strategi ini juga memperlihatkan tantangan bagi industri fashion, yakni menjaga keseimbangan antara nilai artistik, kualitas desain, dan popularitas selebritas.

Agar pertunjukan tidak sekadar menjadi ajang viral, merek tetap perlu memastikan bahwa keahlian para desainer, model, dan perajin mendapat perhatian yang sepadan.

Kemewahan Viral dan Tantangan Industri Fashion

Debut Kylie Jenner memperlihatkan bahwa fashion show kini tidak hanya berlangsung di atas panggung, tetapi juga berlanjut di linimasa media sosial.

Fantasy Bra seharga sekitar Rp900 miliar menjadi materi yang mudah menarik perhatian karena menggabungkan kemewahan, kelangkaan, dan nama besar selebritas.

Meski demikian, penonton tidak harus menilai keberhasilan sebuah pertunjukan hanya dari harga busana atau jumlah percakapan daring.

Ada aspek lain yang layak diapresiasi, seperti kreativitas desain, keterampilan pengerjaan, dan inovasi yang membuat sebuah karya memiliki karakter tersendiri.

Dengan sudut pandang tersebut, publik dapat menikmati kemegahan acara tanpa terjebak pada anggapan bahwa nilai sebuah karya selalu ditentukan oleh harganya.

Pada akhirnya, debut Kylie Jenner di Victoria’s Secret Fashion Show 2026 menjadi contoh bagaimana popularitas selebritas dan kemewahan dapat berpadu untuk menghasilkan momen besar dalam budaya pop.

Kolaborasi dengan Jacob & Co. memperlihatkan pengerjaan perhiasan yang rumit, sedangkan pemilihan Kylie menegaskan pentingnya pengaruh budaya dalam strategi merek.

Bagi penonton, cara terbaik menyikapi fenomena ini adalah menikmati pertunjukan sekaligus melihatnya secara kritis: mengapresiasi kreativitas tanpa harus mengukur gaya hidup berdasarkan barang mewah.

Sementara itu, bagi industri fashion, tantangannya adalah memastikan bahwa daya tarik viral tetap berjalan beriringan dengan kualitas, kreativitas, dan penghargaan terhadap kerja para perajin di balik karya spektakuler tersebut.

Statement:

Jacob Arabo, desainer Jacob & Co.

“Fantasy Bra termahal yang pernah dibuat.”

3 Poin Penting:

  • Debut yang mencuri perhatian: Kylie Jenner tampil sebagai model kejutan Victoria’s Secret Fashion Show 2026 dan mengenakan Fantasy Bra yang kembali hadir setelah terakhir ditampilkan pada 2018.
  • Fantasy Bra bernilai fantastis: Kreasi Victoria’s Secret dan Jacob & Co. menggunakan 4.410 berlian alami, termasuk berlian kuning Fancy Vivid 75,54 karat, dengan nilai yang dilaporkan mencapai US$50 juta atau sekitar Rp900 miliar.
  • Strategi mengandalkan pengaruh budaya: Adam Selman menyebut Kylie sebagai “cultural powerhouse” karena pengaruhnya di dunia fashion, televisi, dan budaya populer. Penampilannya menunjukkan bagaimana popularitas selebritas menjadi bagian penting dari pemasaran industri mode.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan