Layanan internet satelit Starlink tengah menjadi sorotan setelah pengguna di lebih dari 100 negara diduga menjadi sasaran kampanye pengawasan digital berskala besar melalui iklan berbahaya.
Temuan ini diungkap oleh TrendAI, unit keamanan siber berbasis kecerdasan artifisial milik Trend Micro.
Dalam penelitiannya, TrendAI menemukan pola pembelian ruang iklan digital yang mencurigakan dan mengidentifikasi perusahaan asal Israel, Discover-Tech, sebagai penawar tertinggi lalu lintas iklan yang menargetkan pengguna Starlink.
Kasus ini membuka persoalan baru bahwa ancaman privasi internet ternyata tidak selalu datang dari peretasan atau pencurian kata sandi, tetapi juga bisa melalui iklan yang terlihat biasa.
Hal yang membuat kampanye ini semakin mengkhawatirkan adalah mekanisme pengumpulan datanya yang diduga tidak membutuhkan interaksi pengguna.
Artinya, seseorang tidak perlu mengeklik iklan untuk berpotensi menjadi sasaran pelacakan. Selama iklan ditampilkan pada halaman yang diakses, proses pengumpulan informasi mengenai browser dan aplikasi dapat berlangsung.
Kondisi ini membuat pengguna awam sulit mengenali ancaman karena tidak ada aktivitas mencurigakan yang terlihat secara langsung.
Temuan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan internet bukan hanya soal menggunakan jaringan yang cepat, tetapi juga memastikan aktivitas digital tidak dimanfaatkan pihak lain tanpa persetujuan.
Discover-Tech Diduga Manfaatkan Sistem Lelang Iklan Digital
Dalam laporan awalnya, TrendAI menggunakan kode identifikasi Shadow-Earth-79 untuk menyebut pihak yang diduga berada di balik kampanye tersebut.
Identitas Discover-Tech kemudian menjadi perhatian karena perusahaan yang sama sebelumnya juga dituduh menargetkan jurnalis Al Jazeera menggunakan iklan berbahaya, berdasarkan temuan Citizen Lab.
Menurut laporan TrendAI dan Cofiant, mekanisme yang digunakan memanfaatkan sistem lelang iklan digital untuk menampilkan materi yang dapat mengumpulkan informasi dari perangkat pengguna.
Data tersebut berpotensi digunakan untuk membangun profil digital yang dapat mengurangi anonimitas seseorang di internet.
Starlink menjadi sasaran yang menarik karena karakteristik jaringan internet satelitnya memungkinkan pengguna tetap terhubung ketika infrastruktur internet lokal mengalami gangguan atau pembatasan.
Kemampuan tersebut pernah menjadi penting dalam situasi konflik seperti Ukraina maupun ketika pembatasan internet diberlakukan di Iran pada awal 2026.
Namun, keunggulan konektivitas lintas wilayah ternyata juga menghadirkan tantangan keamanan tersendiri.
Pengguna Starlink mungkin dapat melewati pembatasan jaringan lokal, tetapi bukan berarti aktivitas mereka otomatis terlindungi dari pelacakan melalui situs web dan sistem periklanan digital.
Suriah hingga Sudan Selatan Masuk dalam Sorotan Pengawasan
Temuan TrendAI menunjukkan adanya pola pembelian ruang iklan yang tidak biasa di sejumlah negara. Discover-Tech tercatat menjadi pembeli iklan terbesar yang menargetkan pengguna Starlink di Suriah, Libya, Yaman, dan Sudan Selatan.
Para peneliti menyoroti adanya ketimpangan antara tingginya aktivitas penawaran iklan dengan kecilnya permintaan iklan komersial Barat yang sah di negara-negara tersebut.
Pola ini menimbulkan dugaan bahwa tujuan kampanye bukan sekadar pemasaran produk, melainkan pengumpulan informasi pengguna. Meski demikian, dugaan keterlibatan dalam pengawasan tetap perlu dibedakan dari fakta yang telah dibuktikan secara independen.
Persoalan ini memperlihatkan bahwa privasi digital semakin kompleks, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan pembatasan internet atau situasi konflik.
Pengguna sering menganggap koneksi internet satelit sebagai solusi untuk memperoleh akses informasi yang lebih bebas.
Padahal, jaringan internet hanya menjadi jalur penghubung, sedangkan aktivitas penjelajahan tetap dapat melibatkan situs web, aplikasi, dan jaringan iklan pihak ketiga.
Karena itu, pengguna perlu lebih berhati-hati dalam memberikan izin aplikasi, mengakses tautan mencurigakan, dan membagikan informasi pribadi.
Perlindungan privasi juga perlu didukung oleh transparansi perusahaan teknologi, bukan sekadar dibebankan kepada pengguna.
Google dan Comcast Hapus Discover-Tech, Ancaman Privasi Belum Berakhir
Setelah temuan tersebut mencuat, Google, Comcast, dan sejumlah perusahaan lain dilaporkan telah menghapus Discover-Tech dari platform periklanan mereka.
Langkah ini menjadi respons penting untuk membatasi kemampuan perusahaan tersebut menjangkau pengguna melalui jaringan iklan utama.
Namun, penghapusan dari sejumlah platform belum otomatis menyelesaikan persoalan pengawasan digital.
Ekosistem periklanan memiliki banyak perantara, sementara praktik pengumpulan data dapat melibatkan berbagai teknologi yang tidak selalu mudah dikenali oleh masyarakat.
Artinya, pengawasan terhadap aktivitas periklanan digital tetap perlu diperkuat agar sistem yang seharusnya digunakan untuk pemasaran tidak berubah menjadi alat pemantauan.
Bagi pengguna Starlink maupun layanan internet lainnya, kasus ini menjadi pelajaran bahwa koneksi yang aman tidak cukup hanya mengandalkan penyedia jaringan.
Pengguna perlu mengaktifkan perlindungan pelacakan pada browser, membatasi izin aplikasi, memperbarui perangkat lunak, dan menghindari situs yang tidak jelas kredibilitasnya.
Di sisi lain, perusahaan teknologi dan penyedia platform iklan perlu memperketat proses verifikasi pengiklan serta menyediakan mekanisme pelaporan yang transparan.
Pada akhirnya, persoalan ini bukan hanya tentang Discover-Tech atau Starlink, melainkan tentang bagaimana data pribadi masyarakat dapat terlindungi di tengah industri periklanan digital yang semakin besar.
Kebebasan mengakses internet seharusnya berjalan beriringan dengan hak untuk menjaga privasi.
3 Poin Penting:
-
Pengguna Starlink jadi sasaran: TrendAI menemukan indikasi kampanye iklan berbahaya yang menyasar pengguna Starlink di lebih dari 100 negara.
-
Pelacakan tidak membutuhkan klik: Iklan diduga dapat mengumpulkan informasi browser dan aplikasi hanya dengan ditampilkan kepada pengguna.
-
Platform mulai mengambil tindakan: Google, Comcast, dan sejumlah perusahaan lain dilaporkan telah menghapus Discover-Tech dari jaringan periklanan mereka.



