Tengku Dewi Putri Kembali Jadi DJ, Optimistis Profesi Disc Jockey Punya Masa Depan Cerah

Tengku Dewi Putri kembali menekuni profesi disc jockey (DJ) setelah sempat vakum dari dunia musik. Di usianya yang menginjak 38 tahun, ia justru melihat peluang karier sebagai DJ masih terbuka lebar.

Keputusan tersebut bukan semata-mata didorong kebutuhan ekonomi, melainkan juga kecintaannya terhadap musik yang ingin kembali ia kembangkan secara profesional.

Bagi Tengku Dewi, musik bukan sekadar sumber penghasilan, tetapi juga ruang untuk menyalurkan minat dan kemampuan. Ia tidak sepakat dengan anggapan bahwa profesi DJ tidak memiliki prospek jangka panjang.

Menurutnya, industri musik terus berkembang dan menyediakan berbagai kesempatan bagi mereka yang serius membangun karier. “Karena menurut aku, aku suka musik juga. Dan siapa bilang, maksudnya DJ itu enggak ada masa depannya,” paparnya.

Profesi DJ dan Peluang Karier di Industri Musik

Pandangan Tengku Dewi menarik untuk dicermati di tengah masih adanya anggapan bahwa pekerjaan di industri hiburan memiliki masa depan yang tidak pasti.

Padahal, perkembangan industri musik membuka peluang di berbagai bidang, mulai dari pertunjukan langsung, kolaborasi dengan merek, produksi konten, hingga kegiatan hiburan berskala internasional.

Artinya, prospek seorang DJ tidak semestinya hanya diukur dari popularitas atau jumlah penampilan.

Tengku Dewi juga melihat musik sebagai bidang yang dapat memperluas jaringan profesional hingga ke luar negeri. Ia pernah memperoleh kesempatan bekerja sama dengan sebuah merek yang membawanya ke Eropa.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu bukti personal bahwa profesi DJ dapat membuka akses ke kesempatan yang lebih luas. Meski demikian, peluang seperti itu tentu membutuhkan kemampuan, konsistensi, dan kesiapan untuk bersaing secara profesional.

Pengalaman Internasional Jadi Modal untuk Kembali Berkarya

Pengalaman bekerja sama dengan merek hingga berkesempatan pergi ke Eropa turut memperkuat keyakinan Tengku Dewi untuk kembali membangun karier sebagai DJ.

Baginya, kesempatan tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan di bidang musik tidak selalu terbatas pada panggung lokal. Dengan strategi yang tepat, seorang DJ juga berpeluang menjangkau pasar dan kolaborasi yang lebih luas.

Namun, optimisme saja tidak cukup untuk mempertahankan karier di industri hiburan. Kemampuan membaca tren musik, membangun identitas, memperluas relasi, serta menjaga kualitas penampilan menjadi hal penting.

Tengku Dewi memiliki kesempatan untuk menjadikan pengalaman sebelumnya sebagai modal, sekaligus membuktikan bahwa kembalinya ia ke dunia DJ bukan sekadar aktivitas sementara, melainkan bagian dari pengembangan karier yang lebih serius.

Menghadapi Stigma Tanpa Mengabaikan Profesionalisme

Di tengah pro dan kontra mengenai profesi DJ, Tengku Dewi memilih untuk tidak menjadikan pandangan negatif masyarakat sebagai penghalang.

Sikap ini memperlihatkan pentingnya memberi ruang bagi setiap orang untuk menentukan jalur kariernya sendiri.

Penilaian terhadap suatu pekerjaan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada stereotip, tetapi juga pada kompetensi, etika, tanggung jawab, dan kontribusi profesional orang yang menjalaninya.

Di sisi lain, membangun karier juga berarti mampu mengelola berbagai tanggung jawab dalam kehidupan pribadi. Sebagai ibu dari dua anak, Tengku Dewi berharap tetap produktif tanpa mengabaikan perannya dalam keluarga.

Tantangannya bukan hanya kembali aktif sebagai DJ, tetapi juga menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Pada akhirnya, konsistensi, pengelolaan waktu, serta dukungan lingkungan dapat menjadi faktor penting agar perjalanan kariernya tetap berkelanjutan.

Statement:

Tengku Dewi Putri

“Karena menurut aku, aku suka musik juga. Dan siapa bilang, maksudnya DJ itu enggak ada masa depannya.”

3 poin penting:

  • Kembali berkarier sebagai DJ: Tengku Dewi Putri kembali menekuni dunia DJ setelah sempat vakum karena kecintaannya terhadap musik.

  • Peluang hingga tingkat internasional: Pengalaman bekerja sama dengan sebuah merek yang membawanya ke Eropa memperkuat keyakinannya terhadap prospek industri musik.

  • Menyeimbangkan karier dan keluarga: Ia ingin tetap produktif sebagai DJ sekaligus menjalankan tanggung jawab sebagai ibu dari dua anak.

Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Kategori

PODCAST