Search

Studi Terbaru: Gelombang Panas Percepat Penuaan Biologis Tubuh

Rabu, 10 September 2025

Ilustrasi efek tubuh pada gelombang panas (istimewa)

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa paparan suhu ekstrem yang berulang akibat gelombang panas dapat mempercepat penuaan biologis tubuh.

Dampak ini disebut hampir setara dengan efek negatif yang ditimbulkan oleh kebiasaan merokok atau mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

Penemuan ini didapat dari sebuah studi yang dilakukan selama 15 tahun terhadap 24.922 orang dewasa di Taiwan. Selama periode tersebut, tercatat sekitar 30 gelombang panas.

Hasil penelitian–sepetrti dituis Very Well Health–menunjukkan bahwa individu yang lebih sering terpapar gelombang panas mengalami percepatan usia biologis pada organ tubuh mereka.

Secara spesifik, beberapa kali gelombang panas dalam dua tahun dapat menambah sekitar delapan hingga 11 hari pada usia biologis seseorang.

Penuaan Biologis vs. Usia Kronologis

Berbeda dengan usia kronologis, yang dihitung berdasarkan tanggal lahir, usia biologis menggambarkan kondisi kesehatan sel dan organ tubuh.

Dengan kata lain, penuaan biologis yang lebih cepat berarti organ-organ tubuh mengalami penurunan fungsi dan daya tahan lebih awal dari seharusnya, yang berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit.

Para ilmuwan menduga, salah satu mekanisme di balik fenomena ini adalah gelombang panas ekstrem dapat memperpendek telomer, yaitu struktur DNA di ujung kromosom.

Telomer yang lebih pendek telah lama dikaitkan dengan penuaan yang lebih cepat dan risiko kematian yang lebih tinggi.

Ancaman ‘Pembunuh Senyap’

Gelombang panas disebut sebagai “pembunuh senyap” karena tidak menimbulkan kerusakan dramatis seperti badai atau kebakaran, namun terbukti sangat mematikan.

Di Amerika Serikat saja, lebih dari 2.300 kematian terkait panas ekstrem tercatat pada tahun 2023.

Paparan berulang terhadap panas ekstrem sangat berbahaya, terutama bagi pekerja di luar ruangan, penduduk pedesaan, serta mereka yang tidak memiliki akses pendingin ruangan.

Selain itu, orang lanjut usia, penderita penyakit kronis seperti diabetes dan jantung, serta ibu hamil juga termasuk dalam kelompok paling rentan.

Untuk mengurangi risiko, para pakar merekomendasikan masyarakat agar tetap berada di dalam ruangan saat suhu tinggi, mengenakan pakaian longgar, dan memastikan asupan cairan tubuh terjaga.

Namun, bagi pekerja lapangan, diperlukan solusi jangka panjang berupa kebijakan kesehatan kerja yang memadai.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan