Search

UNESCO dan Airbnb Luncurkan Buku Panduan Wisata Berkelanjutan di Bali

Rabu, 17 September 2025

Bali (istimewa)

UNESCO dan Airbnb berkolaborasi meluncurkan buku panduan bertajuk ‘Bali Cultural Guidebook’.

Langkah ini bertujuan untuk mengarahkan wisatawan agar tidak hanya berfokus pada destinasi populer, tetapi juga mengeksplorasi sisi unik Bali, sekaligus mendukung upaya pelestarian budaya lokal.

Buku ini merupakan hasil dari program ‘Bali Cultural Ambassador’ yang melatih host penginapan untuk menjadi duta budaya.

Pariwisata Berkelanjutan untuk Melestarikan Budaya

Moe Chiba, Culture Programme Specialist UNESCO, menyatakan bahwa pariwisata layaknya pedang bermata dua.

Di satu sisi, pariwisata membawa manfaat ekonomi, namun di sisi lain, pertumbuhan yang tidak terkendali dapat mengancam warisan budaya.

Kolaborasi dengan Airbnb ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman otentik bagi wisatawan.

Pemberdayaan Host Penginapan sebagai Duta Budaya

Melalui program ‘Bali Cultural Ambassador’, UNESCO dan Airbnb melatih lebih dari 75 host penginapan dan 50 usaha kecil. Pelatihan ini mencakup kemampuan story-telling, keramah-tamahan, dan bisnis.

Mich Goh, Director of Public Policy Airbnb Asia Pacific, mengatakan bahwa dengan pelatihan ini, para host bisa menjadi duta budaya yang tidak hanya merayakan, tetapi juga melestarikan tradisi.

Eksplorasi Lima Kabupaten dengan Keunikan Budaya

Buku panduan ini memetakan aset budaya di lima kabupaten: Buleleng, Badung, Tabanan, Gianyar, dan Bangli.

Kelimanya adalah rumah bagi Subak, sistem pengairan khas Bali yang telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Sistem ini tidak hanya berfokus pada irigasi, tetapi juga memegang filosofi Tri Hita Karana, yang menekankan keseimbangan antara Tuhan, manusia, dan alam.

Lokasi Ikonik dan Kekayaan Kuliner Lokal

Panduan ini menyoroti sejumlah lokasi ikonik yang terkait dengan Subak, seperti Pura Ulun Dalu dan Danau Batur di Bangli, Lanskap Subak Pakerisan di Gianyar, Pura Taman Ayun di Badung, serta Lanskap Subak Catur Angga Batukaru di Tabanan dan Buleleng.

Selain itu, buku ini juga merekomendasikan aneka kuliner lokal otentik, mulai dari Bubur Mengguh, Mujair Nyatnyat, hingga Dodol Penglatan dan Loloh Cemcem.

Kerajinan Tangan sebagai Suvenir Penuh Makna

Selain destinasi dan kuliner, buku ini juga mengajak wisatawan untuk mengenal kerajinan tangan lokal. Setiap kerajinan memadukan seni, kepercayaan, dan harmoni dengan alam.

Berbagai pilihan suvenir bermakna bisa ditemukan, seperti kerajinan perak Celuk, ukiran kayu, anyaman bambu, hingga tenun tradisional seperti Endek Gurita dan Songket Jinengdalem.

Manfaat Ekonomi untuk Komunitas Lokal

Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan budaya, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi sampai ke komunitas lokal.

Mich Goh menegaskan bahwa program ini memberikan manfaat nyata bagi komunitas.

Statement:

Moe Chiba, Culture Programme Specialist UNESCO

“Kita perlu cara baru guna menciptakan pengalaman yang murni, bahkan selama kunjungan singkat. Dan hal ini membawa kami untuk berkolaborasi dengan Airbnb. Bersama, kami meluncurkan peta budaya.”

Mich Goh, Director of Public Policy Airbnb Asia Pacific

“Lebih dari 75 host penginapan Airbnb, juga 50 usaha kecil, sudah dilatih tentang story-telling, ramah-tamah, juga kemampuan bisnis. Host inilah yang kini jadi duta budaya, membagikan tradisi mereka pada dunia, sementara juga memastikan ada manfaat yang didapat komunitas lokal.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan