Media sosial dihebohkan oleh sebuah rekaman video yang menampilkan drama antara pejabat publik dan warganya yang berujung pada insiden tak terduga.
Muhammad Fadli, Lurah Perintis, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, terdorong hingga tercebur ke dalam parit yang penuh air dan lumpur hitam pekat saat sedang membongkar polisi tidur di Jalan Madupuro.
Konflik ini terjadi karena polisi tidur dari ban bekas yang dipasang warga itu kerap dikeluhkan oleh pengguna jalan.
Dalam rekaman yang viral, Fadli yang masih mengenakan baju dinas, terlihat berusaha melepaskan polisi tidur tersebut.
Namun, seorang warga bernama Adi, yang diketahui sebagai pemasang polisi tidur itu, dengan gigih berusaha mempertahankannya.
Adu tarik-menarik dan cekcok pun tak terhindarkan. Peristiwa tersebut berujung pahit bagi Lurah Fadli, yang kemudian keluar dari parit dengan pakaian dinas basah kuyup dan kotor.
Paku yang Mengancam dan Keluhan Warga
Camat Medan Timur, Noor Alfi Pane, membenarkan peristiwa yang terjadi pada Senin pagi itu.
Ia menjelaskan bahwa polisi tidur yang dibongkar oleh Lurah Fadli itu terbuat dari ban bekas yang dipaku langsung di tengah jalan depan rumah Adi.
Masalahnya, polisi tidur ini justru menciptakan bahaya baru bagi masyarakat.
Keputusan Lurah Fadli untuk membongkar polisi tidur tersebut didasarkan murni pada keluhan dan tuntutan keamanan dari masyarakat luas yang merasa dirugikan oleh ulah satu individu.
Jejak Konflik dan Tindakan Hukum
Camat Pane menambahkan bahwa ini bukan kali pertama Adi berkonflik dengan aturan tata ruang. Sebelumnya, Adi juga dilaporkan karena menaruh pot-pot bunga yang menghalangi jalan dan membuang sampah sembarangan.
Tindakan perlawanan Adi saat polisi tidur dibongkar menunjukkan adanya ketidakpatuhan yang berulang terhadap ketertiban umum.
Setelah insiden dorong-mendorong yang membuat Lurah Fadli tercebur ke parit, Lurah tersebut segera meminta agar Adi dibawa ke Kantor Lurah dan melanjutkan prosesnya ke jalur hukum.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa upaya penegakan aturan yang bertujuan baik seringkali harus berhadapan langsung dengan resistensi personal yang keras.
Akhir Drama di Kantor Polisi dan Rumah Sakit
Akibat insiden tersebut, Lurah Muhammad Fadli dikabarkan mengalami pembengkakan pada tangannya dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani visum.
Ia juga berencana untuk membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian terkait perlakuan yang ia terima saat menjalankan tugas.
Sementara itu, warga yang diduga pelaku, Adi, telah diamankan oleh pihak Polsek Medan Timur untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Insiden polisi tidur ini menjadi pengingat pahit tentang pentingnya komunikasi dan kepatuhan warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan bersama.
Statement:
Noor Alfi Pane, Camat Medan Timur
“Pak Lurah bengkak tangannya saat ini di Rumah Sakit Bhayangkara dan mau buat laporan, pelaku tadi sudah dibawa Polsek Medan Timur. Banyak paku yang timbul menyebabkan pengendara mobil, kereta (sepeda motor), banyak yang bocor, melapor ke kantor lurah dan kita juga di kecamatan.”
![banyak kasus begal [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/01krnrfm381f3jx8r48m15z4ne.jpg-300x225.webp)
![Global Peace Convoy Indonesia [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/8A2B1965-8A0B-4D19-8F73-2B5CC495CB4B-300x169.png)
![manusia silver [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/WhatsApp-Image-2023-03-30-at-13.28.59-300x169.jpeg)
