Gunung Semeru, yang menjulang gagah di Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkaniknya. Pada Sabtu (1/11/2025) pagi, gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini mengalami erupsi dengan meluncurkan guguran lava pijar yang terlihat jelas oleh petugas.
Fenomena alam yang memancarkan cahaya merah ini bergerak sejauh 2,5 kilometer dari puncak kawah, mengarah ke kawasan yang dikenal rawan, yakni Besuk Kobokan.
Luncuran lava pijar ini menjadi pengingat serius bagi warga di sekitar lereng Semeru untuk selalu waspada. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengonfirmasi data tersebut dalam laporan tertulisnya.
Masyarakat diimbau keras untuk tidak melakukan aktivitas apa pun sejauh delapan kilometer dari puncak, terutama karena ancaman bahaya ganda: awan panas guguran dan lahar dingin.
Intensitas Vulkanik Tinggi: 119 Kali Letusan dalam Sehari
Aktivitas vulkanik Semeru belakangan ini memang menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dalam periode pengamatan 24 jam pada, Minggu (26/10), gunung ini tercatat mengalami lonjakan seismik yang mencengangkan, yakni 119 kali gempa letusan atau erupsi.
Ini menandakan energi di dalam perut bumi Semeru terus bergejolak, membutuhkan perhatian penuh dari semua pihak.
Selain letusan utama, tercatat pula gempa-gempa minor yang mengindikasikan instabilitas di lereng. Sigit Rian Alfian menyebutkan adanya tujuh kali gempa guguran dan 24 kali gempa embusan.
Bahkan, pergerakan tektonik jauh pun terpantau, menunjukkan bahwa aktivitas gunung api ini turut dipengaruhi oleh pergerakan lempeng di wilayah sekitar.
Secara visual, puncak Semeru masih tampak mengembuskan asap berwarna putih hingga kelabu, yang membumbung hingga 300 meter dari kawah.
Zona Terlarang dan Ancaman Lahar Dingin
Berdasarkan data dan pengamatan lapangan, petugas secara tegas mengeluarkan rekomendasi zona bahaya bagi masyarakat.
Area sektor tenggara, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan, dinyatakan sebagai zona terlarang sejauh delapan kilometer dari puncak. Kawasan ini adalah jalur utama yang dilalui aliran awan panas guguran dan lahar dingin.
Lebih lanjut, bahaya tidak hanya mengintai di kawasan tersebut. Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau lembah yang berhulu di Semeru, karena berpotensi terlanda perluasan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer.
Bahkan, radius 2,5 kilometer dari puncak dinyatakan berbahaya karena risiko lontaran batu pijar dan material vulkanik masih sangat tinggi.
Kewaspadaan Puncak di Jalur Aliran
Peringatan ini diakhiri dengan penekanan pada kewaspadaan terhadap potensi lahar di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat—serta anak-anak sungai kecil di sekitarnya.
Aliran lahar dingin dapat terjadi kapan saja, terutama saat terjadi hujan deras di puncak gunung, membawa material vulkanik yang meluncur deras.
Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Dengan cuaca di sekitar Semeru yang dilaporkan cerah hingga mendung, arah angin dominan ke selatan dan barat daya berpotensi membawa abu vulkanik ke wilayah tertentu.
Petugas terus memantau setiap detik aktivitas gunung, memastikan informasi risiko tersampaikan secara cepat dan akurat kepada masyarakat di lereng-lereng Semeru.
Statement:
Sigit Rian Alfian, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru
“Guguran lava pijar dengan jarak luncur 2.500 meter mengarah ke Besuk Kobokan.”
“Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, warga juga dilarang beraktivitas pada radius 500 meter dari tepi sungai karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Wilayah 2,5 kilometer dari puncak rawan terhadap lontaran batu pijar.”
![banjir kampung cogreg [dok. tribun]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/BANJIR-TANGERANG-6H8.jpg-300x169.webp)
![Banjir di U-turn Samsat Jakarta Barat [dok. X/@TMCPoldaMetro]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/full_1772943230180953_806b21a990_berita_pusat-pemberitaan-300x168.webp)
![bantargebang tim sar [Metrotvnews.com/Antonio]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/a_69ad6b9a64b72-300x225.jpg)
![sungai dengkeng [dok. antara]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/KALI-DENGKENG-MELUAP-1-300x200.webp)