Search

NASA Ungkap Fakta Bahwa Bumi Tak Lagi Mengelilingi Matahari

Senin, 3 November 2025

Bumi dan Matahari (space.com)

Sejak bangku sekolah dasar, kita diajarkan sebuah konsep sederhana: Bumi dan planet-planet lainnya berputar mengelilingi Matahari sebagai pusat tunggal Tata Surya.

Konsep ini, yang menjadi dasar pemahaman kita tentang kosmos, ternyata tidak sepenuhnya akurat secara ilmiah.

Faktanya, mekanisme pergerakan orbit di alam semesta jauh lebih kompleks dan bersifat dinamis, melibatkan interaksi gravitasi dua arah yang halus.

Berdasarkan Hukum Ketiga Kepler, pergerakan orbit suatu benda tidak ditentukan oleh pusat massa tunggal, melainkan oleh interaksi massa antara dua benda yang saling memengaruhi.

Dalam Tata Surya, meskipun massa Matahari 1.048 kali lebih besar dari Jupiter, gaya tarik-menarik gravitasi tetap berlaku dua arah.

Artinya, kedua benda tersebut tidak berputar mengelilingi satu sama lain, melainkan berputar mengelilingi titik keseimbangan bersama.

Barycenter: Titik Keseimbangan di Luar Matahari

NASA menjelaskan fenomena ini menggunakan istilah barycenter—yakni titik pusat massa yang sama di mana dua benda (atau lebih) dengan massa yang sangat berbeda berputar.

Titik barycenter ini tidak bergantung pada ukuran setiap objek, melainkan pada distribusi total massa sistem.

Di Tata Surya, karena Matahari memiliki massa yang dominan, titik barycenter biasanya terletak sangat dekat dengannya.

Namun, kehadiran Jupiter dan Saturnus—dua raksasa gas yang masif—memberikan pengaruh gravitasi yang sedemikian rupa sehingga titik barycenter Tata Surya jarang sekali berada tepat di dalam Matahari.

Oleh karena itu, Matahari juga ikut ‘bergoyang’ mengelilingi titik barycenter yang terletak di luarnya.

Konsekuensinya, Bumi dan planet lain tidak mengorbit satu titik tunggal di pusat Matahari, melainkan mengelilingi titik baru di luar angkasa.

Konfirmasi Astronom: Jupiter Sang Penentu Orbit Baru

Konsep yang mematahkan pemahaman dasar ini dikonfirmasi oleh astronom planet dan komunikator sains, James O’Donoghue.

Ia menjelaskan di akun X/Twitter) bahwa secara umum memang planet-planet mengorbit Matahari, tetapi secara teknis hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Pengaruh Jupiter yang masif lah yang menjadi faktor penentu utama, memastikan bahwa pusat massa Tata Surya jarang sekali sejajar sempurna dengan Matahari.

Keseimbangan yang Dinamis: Studi Kasus Bumi dan Bulan

Prinsip barycenter ini juga berlaku untuk setiap planet dan satelitnya. Sebagai contoh, Bulan mengorbit tidak persis di titik pusat Bumi.

Sebaliknya, Bulan dan Bumi sama-sama berputar mengelilingi titik barycenter yang terletak sekitar 5.000 kilometer dari pusat Bumi. Titik ini pun terus berubah seiring dengan jarak Bulan yang terus menjauhi Bumi.

Mekanisme barycenter tidak hanya menjadi informasi menarik bagi para astronom, tetapi juga penting dalam studi kosmik.

NASA menyatakan bahwa gerak di sekitar barycenter dengan planet yang masif adalah salah satu metode yang digunakan para ilmuwan untuk menemukan sistem planet baru yang mengorbit bintang-bintang jauh.

Pemahaman ini membuka mata kita bahwa tatanan alam semesta jauh lebih dinamis dan kompleks dari yang terlihat.

Statement:

James O’Donoghue, Astronom Planet dan Komunikator Sains

“Secara umum para planet mengorbit Matahari secara umum, namun secara teknis planet-planet tidak mengorbit Matahari karena gravitasi yang utamanya dari Jupiter, artinya planet mengorbit pada titik baru di luar angkasa. Gerak di sekitar barycenter dengan planet masif jadi salah satu metode untuk menemukan sistem planet dengan bintang-bintang jauh.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan