Guys, ada kabar yang bikin hati adem dari hutan Sumatera! Sebuah video di akun Instagram @oxford_uni memperlihatkan momen haru penemuan bunga langka Rafflesia Hasseltii yang mekar sempurna.
Penemuan epik ini melibatkan pemandu lokal dari Bengkulu, Septian Andrikithat, bersama tim peneliti dari University of Oxford, termasuk Dr. Chris Thorogood.
Dalam video tersebut, Septian Andrikithat enggak bisa menahan air mata terharu. Bayangkan, dia sudah mencari bunga Rafflesia Hasseltii yang mekar sempurna selama 13 tahun!
Bunga langka yang dilindungi ini berhasil ditemukan di Hiring Batang Somi, Kecamatan Sumpur Kudus, Sumatera Barat, pada Selasa (18/11/2025). Momen ini tentu jadi jackpot besar bagi Septian dan tim.
Ciri Unik Cendawan Matahari dan Ancaman Kepunahan
Rafflesia Hasseltii ini punya struktur yang unik banget. Bunga ini termasuk tumbuhan holoparasit (hidup sepenuhnya bergantung pada inang) dan enggak punya batang, daun, atau akar seperti tanaman biasa.
Yang ada hanyalah kelopak merah tua dengan paduan bercak putih besar, membuatnya dikenal juga dengan nama cendawan matahari.
Sayangnya, kabar baik penemuan ini diiringi warning keras.
Penelitian yang berjudul “Most of The World’s Largest Flowers (Genus Rafflesia) Are Now on The Brink of Extinction” menyebutkan bahwa dari 42 spesies Rafflesia yang diketahui, 60% kini menghadapi risiko kepunahan yang parah!
Apalagi, 67% habitat Rafflesia berada di luar kawasan lindung, membuatnya sangat rentan terhadap kerusakan habitat.
Kisah Langka yang Sulit Ditemukan
Rafflesia Hasseltii hidup bergantung pada tanaman inang dari genus Tetrastigma dan habitatnya berada di jantung hutan tropis basah, termasuk di Sumatera dan Kalimantan.
Ketua Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) Provinsi Bengkulu, Sofian Ramadan, mengakui bahwa jenis Rafflesia Hasseltii ini memang sangat jarang ditemukan.
Ia menjelaskan, bunga langka jenis ini biasanya mekar di daerah yang sulit dijangkau atau berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), bahkan lokasi penemuan di Sumbar kali ini perlu dua jam perjalanan dari pemukiman warga.
Ikon Baru Konservasi dan Peran Komunitas Lokal
Penelitian internasional ini mengusulkan untuk menjadikan Rafflesia sebagai ikon baru konservasi tanaman di daerah tropis Asia. Bunga ini punya nilai penting, baik untuk pengobatan etnobotani maupun sebagai sumber pendapatan dari ekowisata.
Untuk melestarikan tumbuhan unik ini, peneliti menyarankan adanya perlindungan habitat yang lebih besar dan yang paling penting: dukungan penuh bagi kelompok aksi masyarakat lokal.
Keberhasilan penemuan ini, yang melibatkan pemandu lokal Septian Andrikithat, menunjukkan bahwa peran komunitas setempat sangat krusial dalam menjaga dan memonitor kelestarian Rafflesia di habitat aslinya.
Statement:
Sofian Ramadan, Ketua Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) Provinsi Bengkulu
“Sejak KPPL berdiri 13 tahun lalu, sedikit sekali bahkan tidak ada informasi terkait mekarnya Rafflesia Haseltii ini.”
3 Poin Penting
-
Penemuan Langka Setelah 13 Tahun: Bunga Rafflesia Hasseltii mekar sempurna ditemukan di Sumatera Barat oleh tim peneliti University of Oxford dan pemandu lokal (Septian Andrikithat), setelah dicari selama 13 tahun.
-
Ancaman Kepunahan Parah: Meskipun ditemukan, 60% spesies Rafflesia secara global terancam punah karena statusnya sebagai holoparasit yang rentan kerusakan habitat, di mana 67% habitatnya berada di luar kawasan lindung.
-
Ikon Konservasi Baru: Peneliti mengusulkan Rafflesia dijadikan ikon baru konservasi tanaman di Asia Tropis, menyoroti pentingnya perlindungan habitat dan dukungan aktif terhadap masyarakat lokal dalam upaya pelestarian.



