Search

Kali Cakung Drain Menghitam Sepekat Oli Akibat Limbah Berat, Warga Tersiksa Bau Busuk!

Rabu, 26 November 2025

Kali Cakung Drain (berita jakarta)

Guys, ada kabar buruk dari Jakarta Utara. Air di Kali Cakung Drain, Cilincing, kini kondisinya nggak banget—warnanya menghitam pekat, bahkan menyerupai oli!

Pemprov DKI Jakarta mengklarifikasi bahwa kondisi ini adalah dampak dari pencemaran limbah berat yang sudah berlangsung bertahun-tahun dan bikin aliran kali nyaris stagnan.

Yogi Ikhwan, Humas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta, membenarkan bahwa limbah adalah biang kerok utama perubahan warna air kali ini.

Limbah yang nggak diolah ini mengandung bakteri, virus, bahan kimia, hingga logam berat yang mengubah air jadi hitam dan memicu bau menyengat.

Aliran Kali Mati, Sampah B3 Merajalela

Selain limbah yang masuk tanpa filter, kondisi Kali Cakung Drain diperparah karena alirannya disebut sudah mati. Gak ada lagi debit air yang mengalir, sehingga air terlihat tenang dan stagnan.

Situasi makin rumit karena di sepanjang bantaran kali diduga ada pengepul limbah bekas yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), termasuk limbah seperti oli atau minyak yang ikut mencemari.

DLH mengidentifikasi tiga sumber pencemaran nggak terhindarkan: limbah rumah tangga (sabun, deterjen), limbah industri (logam berat, bahan beracun) karena kali ini memang berada di antara permukiman padat dan pabrik, serta pembuangan sampah liar.

Yogi menegaskan tingkat keparahan yang mengancam ekosistem dan kesehatan.

Warga Kesian Kena Bau dan Risiko Kesehatan

Pencemaran air kali ini nggak cuma soal bau, tapi juga ancaman kesehatan serius. Paparan limbah berpotensi menimbulkan penyakit menular, keracunan bahan kimia, hingga gangguan reproduksi.

DLH pun mengimbau warga agar menghindari kontak langsung dengan air kali yang sudah tercemar berat itu.

Pakar: Perbaikan Mendesak, Edukasi Lebih Penting dari Melarang

Mahawan Karuniasa, Pakar lingkungan dari Universitas Indonesia, menilai perbaikan Kali Cakung Drain sudah sangat mendesak mengingat tingkat pencemaran yang berat.

Ia menyarankan langkah-langkah harus dimulai dari menghentikan total pembuangan limbah, baik rumah tangga maupun industri.

Ia menyarankan agar Pemprov membangun komunikasi yang tepat dengan warga, menyediakan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai, dan melakukan restorasi seperti pengerukan dan penanaman pohon.

Mahawan juga menekankan perlunya kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan perguruan tinggi untuk pengawasan yang optimal.

Statement:

Yogi Ikhwan, Humas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta

“Kemungkinan besar disebabkan oleh pencemaran limbah, baik dari rumah tangga maupun industri. Berdasarkan data pemantauan DLH, kondisi kali tercemar berat.”

Mahawan Karuniasa, Pakar lingkungan dari Universitas Indonesia

“Melarang diikuti dengan membangun kesadaran itu penting, tidak cukup dengan melarang saja, orang tetap akan membuang sampah.”

3 Poin Penting

  1. Penyebab Pencemaran Berat: Air Kali Cakung Drain menghitam pekat (seperti oli) akibat pencemaran limbah rumah tangga dan industri yang berlangsung menahun, diperburuk oleh aliran kali yang stagnan dan keberadaan pengepul limbah B3.

  2. Ancaman Kesehatan dan Bau: Pencemaran ini merusak ekosistem dan membahayakan kesehatan warga sekitar (potensi penyakit menular, keracunan bahan kimia). Warga mengaku sangat terganggu oleh bau busuk menyengat yang kerap berubah-ubah.

  3. Solusi Mendesak: Pakar lingkungan menyarankan perbaikan harus dimulai dari penghentian pembuangan limbah ilegal, disertai upaya membangun kesadaran masyarakat melalui kampanye dan penyediaan fasilitas pengelolaan sampah komunal, serta kolaborasi pengawasan.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan